Diskursus merujuk kepada bagaimana kita berpikir dan mengkomunikasikan tentang orang-orang, benda-benda, organisasi sosial dari sosial, dan hubungan antara disekitar dan diantara kesemua tiga hal tersebut. Diskursus keluar dari institusi sosial seperti media dan politik, dan karenanya memberilan struktur dan perintah terhadap bahasa dan pemikiran, hal itu membentuk dan memerintah kehdupan kita, hubungan kita dengan yang lain, dan sosial. Lalu itu juga membentuk apa yang dapatkita pikirkan dan ketahui dalam waktu tertentu. Dalam hal ini, sosialog membingkai diskursus sebagai kekuatan produktif karena hal itu membentuk oikiran, ide, kepercayaan, nilai, identitas, interaksi dengan yang lain, dan perilaku kita. Dalam melakukannya, itu memproduksi […]

Kejelasan akan makna sebuah kata sepertinya menjadi urusan manusia dalam menentukan kata-kata yang menjadi pengartian sesuatu tersebut. Dan ketika kata tersebut bahkan kemudian membawa berikut dampak di kedepannya. Tentang hal-hal sangkut paut manusia-manusia tersebut di dunia kehidupannya. Pengurusan mengenai kehidupan sehari-hari seperti nampaknya terjadi dengan begitu saja apabila tidak meninjau aspek-aspek pengartian menentu. Dan kemungkinan besar semuamanusia harus melakukan ini agar dapat menjalani apapun yang ia lakukan adalah terjadi. Dan demokrasi adalah salah satu kata yang kemudian menjadi definisi bagi setiap bentukan-bentukan masyarakat dan relasi kegiatannya. Dalam perjalanan sejarah manusia di titik sekarang ini. Dengan berbagai pergulatan kekuatan otot dan […]

Ranking-rangking terbaru didunia menunjukkan seberkas prestasi baru bagi Indonesia. Entah baik atau burukkah itu dinilai lewat mata sendiri-sendiri saja. Karena yang dimaksud adalah ranking korupsi di tiap Negara. Dan dalam urutannya Indonesia sempat menempati nomor-nomor yang sudah hampir buruk. Tinjauan akan mengapa hal itu dapat terjadi tidaklah dapat dengan secara gamblang menyebut apabila memang orang Indonesia adalah koruptor-koruptor. Karena ada hal lain yang kemudian membuatnya seperti itu. Tetapi kembali lagi meskipun ada sebab di masa lalu tetaplah pasti pelakunya ialah manusia. Pendekatan Teoritis Akan Mengapa Dapat Timbul Korupsi Sebagai awal dibuka dengan penjelasan lewat pendekatan teoritis akar kenapa dapat timbul […]

Menilik makna perubahan sosial dengan artikel sebelumnya. Dimana sebuah perubahan sosial dalam perubahannya terjadi perubahan dalam relasi-relasi sosialnya, kebudayaanya dan lain-lain. Maka setelah mencoba menjabarkan berbagai faktor serta cara-cara pendekatan untuk melihat perubahan sosial yang telah terjadi. Di artikel ini akan mencoba membahas tentang sebuah pertanyaan sebenarnya apa saja yang menghambat sebuah perubahan sosial. Jika menilik perubahan sosial adalah sebuah perubahan yang terjadi karena berbagai ketimpangan-ketimpangan maupun ketegangan yang terjadi didalam masyarakat. Maka mau tidak mau suatu mayarakat akan tetap bergerak dan berubah. Dan karena juga memang lazimnya masyarakat senantiasa bergerak sesuai bukti dengan melihat ke yang lalu-lalu. Jika perubahan […]

Hak-hak asasi manusia memang salah satu sumbangsih peradaban modern terutama jaman pencerahan. Dimana ketika manusia mulai menyadari atau bahkan mempertanyakan apa yang menjadi hak manusia sebagai manusia. Terlebih dengan mulai lenyapnya feodalisme yang bertumpu terhadap relasi penguasa dan hamba. Baca Juga :┬áSejarah Ham di Indonesia Sementara untuk Indonesia sendiri tumbuh kembangnya HAM adalah salah satu hal yang menurut saya fundamental bahkan dalam membentuk Indonesia itu sendiri. Sehingga mengenai sebuah penting atau tidaknya HAM di Indonesia itu bisa dijawab dalam benak masing-masing setelah mendapat paparan pernyataan bahwa HAM adalah salah satu hal yang melandasi munculnya perjuangan melawan penjajahan. Indonesia muncul karena […]

Kata yang sering terucap meski makna sering kali dirasa abstrak. Perubahan. Dunia berubah, manusia berubah, diri pun berubah. Tetapi ketika menggali dari kata perubahan itu lagi. Apakah yang berubah. Maksud yang dikemukakan oleh setiap individu yang menggumam maupun meneriakkan maupun menuliskan kata tersebut adalah apa?. Dan ketika menuju ke tambahan kata menjadi perubahan sosial. Sebenarnya apa yang berubah. Apakah perubahan itu adalah seperti energy yang berbentuk fisik yang menghempaskan setiap badan.Ataukah hal itu ialah sebuah perubahan cara berpikir yang secara serentak merasuki setiap diri disetiap waktu dan daerah. Kekuatan apakah itu perubahan hingga kata itu sering kali diulang-ulang. Apakah dengan […]

Memang dilihat dari tingkat kepadatan penduduk dan juga pembangunan, Indonesia tampak sekali ketimpangan antar satu daerah dengan yang lainnya. Terlebih lagi sangat jelas apabila kepadatan yang paling padat adalah di daerah Jawa. Dimana alasan dari kenapa bisa daerah tersebut harus ditilik dari waktu yang telah lalu. Karena banyak faktor untuk ditimbang dalam membahas perihal alasan tersebut. Dalam masyarakat, hal yang menarik orang-orang untuk pindah tempat adalah banyak hal, seperti peluang kerja, pembangunan yang maju, pusat perdagangan dan lain-lain. Banyak faktor yang membuat orang-orang menuju ke daerah-daerah tersebut. Itu jika kebanyakan yang membuat meledaknya populasi adalah pendatang. Apabila sedari awal peledakan […]

Antropologi idealis memahami realitas kebudayaan sebagai aktivitas subjektif sepenuhnya. Pada pengabsolutan postulat keuniversalan relasi-internal. Realitas material hanya ada dalam relasinya dengan kesadaran. Tetapi kemudian karena relasi-relasi internal tersebut dilihat tanpa kacamata historisnya. Maka tidak mungkin ada pengakuan atas kondisi material objektif. Ilmupun sebagai konsekuensinya dibangun untuk arisan antar subjek-intelek. Beserta konstruksi kebenarannya yang disusun secara intersubjektif. Materialisme Marx dibangun untuk ilmu, yaitu materialisme historis. Lewat ilmu materialis historis. Marx ingin membuat konstruksi kebenaran yang tidak seperti yang lain. Lewat penggalian ilmu yang secara objektif maka digunakanlah realisme materialis sebagai objek. Objek yang keberadaan materialisnya terlepas dari ada tidaknya subjek berkesadaran. […]

Tulisan ini sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Dimana setelah dipaparkan kritik atas materialisme oleh Marx yang ia tunjukkan dengan keberadaan materialisme pada akhirnya menepis keberadaan manusia sebagai agensi perubahan. Bagaimana mungkin bisa mengubah, jika gerak faktor perubahan sepenuhnya berasal dari eksternal. Pernyataan tadi terdampak karena materialis hanya memahami realitas sebagai objek. Padahal material tersebut tidak dapat mengobjekkan dirinya sendiri. Oleh karena itu kebenaran objektif tidaklah mungkin. Karena yang ada hanyalah kesepakatan antar subjek pengamat. Dan yang berkuasa dapat mengarahkan perubahan adalah mereka yang punya sarana konstruksi kebenaran. Cacat atas materialisme diatas, bertolak belakang dari usaha Marx untuk memahami masyarakat manusia […]