Antara Alam Kehidupan Tiap Kebudayaan

Diposting pada

Perihal ini, akan tersebutkan dua cakupan pembentukan kebudayaan pemikiran. Yang membentuk cara berpikir masyarakat yang berbudaya tempat tersebut. Dalam pembahasan mengenai hal ini, akan dikutip dari buku “Gun, Germ and Steel”. Yang menunjukkan sebuah alasan kenapa kita yang dapat disebut berada di kebudayaan timur ini, terutama Asia tenggara berkondisi seperti ini.

Dalam sepak terjang sejarah yang panjang. Dimana pada akhinrya bangsa daerah kita sempat tertunduk terhadap bangsa yang sedang giat-giatnya berkolonial yaitu bangsa Eropa. Dan dalam buku tersebut diperjelaskan akar masalah dari sejarah panjang evolusi manusia yang setiap daerah berbeda-beda, Dimana nusantara sejak lama telah menjadi daerah yang berkelebihan kesuburannya. Sedangkan daerah Eropa yang diharuskan beradaptasi terhadap kondisi alam yang ganas apalagi apabila terserang musim dingin panjang.

Pertanian di daerah berkondisi empat musim. Mengharuskan penduduk daerah sana mencari cara agar dapat bertahan dalam kondisi tersebut. Seperti menggunakan lumbung-lumbung sebagai tempat menyimpan makanan. Maupun cara lain yaitu dengan merampok dari daerah lain yang mempunyai penghasilan sumber makanan berlebih.

Sementara untuk daerah beriklim tropis yang kesuburannya tiada tara. Tidak perlu untuk memerlukan perampokan daerah lain karena mereka dapat menjalani hidup mereka dan bertahan hidup dalam keadaan lingkungan yang sangat mendukung tersebut.

Perbedaan iklim dan cakupan wilayahnya tersebut tidak saja berdampak terhadap cara makan, jenis makanan, dan cara pencarian makannya. Tetapi dalam cara berpikir masyarakat tersebut untuk waktu-waktu selanjutnya. Dan terlihat dalam bentuk kebudayaan yang muncul dari daerah tersebut.

Penunjukkan waktunya yang paling tepat dan mencolok adalah ketika jaman petualangannya Eropa. Dimana mereka berkelana kesepenjuru dunia untuk menemukan kekayaan dan lain sebagainya. Atau bisa dikatakan dalam cara kehidupan bentukan masa lalu mereka adalah eksploitasi terhadap sekitarnya. Karena lingkungan, mereka diharuskan untuk melakukan perubahan alam sekitar mereka dengan tangan dan akal mereka masing-masing.

Seperti dengan pembuatan alat-alat untuk mempermudah hal tersebut. Dan dapat terlihat dalam rentang kronologis sejarah, penemuan mesin uap pertama kali dari Inggris. Suatu bukti bahwa selain tangan manusia dan hewan sebagai sumber kekuatan mesin-mesin purba dahulu. Terdapat sumber kekuatan lain yang dapat mempermudah kehidupan manusia.

Dalam buku “Gun, Germ and Steel” tersebut diceritakan terdapat seorang pemuda dari Papua Nugini yang menanyakan sebuah pertanyaan fundamental. “Mengapa bangsa kalian yang dapat membuat hal ini, dapat melakukan hal ini dan yang memberikan batu fondasi ke peradaban modern?”.Dan oleh sebab dari pertanyaan tersebut buku “Gun, Germ and Steel” muncul. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dari sisi penjelasan keilmiahan. Dan berusaha tanpa terdapat subjektifitas.

Dalam perbedaan tersebut, filosofi tiap kebudayaan tersebut juga berbeda. Dimana kita pasti sering mendengar apabila filosofi jawa berlaku sebagai tata cara hidup seorang manusia dengan alam yang sebagai pendampingnya. Relasi antara manusia dan alam adalah hal yang saling terikat. Dan dalam filosofi jawa manusia tidak dapat hidup tanpa alam. Dan manusia diharuskan dapat menjaga keserasiannya dengan alam. Tanpa mengambil berlebihan dan mengambil secara secukupnya saja. Oleh karena itu filosofi kesemestaan masyarakat dengan tipe budaya serasi dengan alam sekitarnya. Sering kali berkisar seperti itu, dan mereka yang hidup telah memiliki berbagai kelebihan kesuburannya tidak keluar dari daerah mereka sendiri. Karena untuk apakah itu, bila mereka sendiri dapat mencukupi kebutuhan masing-masing dengan mengambil apa yang dibutuhkan dari sekitarnya.

Kemudian, dalam filosofi barat. Dapat terlihat bahwa sesungguhnya pemikiran tersebut terus menerus berkembang. Karena begitulah kebudayaan mereka, mereka dibutuhkan melakukan perjalanan keluar dari rumah mereka dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Age of Discovery” dalam masa mereka bukanlah hanya karena untuk petualangan semata. Tetapi karena cara berpikir yang dipengaruhi oleh kebudayaan mereka yang membaut mereka melegalkan cara itu, untuk menguasai daerah lain dan menyebut penduduk daerah lain tersebut “native (pribumi)”.

Dengan jalan piker barat yang telah berhasil menguasai semua sendi kehidupan di dunia dengan penyebutan kemajuan menuju modern. Cara berpikir mereka dapat terlihat dengan sebuah pencapai kalimat apabila “Semesta itu terus menerus berkembang”. Karena bentukan mereka yang membuat mereka harus terus menerus ekspansi tersebut. Sehingga pandangan mereka selalu melebar dan meluas memakan segala yang belum diketahui.

Sementara warga masyarakat ketimuran tentu tidak berpikir seperti itu. Karena bentukan kebudayaan yang membuat mereka tidak memerlukan diri mereka untuk berpindah. Karena kenyamanan mereka terhadap daerah mereka tersebut. Mereka kemudian membentuk pola pikir dimana mereka seharusnya tidak mengambil berlebih terhadap alam dan mengambil sesuai kebutuhan mereka saja. Sehingga semesta mereka adalah hal yang bersifat diam dan konstan. Tanpa perubahan, sehingga mereka memerlukan mengetahui tempat mereka masing-masing di alam tersebut.

Tetapi karena yang berhasil mengelilingi dunia dan menghujamkan pengaruh terbesar terhadap dunia adalah kebudayaan barat. Maka pemikiran merekalah yang menjadi fondasi perkembangan pemikiran selanjutnya. Mungkin hasilnya akan berbeda apabila yang telah mengelilingi dunia adalah bangsa yang berkebudayaan iklim tropis. Tetapi meninjau bukti sejarahnya, hal itu tidaklah terjadi karena sebab-sebab yang telah tersebut diatas.

Tetapi mungkin dengan kondisi alam semesta pararel, apakah mungkin jika pemikiran timurlah yang mendominasi dunia sekarang, kalimat “Semesta terus berkembang” tersebut tidak bakal muncul.

Karena diganti dengan keserasian kita terhadap alam, sehingga kemungkinan lain lagi jika di dunia tersebut umat manusia tidak akan pernah mencapai bulan. Tidak akan melihat lebih dekat terhadap planet-planet lain.

Tidak bermaksud untuk menghujamkan batas mana yang lebih baik dan mana yang bukan terhadap perbedaan kebudayan ini. Akan tetapi saya lebih ingin merujuk akan adanya kemungkinan yang dapat muncul. Seperti dengan perilaku cara berpikir eksploitatif terhadap alam apakah bumi akan tetap asri. Tetap terjaga sehingga kita dapat hidup didalamnya. Apabila memang hanya ada satu planet yang dapat berpenghuni dan hanya bumi sajalah. Mungkin jawaban akan keselamatan dunia kita ini berasal dari filosofi orang timur.

Daftar Pustaka

Kodiran, 2007. ―Kebudayaan Jawa‖ dalam Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan

Diamond, J. M. (1999). Guns, germs, and steel: The fates of human societies. New York: Norton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *