Banjir Besar di Seluruh Dunia

Diposting pada

Dengan perahunya Nabi Nuh dapat menyelamatkan umatnya dan hewan-hewan yang berpasang-pasangan agar kehidupan di bumi dapat berlanjut kembali. Jika ditilik dari ceritanya sehingga Nabi Nuh memerlukan hewan-hewan diikutkan agar kehidupan dapat berlanjut kembali setelah banjir itu surut. Berarti banjir tersebut tergolong sangat besar apabila menilik dari cerita tersebut. Karena apabila banjir tersebut hanyalah banjir daerah biasa, mana mungkin si Nuh ini bakal mewajibkan untuk membawa semua hewan dalam bentuk berpasang-pasang. Atau bisa saja Nuh ini tidak bakal tahu sebesar apa banjir tersebut hanya sebatas tahu bahwa banjir tersebut besar dan untuk cakupan daerahnya seberapa tidak tahu jadi untuk jaga-jaga dia mengumpulkan hewan-hewan di daerahnya. Terdengar seperti cerita yang di buat-buat, sama seperti mitos yang untuk pembuktiannya sangat sulit sekali.

 

Tetapi anehnya cerita tentang banjir besar ini tidak cuma berada di satu daerah saja tetapi di seantero peradaban-peradaban kuno yang ada dan berbeda daerah bahkan berbeda benua. Jadi di setiap peadaban-peradaban kuno itu terdapat kepercayaan bahwa para manusia yang membangun peradaban mereka adalah yang selamat dari banjir besar tersebut.

Baca Juga :

Dari peradaban pertama di dunia Sumeria terdapat kepercayaan akan terjadinya banjir besar, kemudian Babylonia dengan Gilgameshnya, dataran Cina juga terdapat cerita banjir yang diturun-temurunkan melalui lagu, di Inca juga ada. Apaka kesemua peradaban ini berasal dari sekelompok manuisa yang selamat dari banjir besar tersebut dan menyebar keseluruh dunia lalu cerita tersebut kemudian di turun-temurunkan bersamaan dengan menyebarnya manusia. Padahal dalam keilmiahan bukti bahwa banjir besar memang telah terjadi belum di ketemukan.Apabila memang diketemukan terdapat bukti bahwa banjir besar memang pernah terjadi, banjir tersebut hanya dalam skala regional saja tidak lebih. Lalu bagaimana bisa cerita ini bisa menyebar ke seluruh pelosok bumi?.

Seperti postingan saya tentang figur venus yang menyebar di Eropa, dari situ bisa dikatakan bahwa kepercayaan itu bisa menyebar maka bisa jadi kepercayaan tentang banjir besar ini juga menyebar ke seluruh dunia secara perlahan karena dengan beberapa perubahan sesuai dengan geografi. Selubung sebuah mitos sangatlah besar padahal kenyataannya bisa jadi sangat-sangat sederhana.Dapat di analogikan seperti ini, setiap manusia pasti mempunyai ceritanya sendiri-sendiri dan kadang ceritanya itu di ceritakan oleh orang lain akhirnya cerita itu di ceritakan dengan cara berbeda dari sumber cerita sebelumnya, cerita itu di ceritakan menurut pemahaman si pencerita ke dua ini. Hal itu bisa di hubungkan dengan cerita tentang banjir besar ini, banjir tersebut memang terjadi di sebuah daerah dan memang banjir tersebut besar adanya akan tetapi dalam skala daerah saja sehingga mempunyai kemampuan untuk menghapus sebuah peradaban maju saat itu, di karenakan saat itu jumlah sebuah peradaban besar cuman beberapa saja jadi apabila sebuah peradaban hancur karena hancur dan para manusia-manusia peradaban itu lari dari tempat itu ke tempat lain pasti bakal menceritakan tentang banjir tersebut dan cerita tersebut di lanjutkan oleh orang lain dan seterusnya. Akhirnya cerita tersebut menjadi berubah-ubah tidak menjadi seperti sumber cerita pertama.

Berarti cerita banjir besar ini yang di tulis dalam salah satu kitab besar ini hanyalah mitos saja, saya hanya mengatakan bisa jadi karena memang belum ada bukti-bukti yang kuat dari peristiwa tersebut karena tidak mungkin seorang manusia tidak bertanya-tanya akan kebenaran dari kepercayannya. Tetapi di pembukaan Timaeus dan Critias nya Plato di sebutkan bahwa asal manusia-manusia Yunani berasal dari daerah yang peradabannya telah maju tetapi hilang karena telah terjadi bencana yang menenggelamkannya. Mungkinkah bencana itu adalah banjir tersebut, karena bahkan Plato pun menyebut-nyebutmya. Bisa jadi juga itu adalah sebuah cerita saja bisa jadi itu adalah fakta, tidak bakal terjadi kebenaran kecuali terdapat penemuan mesin waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *