Akibat Meninggalnya Raja Thailand

Diposting pada

Akibat Meninggalnya Raja Thailand

Gambar sang raja

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, salah satu pemimpin monarki yang berkuasa paling lama dalam sejarah, meninggal di hari Kamis ini di umur 88 tahun. Kematiannya dan pergantian kekuasaan, dapat menjadi titik balik negara tersebut dikuasai militer dan terbagi-bagi oleh faksi partai politik.

Kekuasaan apa yang dimiliki raja?

Sebagai kepala negara dan militer, Raja Bhumibol mendukung penunjukan para petinggi pemerintahan dan petinggi militer. Pemerintahan militer yang telah memerintah negara itu sejak kudeta dua tahun yang lalu mengambil legitimasi dari sang raja. Karena sang Raja adalah simbol kesatuan nasional dan menjadi pusat perhatian di masyarakat Thailand. Gambar dn fotonya dipampang di bangunan, di sekolah dan di sepanjang jalan raya di negara.

Siapa yang melanjutkannya?

Maha Vajirlongkorn, 64 tahun telah ditunjuk oleh Raja Bhumibol sendiri sebagai pangeran kerajaan di tahun 1972. Sebagai satu-satunya anak laki-laki raja, Prince Vajiralongkorn telah terlihat orang-orang dan khalayak ramai sebagai seorang playboy dan mempunyai kehidupan seperti di Eropa. Reputasi tersebut telah membuat sebuah spekulasi oleh kebanyakan orang bahwa kudeta tahun 2014 adalah usaha militer untuk memperkuat kedekatannya sebelum kenaikannya dan mempermudah transisi ke militernya.

Pangeran tersebut telah menunda peresmiannya, mengatakan bahwa dia masih besedih dan meminta bela sungkawa negara pada ayahnya. Seorang petinggi mengatakan bahwa persemian dapat dilakukan setelah kremasi raja, setelah setahun periode bela sungkawa.

Berpihak kepada siapa militer?

Di tahun 2014, junta menjatuhkan pemerintahan yang sudah terpilih untuk kedua kalinya dalam satu dekade dan membuat suspendnya konstitusi. Gen. Prayuth Chan-oca telah dijadikan sebagai perdana menteri dan kepala junta(militer), sebuah pergerakan yang telah disetujui sang raja. Kudeta tersebut terlihat sebagai kemenangan bagi partai elit politik dan kekalahan untuk gerakan populist yang baru saja naik.

Di bulan Agustus, sebuah konstitusi baru telah didukung oleh hasil voting, ditulis oleh militer, yang mengurangi kekuatan prtai politik dan memberikan militer kuasa untuk menunjuk anggota Senat. Para elit politik yang tidak setuju dan kritik kepada referendum tersebut dalam berjalannya selama sebulan membuat 120 orang masuk penjara.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Jendral Prayuth mengumumkan bahwa setelah kematian raja, para petinggi pemerintahan dan negara akan memulai satu tahun bela sungkawa mulai dari hari Jumat. Bendera akan berkibar setengah tiang selama 30 hari, dan dia menyuruh masyarakat untuk melakukan perayaan selama waktu 30 hari tersebut.

Dari riwayat keluarga kerajaan yang meninggal seperti dulu, badannya akan di bringkan di sebuah peti, kemudian diikuti enam hari upacata. Kremasi dari Raja Bhumibol tidak akan terjadi sampai satu tahun nanti, kata salah seorang petinggi.

Dikarenakan absennya sang raja, Prem Tinsulanonda, 96, seorang mantan perdana menteri dan pemimpin dari Privy Council, kan menjadi pemimpin sementara.

Kematian Raha Bhumibol ini kemungkinan tidak mempengaruhi daerah Thailand saja, tetapi seluruh kawasan di Asia Tenggara. Dengan terkuasainya Thailand yang selanjutnya oleh militer, dan tidak pro terhadap barat maka mungkin akan timbul suatu gejolak-gejolak tak terprediksi. Dan apalagi di Malaysia juga terjadi skandal korupsi sedang di Myanmar juga terjadi gejolak. Indonesia?, belum tahu, tetapi tergantung apa yang kita inginkan dan dengan jalan apa kita mencapainya. Tergantung kita.

/span>

Sekelumit Pandang Pemikiran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *