Ada Apa Dengan PKI ?

Diposting pada

Terusik tadi karena membaca ulasan berita dari salah satu forum. Disebutkan seorang pemuda di pukul karena memakai pin bergambar palu-arit yang terkenal akan lambang komunis tersebut, pemuda tersebut dipukul oleh dua orang yang dari penyebutan di berita tersebut berasal dari lsm kpk. Dan dua orang tersebut menyebut lambang tersebut dengan lambang pki, memang lambang itu merupakan lambang dari pki dulu, tetapi sekarang lambang yang dipakai oleh orang yang dipukuli itu bukan berarti dia menunjukkan kalau dirinya pki. Mungkin dia hanyalah pengagum faham komunis saja karena faham partai-partai politik lain di luar indonesia pun memakai lambang tersebut. Jadi atas dasar apa sebenarnya mereka memukul orang tersebut. Apakah karena mengira dia adalah pki sehingga mewajibkan diri mereka untuk memukulnya?.

Pokok permasalahan bukan cuma itu, yang menjadi pikiran yang sangat mengganggu saya adalah mengapa begitu dibencinya setengah mati pki tersebut sampai sekarang yang bahkan partainya sudah tidak ada. Jika menilik kondisi ke partai politikan, kebencian antara satu partai politik dengan parpol lain sampai sekarang juga masih ada, waktu aku kecil aku pernah melihat saat kampanye salah satu parpol berbendera kuning sedang konvoi dan saat itu aku sedang lewat tidak ikut kampanye tetapi, Aku melihat seseorang membawa bambu yang berkibar bendera parpol yang berwarna merah. Dia seorang diri dengan muka marah siap menantang rombongan parpol kuning tersebut. Kelanjutannya entah bagaimana kurang tahu karena saya sudah tidak di tempat.Ini mengartikan pada saya bahwasanya kebencian antara satu partai dengan yang lain memang ada dan seharusnya perlu di biasakan menurut saya karena itulah politik, tentang kekuasaan walaupun yang bertengger diatas sana berdebat yang berada di bawah sini/ jalanan iniilah yang baku hantam. Dan menurutku itu hal yang biasa meskipun jelek juga, karena seharusnya kita bisa bersikap saling toleran mengenai pandangan-pandangan hidup masing-masing. Apalagi dengan kondisi politik Indonesia yang kala itu masih awal dan dalam permulaan, pengertian politik masih segar-segarnya dalam pemikiran masyarakat ramai. Kala itu sesuai dengan beberapa sumber bacaan yang saya baca sebelum peristiwa yang menggemparkan itu, pki selalu berseteru dengan nu/masyumi mungkin kala itu kalau saya tidak salah ingat dan juga memang melakukan tindak kekerasan berdasarkan berita-berita yang ada. Dikatakan sering sekali terjadi baku hantam antar pendukung dua parpol tersebut. Dan mengapa sekarang pki saja yang dihilangkan, seberapa berbahayanya mereka sebenarnya sehingga harus dihilangkan dari kasanah dunia perpolitikan indonesia, dan di blacklist di lingkungan sosial.

Sebenarnya saya mempunyai jalan pikiran berdasar bacaan-bacaan yang bahkan dalam benakpun sulit untuk mempercayainya. Pki itu komunis dan komunis tersebut bersebrangan dengan ideologi mayoritas negara-negara barat. Sepemahan saya memang kala itu Indonesia dengan pemimpin Sukarno lebih dekat secara hubungan bilateral dengan Rusia pusat komunis kala itu. Disebabkan mungkin karena tidak mau membantunya USA terhadap Indonesia perihal masalah Irian barat saat itu, berarti bisa di anggap atau di camkan bahwa USA ini lebih membela Belanda atas klaimnya terhadap Irian Barat. Larilah Sukarno ke Rusia yang kala itu mau meminjamkan dana dan senjata dengan pembayaran jangka panjang. Dan juga dengan kondisional-kondisional dunia kala itu juga seperti perang di vietnam yang mulai terlihatnya kemengan pihak vietnam utara yang komunis juga. Agresi militer indonesia terhadap malaysia dimana malaysia dibantu oleh Inggris, sebenarnya jika dilihat-lihat kita sudah cocok sebenarnya untuk masuk blok timur itu. Tetapi Sukarno tetap mencanangkan non-blok. Peristiwa-peristiwa besar tersebut terjadi sebelum 1965 tahun dimana g30spki terjadi.

Dan runtutan kejadian g30spki tersebut bagi saya masih sangat rancu, berikut ini adalah runtutan yang saya anggap masuk dalam benak saya dan memang benar-benar terjadi. 30 September 1965 terjadi pembunuhan jendral-jendral besar angkatan darat terkecuali A.Yani yang berhasil kabur, dan disini tidak saya tuliskan bahwa mereka dibunuh oleh pki karena belum diketahui kebenarnannya. Kemudian 1 Oktober 1965 dimulailah sebuah genosida besar-besaran manusia disini saya tidak ingin menggolongkan manusia-manusia yang tewas tersebut pki karena kondisi itu benar-benar pembantaian,mereka ada yang tidak tahu apa-apa dan tidak paham mengenai kepolitikan tiba-tiba diseret dan dibunuh hanya karena dicurigai sebagai pki, bahkan dalam hukum perang pun dilarang untuk membunuh masyarakat sipil. Jadi makanya saya menyebutnya pembantaian besar-besaran manusia karena entah mereka yang terbunuh itu pki atau bukan. Yang benar adalah mereka manusia yang bebas.

Atas terbunuhnya beberapa Jendral, jutaan manusia mati dalam keadaan disiksa bahkan hewan yang disembelihkan pun diperlakukan lebih beradab. Mengapa, mengapa manusia-manusia tersebut dibunuh, apakah jutaan manusia yang mati tersebut adalah tersangka dari pelaku pembunuh para Jendral-Jendral besar tersebut?. Kan tidak mungkin mereka berjuta-juta bebarengan membunuh 6 orang tersebut. Kenapa yang di bunuh bukanlah yang membunuh para jendral itu saja. Kenapa harus sejuta orang.

Dan ini adalah alasan-alasan yang menurut saya sangat sulit diterima kebenarannya karena ketidak percayaan saya, akan tetapi pasti memang ada beberapa fakta yang memang terjadi dalam kepalsuan. Terdapat yang namanya Dewan Jendral, dalam beberapa bacaan dan berdasarkan pemahaman saya Dewan Jendral tersebut adalah sebuah perkumpulan Jendral yang berencana mengkudeta Sukarno. Atas alasan apa?. Jawaban saya ini cuman menjelasakan dari bacaan yang saya baca jadi mungkin sebenarnya tidak perlu saya jawab karena keberadaan dari Dewan Jendral juga belum diketahui kepastiannya, kemungkinan mereka melakukan kudeta adalah sudah semakin muaknya mereka terhadap pki. Dikarenakan DN Aidit tangan kanan Sukarno adalah seorang pki dan bukan dari kalangan militer, dan juga pula Sukarno lebih dekat dengan PKI tinimbang dengan Angkatan militernya, dan ada lagi juga bahwa PKI ini ingin membentuk angkatan perang sendiri dengan disebut angkatan kelima. Tetapi bisa jadi Dewan Jendral ini hanyalah isu semata dan sebagai bagian dari skenario seseorang. Di beberapa bacaan yang saya baca dikatakan Syam Syarifudin inilah yang mencetuskan akan kemungkinan adanya Dewan Jendral ini, Syam memberi tahu Aidit, Aidit memberi tahu Sukarno dan paniklah beliau serta Aidit. Dengan begitu dibuatlah Dewan Revolusi yang bertugas menanyai jendral-jendral yang terduga apakah benar akan adanya isu tersebut. Sukarno memerintahkan Aidit, Aidit memerintahkan Syam dan atas kuasa sukarno menyomot beberapa resimen dari ketentaraan. Syam pun sudah mempunyai kekuatan untuk melakukan tugasnya. Tanggal 30 September dilaksanakanlah operasinya tersebut, entah dengan perintah Sukarno atau tidak tetapi saya pikir tidak mungkin Sukarno memerintahkan hal tersebut, para jendral-jendral tersebut di bunuh kecuali A.Yani yang berhasil kabur, keesokan harinya dengan sigap dan saya juga tidak tahu bagaimana caranya, Suharto langsung muncul dan memberantas semuanya .Entah dia sudah mengendus akan adanya seperti itu atau tidak. Dan setelah itu pembantaian jutaan manusia dimulai.

Ada dua orang yang berbau tidak enak disini, yang pertama adalah Syam Kamaruzaman, bisa jadi dia berlaku sebagai agen ganda dari Amerika, sehingga dengan skenario Amerika melalui pembunuhan Jendral yang di tuduhkan kepada pki tersebut pki bisa dibubarkan dengan jalan pembunuhan masal. Karena yang memegang komando lapangan adalah Syam Kamaruzaman, dialah yang memegang peranan kunci disini dan yang mengetahui kebenaranya. Kemudian ada lagi kemungkinan yang muncul. Bisa jadi juga itu adalah gagasan Aidit sedari awal untuk mengalahkan militer sehingga pki bisa bercekal dengan leluasa karena kalau berdasakan yang dari saya baca juga, terjadi penyelundupan senjata untuk  pki dan juga setelah perisitwa pembunuhan para jendral tersebut. Dia menyerang beberapa pos strategis, disini saya juga bisa melakukan suatu keadaan pembenaran apabila saya di posisi Aidit setelah terjadi pembunuhan jenderal, bila berdasar dari tulisan yang saya baca itu benar. Penyerangan posisi strategis itu terjadi setelah Jendral-Jendral tersebut diketahui telah terbunuh dan karena Aidit tidak tahu menahu bakalan dibunuh jendral-jendral tersebut karena berita terbunuh sudah tersiar dan dipastikan bakalan terjadi pengejaran terhadap semua pki dan dia sebagai pemimpin memutuskan bakalan mempertahankan pki, dengan jalan merebut posisi-posisi strategis tersebut agar di mungkinkan orang-orangnya bisa bertahan dan berlindung sampai terjadi perundingan. Lalu pembenaran untuk penyelundupan senjata-senjata tersebut, keadaan saat itu militer benar-benar memusuhi pki dan dengan persiapan akan keadaan apapun lah dia menyelundupkan senjata-senjata tersebut karena apabila terjadi cek-cok antara pki dan militer, presiden pun akan angkat tangan. Dan juga Presiden Sukarno saat itu adalah orang yang menaungi semuanya, dengan keadaan kesehatan Presiden Sukarno memburuk PKI pasti mau tidak mau menyiapkan skenario untuk keadaan terburuk juga. Atau jangan-jangan PKI memang ingin menguasai Indonesia.

Disini saya mencoba memahami kondisi dua sisi dan tidak mencoba untuk memihak salah satu pihak, saya hanya berusaha melihat dari sisi kemanusiaan dimana banyak manusia tewas karena permasalahan kepentingan salah satu pihak. Sukarno pun bersikap demikian menurut saya, dengan jalan membuat NASAKOM (Nasionalisme, Agama, Komunis). Mungkin dikarenakan  kondisi saat itu ya, jadi hukum belum terlalu tegak karena sebenarnya untuk kejahatan seperti pembunuhan para Jendral ini adalah kasus hukum dan orang-orang bebas yang tidak bersalah tidak boleh terkena imbasnya.

Bakalan banyak sekali dugaan-dugaan yang muncul di panggung sandiwara berdarah-darah karya sutradara anonymous ini , dan untuk bukti konkritnya belum di ketahui secara pasti. Dan semoga untuk semua orang-orang yang tewas tidak mengetahui apa-apa itu bisa tenang.
Baca Juga :
 
 
 

2 thoughts on “Ada Apa Dengan PKI ?

  1. Tulisan yang bagus, tetapi akan menjadi lebih baik lagi dengan mencantumkan sumber penulisan dan akan terlihat lebih baik apabila tulisan tersebut disusun berdasarkan urutan waktu sehingga akan terlihat jelas mengenai sebab dan akibat dari perkembangan PKI di Indonesia. Sukses terus mas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *