Alasan Mengapa Penegakan HAM Itu Penting Dilakukan Di Indonesia

Diposting pada
encrypted-tbn0.gstatic.com

Hak-hak asasi manusia memang salah satu sumbangsih peradaban modern terutama jaman pencerahan. Dimana ketika manusia mulai menyadari atau bahkan mempertanyakan apa yang menjadi hak manusia sebagai manusia. Terlebih dengan mulai lenyapnya feodalisme yang bertumpu terhadap relasi penguasa dan hamba.

Baca Juga : Sejarah Ham di Indonesia

Sementara untuk Indonesia sendiri tumbuh kembangnya HAM adalah salah satu hal yang menurut saya fundamental bahkan dalam membentuk Indonesia itu sendiri. Sehingga mengenai sebuah penting atau tidaknya HAM di Indonesia itu bisa dijawab dalam benak masing-masing setelah mendapat paparan pernyataan bahwa HAM adalah salah satu hal yang melandasi munculnya perjuangan melawan penjajahan.

Indonesia muncul karena semangat manusia-manusia pejuang jaman dahulu memperjuangkan hak-haknya. Hak yang seharusnya setiap individu manusia baik sebagai perseorangan, golongan atau bangsa berhak untuk memilikinya. Hal tersebut adalah sebuah bentuk kesadaran manusia yang semakin berkembang.

Pemikiran-pemikiran mengenai manusia sebagai manusia memberikan kekuatan baru yang menentang bentuk-bentuk hal yang telah membuat hak-hak itu terenggut. Dalam sejarah Indonesia kesadaran akan hak-hak yang terenggut tersebut muncul ketika bangsa Indonesia dalam hal ini sebagai tahap awal yang menyadarkan adalah kaum-kaum cendekiawan atau pemikir.

Sastra disini bermain peran dalam memberikan tiupan ruh-ruh hak-hak asasi manusia ke dalam bangsa Indonesia. Berikut seperti buku Max Havellar yang menceritakan seorang Asisten Residen di Lebak Banten memperjuangkan “de javaan(orang jawa)” yang ia sebut teraniaya. Buku yang ditulis Multatuli tersebut tersebar luas sampai ke jangkauan kaum-kaum cendekiawan Indonesia.

Kemudian terdapat lagi karya-karya sastra lain seperti milik RA Kartini yang kemudian meletup di Eropa. Timbulnya kesadaran-kesadaran dalam benak kaum cendekiawan yang biasanya berasal dari keluarga bangsawan dan priyayi membuat mereka melihat kesetimpangan yang terjadi. Bahwa tetangga berjarak beberapa jengkal tanah rumah mereka mengalami siksaan. Sehingga timbulah perlawanan jenis baru dari kaum-kaum berkesadaran dan telah melek keilmuan sosial barat yaitu dengan perngorganisasian.

Baca Juga : Kartini-Kartini Yang Abadi

Dengan berkumpul menjadi satu kesatuan, hal-hal mengenai sebuah tindakan yang merepresi hak-hak masing-masing dapat diperjuangkan. Bahkan sebelum kegiatan pengorganisasian itu ada, sebuah bentuk perjuangan akan hak asasi muncul di daerah Blora yang diprakarsai Samin Surosentiko. Dia mengetahui bahwa peraturan-peraturan yang dibuat Belanda hanyalah untuk memberikan keuntungan terhadap Belanda sendiri. Sehingga perlawanan yang ia lakukan adalah bisa juga disebut sebagai pengorganisasian, yaitu dengan boikot dan menolak untuk membayar pajak.

Dan  yang menjadi kekuatan kesadarannya adalah pemikiran-pemikiran Jawa. Bahwa bentuk-bentuk kegiatan produksi Belanda tidaklah selaras dengan alam. Berlawanan dengan keharmonisan dan keserasian ajaran-ajaran lama jawa. Tetapi perlawanannya tersebut dihentikan oleh Belanda dengan menangkap dan membuang Samin Surosentiko. Meski dalam menyuarakan perjuangannya Samin tidak menyebutkan mengenai HAM dan lain sebagainya. Tetapi dapatlah dipahami bahwa bentuk perjuangan Samin adalah perjuangan manusia memperjuangkan haknya.

Waktu kemerdekaan adalah salah satu bentuk puncak usaha bangsa Indonesia dalam berjuang. Tetapi perjuangan yang diawali demi memperjuangkan haknya tersebut tidaklah berhenti disitu. Karena manusia tidak dapat luput dari kesalahan-kesalahn yang baik disengaja maupun tidak disengaja, baik disadari maupun tidak disadari. Munculnya represi-represi yang membuat hak-hak manusia tetap terenggut pasti tetap muncul.

Mungkin karena sistem seperti itu yang masih memungkinkan timbulnya represi-represi itu atau bukan. Contoh kasus pelanggaran HAM setelah kemerdekaan adalah sebuah sikap pemojokan pihak pemerintah Indonesia terhadap golongan etnis Cina. Tanpa sebab dan alasan yang jelas sebuah perintah dilayangkan untuk melarang kegiatan dagang mereka. Yang akan membuat orang-orang Cina di Indonesia terkatung-katung nasibnya.

Salah satu orang yang lantang menyuarakan pembelaan terhadap etnis Cina tersebut adalah Pram. Dengan berdasarakan berbagai alasan mulai dari hak-hak dan analisis asal muasal mengapa bisa ada etnis Tionghoa di Indonesia berikut sejarahnya di Indonesia. Mulai dari peran sertanya dalam kehidupan di Indonesia, maupun dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sehingga pemojokan oleh pihak yang berkuasa terhadap etnis Tionghoa bukanlah hal yang masuk akal. Karena etnis Tionghoa yang berada di Indonesia telah lama berada di tanah Indonesia sehingga patut menjadi warga Indonesia.

Baca Juga : Panggil Dia Pram Saja

Bisa dilihat salah satu bentuk represi yang dilakukan manusia sesama manusianya dalam contoh kasus tersebut. Padahal siapa yang berhak menetukan siapa yang boleh melakukan ini dan tidak boleh melakukan itu. Dan mengenai etnis bukankah sebenarnya secara ras kita ini sama dengan orang Tionghoa. Bahkan bisa dianggap karena telah lamanya orang Tionghoa menetap di Indonesia tidak dapat dipungkiri bahwa darah kita juga tercampur dengan orang Tionghoa.

Karena pembelaan Pram tersebut, dia dipenjarakan oleh pemerintah. Salah satu bentuk pelanggaran HAM lagi. Apakah perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya berhenti di kemerdekaan? Tidak, karena ada kasus-kasus pelanggaran yang kemudian bermunculan bahkan masih banyak lagi sampai sekarang.

Sehingga dengan sistem yang masih memungkinkan bentuk-bentuk pelanggaran hak asasi manusia tetap bisa muncul. Dengan berkaca bahwa adanya bangsa Indonesia itu sendiri karena perjuangan akan hak-haknya maka akan menjadi sebuah dosa apabila bangsa yang telah merdeka ini tetap menjalankan pelanggaran-pelanggaran itu. Bukankah dengan begitu tidaklah berbeda dengan musuh bangsa Indonesia yang belum merdeka.

Maka seberapa pentingnya penegakan HAM di Indonesia, adalah sebuah tanya  yang harus dijawab dibenak masing-masing. Dan maknai hak-hak baik masing-masing maupun golongan maupun kelas-kelas itu. Karena dari arti yang diketahui memberikan sebuah kesadaran.akan apa yang patut diperjuangkan. Apalagi di masa sekarang ini tangan-tangan kesewenang-wenangan bersembunyi dalam berbagai bentuk tipuan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *