Apa Yang Dimaksud Dengan Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Diposting pada
Pinterest

Menilik makna perubahan sosial dengan artikel sebelumnya. Dimana sebuah perubahan sosial dalam perubahannya terjadi perubahan dalam relasi-relasi sosialnya, kebudayaanya dan lain-lain. Maka setelah mencoba menjabarkan berbagai faktor serta cara-cara pendekatan untuk melihat perubahan sosial yang telah terjadi. Di artikel ini akan mencoba membahas tentang sebuah pertanyaan sebenarnya apa saja yang menghambat sebuah perubahan sosial.

Jika menilik perubahan sosial adalah sebuah perubahan yang terjadi karena berbagai ketimpangan-ketimpangan maupun ketegangan yang terjadi didalam masyarakat. Maka mau tidak mau suatu mayarakat akan tetap bergerak dan berubah. Dan karena juga memang lazimnya masyarakat senantiasa bergerak sesuai bukti dengan melihat ke yang lalu-lalu.

Jika perubahan sosial adalah sesuatu yang dikehendaki maka apa yang dilihat oleh sang pengkehendak adalah hal atau sesuatu yang membuat ganjalan terhadap perubahan yang dikehendakinya tersebut maka hal tersebutlah yang disebut sebagai penghambat.

Memang bila berdasar dari kalimat diatas maka penghambat adalah hanyalah sebuah masalah pandang mata dari mana melihat. Sehingga pihak yang menghendaki perubahan dan menganggap sesuatu itu tidaklah berubah bagai orang yang melihat dari atas tidak mempedulikan apa yang sebenarnya dikehendaki yang berada dibawahnya.

Maka untuk membuat sebuah penjelasan tentang sebuah hambatan kiranya sulit apabila tidak menjabarkan dulu perubahan yang  dikehendaki pihak mana?. Lalu kira-kira bagaimanakah perubahan itu dan sekiranya dampak apa dari usaha untuk mengubah tersebut. Bukan bermaksud untuk membuat pernyataan lebih banyak lagi.

Baca Juga : Proses Perubahan Sosial Masyarakat Dengan Pandangan Materialis Dialektis

Contohnya begini, apabila ada suatu wilayah yang memiliki relasi sosial sehat dan kegiatan produksi serasi dengan alam sekitarnya. Sehingga ketegangan tidak terjadi, apabila menilik pendekatan dari Durkheim maka masyarakat tersebut secara fungsinya secara serasi berjalan dengan kepercayaan yang terdapat di dalam wilayah tersebut.

Kemudian jika menilik teori Marx maka kebutuhan produksi diwilayah tersebut didistribusikan merata dan satu sama lain bekerja demi kebutuhan satu sama lain. Maka daerah yang tidak terjadi ketegangan tersebut mungkinkah masih merasa belum cukup?.

READ  Jenis Manusia Purba di Eropa Dan Pembabakan Masanya

Dan ini terjadi di Indonesia kuno bahkan sebelum terpengaruh ajaran-ajaran Hindu. Contoh kasus diatas diambil dari analisis Pram (di Hoakiau di Indonesia) mengenai masyarakat Indonesia ketika jaman dahulu sebelum mengenal feodalisme Hindu. Dalam masyarakat tersebut yang tentunya tidak sendiri. Karena terdapat masyarakat lain dengan sistem lain. Yaitu Hindu India, dimana persinggungan antar kebudayaan tersebut merubah sistem sosial di wilayah yang berkecukupan tersebut.

Bukan bermaksud untuk menyalahkan hindu India yang mengakibatkan perubahan tersebut. Tetapi karena lazimnya gerak manusia yang sudah pasti bersinggungan dengan kebudayaan lain. Salah satu alasan mengapa kebudayaan Indonesia purba dapat seperti itu karena alam sudah terlalu subur sehingga menimbulkan sebuah sistem sosial yang tenang dan tentram. Sementara kebudayaan di tempat lain tentu telah memiliki perdagangan dan kebutuhan yang senantiasa bertambah oleh karena itu mereka menjelajah ketempat lain. Dan bersinggungan dengan budaya lain salah satunya Indonesia purba tersebut.

Setelah melihat ke masa lalu tersebut untuk dijadikan pijakan. Maka setelahnya masa depan bagaimana yang diinginkan. Alasan apa yang membuat perubahan itu dilakukan. Lalu alasan apa hingga mengatakan sesuatu hal sebagai penghambat.

Baca Juga : Materialisme Karl Marx Dengan Pandangan Antropologi Budaya

Apakah menjadi modern adalah sebuah bentuk perubahan. Memang teknologi adalah bentuk kemajuan tetapi relasi-relasi sosial pemakai teknologi tersebut bagaimana. Apakah telah berhasil menjadikan sosial tentram dan tidak terjadi ketegangan?

Bukan berarti berupaya meyakinkan orang-orang untuk menghentikan sebuah perubahan. Tetapi hanya ingin menelurkan sebuah pertanyaan apakah perubahan seperti itu yang diperkenankan oleh kita. Apakah sebagai makhluk berkesadaran kita tidak boleh menentukan bentuk perubahan sendiri yang ingin dituju.

Di kalimat-kalimat awal terkata apabila pihak yang biasanya melihat hal sebagai penghambat layaknya orang berada di atas langit. Itu karena yang saya maksud ialah pihak yang berkuasa diatas sehingga melihat apa yang layak diubah dan tidak. Padahal tiap anggota masyarakat berhak untuk menentukan sebuah perubahan apa yang mereka inginkan. Atau malah ingin merubah perubahan itu karena mereka merasa perubahan itu tidak diarah yang sebenarnya benar. Karena setiap anggota dalam masyarakat mampu untuk membuat perubahan.

READ  Perang Diponegoro

Seperti buruh yang memiliki kesadaran sebagai sebuah golongan kelas yang muncul karena sejarah memang mengangkatnya ke kenyataan. Kelas buruh tersebut dengan kekuatan solidaritasnya berhasil mengubah bentuk dunia dikemudian hari. Yang pada awalnya dianggap kelas yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Dan kelas atasnya yang biasa memiliki alasan dan lain-lain untuk mengatakan pembuatan ini-itu,pembangunan ini-itu sebagai usaha untuk merubah sehingga mereka seperti berada diatas.

Ditantang oleh kelas buruh ini, dan mengatakan mereka memiliki perubahan sendiri. Lalu agar tidak menjadikan seperti kata-kata awal yaitu yang menjadi hambatan adalah yang berada diatas maka diutarakanlah sebuah pernyataan yang memang mau tidak mau yang menginginkan perubahan akan menemui hambatan, tetapi bagaimana bentuk hambatan tersebut adalah sesuatu yang kemudian muncul.

Maka sekarang pertanyaan yang juga adalah judulnya mungkin terlihat bias karena pembahasannya malah tidak meyakinkan mana yang menghambat dan mana yang bukan. Karena apabila menilik dari sebuah arti dari artikel sebelumnya yang mana perubahan sosial maka perubahan antar relasi berikut sistem dan lain-lainya. Menurut saya hambatan itu akan tetap ada tergantung oleh yang menginginkan perubahan. Tetapi apabila ada yang layaknya diatas menginginkan perubahan maka harus ada yang merubah orang diatas itu, dan menariknya jatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *