Pram kembali mendadak heboh karena Google Doodle yang mengabadikan hari kelahirannya. Padahal sudah seharusnya sejak dulu dihebohkan dengan pengajaran buku-buku hasil karyanya di sekolah-sekolah. Sama seperti di sekolah luar negeri yang juga menjadikan buku-buku Pram referensi sastra sosial-realisme. Tapi tidak, penulis hebat ini tidak diagungkan karyanya oleh negaranya sendiri. Kunjunganku ke rumah masa kecilnya menyiratkan pesan tersendiri, dari lingkungannya di jaman dulu dia ingin menarik semuanya itu menuju kebebasan tanpa penindasan. Apa yang salah? Kelahiran dan Masa Kecil Pram Pramoedya Ananta Mastoer lahir pada 6 Februari `1925 di Blora Jawa Tengah. Dari seorang ayah yang berprofesi seorang pendidik dan juga […]

Cukup terkenal setelah insiden dengan pabrik semen di pegunungan Kendeng kemarin. Masyarakat samin menolak pembangunan pabrik tersebut dengan berdemonstrasi di depan istana negara oleh perwakilannya. Tetapi namanya telah ada jauh sebelum itu, samin atau yang oleh masyarakatnya sendiri lebih senang menyebut mereka dengan nama sikep karena nama samin oleh masyarakat lainnya adalah berarti orang-orang yang membangkang dan tidak mau menerima modernisasi sehingga saya akan sering menyebutkan dua kata itu yang berarti sama. Jokowi, Butet dan para ahli-ahli peneliti banyak yang berdatangan ke desa-desa orang Samin karena pilihan mereka untuk meneruskan ajaran dari dulu mereka. Kehidupan sederhana dan usaha mereka untuk […]