Bagaimana Kita Bisa Tahu Bahwa Big Bang Benar Terjadi

Diposting pada
 
Di teori ini, alam semesta secara kasar meledak dalam satu waktu di masa lalu. Momen dari ledakan inilah yang disebut Big Bang. Di dalam konsep yang sama akan dijelaskan konsep lebih sederhana. Jika kamu pergi ke masa lalu sekitar 20,000,000,000 tahun yang lalu atau 20 miliar tahun yang lalu kamu akan berada di titik dimana galaksi atau apapaun yang ada di alam semesta sekarang ini berada di satu tempat. Para astronom setuju jika model ini adalah yang paling masuk akal dan paling bisa untuk menjelaskan apa yang terlihat di teleskop. Sejak saat itu alam semesta telah berkembang dan meluas. Jadi alam semesta sekitar 14 miliar tahun yang lalu. Menurut eskpansi dari cahaya yang membutuhkan waktu lama sampai ke kita, menjadi 20 miliar tahun.
Miskonsepsi
Big Bang bukanlah seperti ledakan bom. Jika kamu mengambil semua hal yang telah terpisah sebelum bom meledak maka kamu membangun sebuah bom awal. Tetapi alam semesta adalah bom jika bisa dikatakan. Tidak ada apapun di luar tepian alam semesta jika terdapat ledakan alam semesta tersebut. Meskipun alam semesta tidak mempunyai tepi, kamu tidak bisa menanyakan apa yang ada diluar alam semesta itu ataupun kearah mana alam semesta melebar. Ini adalah satu dari pertanyaan-pertanyaan yang dapat kamu jawab jika kamu tidak memikirkannya kecuali kamu melakukan pendekatan dengan spiritual.
Big bang tidak membuktikan keberadaan Tuhan
Teori ini adalah sebuah teori sains dan tidak ada usaha dalam teori ini untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Pertanyaan spiritual itu adalah untuk para orang-orang religius yang mencarinya.
Bagaimana caraku untuk memahami ekspansi atau perluasan alam semesta ini seperti anak kecil?
Bayangkan dirimu sangat-sangat kecil dan dapat berdiri di balon. Contohlah balon itu adalah berwarna kuning. Di balon berwarna kuning ini ada titik merah. Sekarang duduklah di titik merah tersebut ketika orang lain sedang meniupkan udara ke dalam balon. Pertama-tama kamu dapat menyentuh titik-titik merah lain, tetapi selanjutnya kamu akan melihat bahwa titik-titik tersebut bergerak menjauhi mu. Semua orang yang berada di titik kamu berada akan merasakan perluasan tersebut. Jadi kamu tidak hanya bergerak kamu bergerak menjauh karena ruang diantara titik tersebut bertambah. Titik hitam ini adalah paa yang dapat kita hitung dengan menggunakan instrumen sensitif.
Lalu apakah kita berada di pusat alam semesta atau berada di pinggiran?.
Tidak, tidak ada pusat dalam balon ini. Dan juga berarti bertambahnya teka-teki, tidak ada tepian karena balon tersebut tidak meluas ke sebuah ruang, ekspansi itu atau perluasan itulah alam semesta sendiri. Tidak masalah dimana galaksi kamu berada, semua galaksi lain menjauhimu.
Bagaimana kita tahu bahwa ada sebuah ledakan?
Disamping hal-hal yang terlihat di teleskop seperti bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi ada sesuatu yang oleh para astronom prediksi akan ditemukan jika teori tersebut benar. Jika terjadi sebuah Big Bang kata mereka, lalu pastinya ada sebuah gelombang micro cosmic yang akan ditemukan. Lalu dua orang dari Bell Telephone Laboratories bekerja di sebuah antenna tanduk gelombang micro baru untuk merelay panggilan telephon ke bumi kembali- satelit komunikasi yang sedang mengorbit menemukan sesutu. Ketika mereka menunjuk teleskop mereka ke daerah manapun mereka menmukan sebuah suara yang samar. Apa yang mereka tidak tahu bahwa mereka baru saja mendeteksi sebuah sidik jari, radiasi latar cosmic, sisa-sisa radiasi dari Big Bang. Radiasi ini disebut dengan nama 3-K cosmic microwave background.
Kesimpulan
Kebanyakan astronom menyetujui teori ini bahwa alam semesta pernah bersama-sama dalam satu titik padat di masa lalu. Lalu setelah sebuah ledakan yang keras mulai meluas. Lalu titik dari ledakan disebut sebagai Big Bang, ini tidak menjadikannya ledakan yang kita ketahui seperti ledakan biasanya. Tidak ada ledakan di dalam kegelapan ruang, tetapi penciptaan ruanglah yang terjadi. Ledakan memulai pembuatan dari bintang dan galaksi seperti yang kita lihat sekarang ini. Peluasan ini akan berlanjut sampai miliar-miliaran tahun lagi dan kemudian mulai mengerucut atau disebut big crunch.  Bagaimanapun juga apakah Big Bang adalah ciptaan dari sang Creator atau tidak itu adalah opini anda sendiri, tetapi keajaiban dari Big Bang adalah yang sekaran kita lihat dan anda sendiri yang dapat anda sadari.

 

Tetapi tidak mengecualikan di jaman besok, di waktu-waktu yang berlanjut ada rahasia-rahasia lain lagi yang dapat terungkap karena jawaban juga belumlah ditemukan, jawaban yang hakiki.
Sekelumit Pandang Pemikiran

3 thoughts on “Bagaimana Kita Bisa Tahu Bahwa Big Bang Benar Terjadi

  1. Hanya sedikit masukan dari sesuatu yg pernah saya baca
    Bahkan ilmuwan2 yg mendukung teori big bang tidak yakin apakah alam semesta memiliki "tepi" atau tidak, karna selama ini kita hanya mengetahui ruang alam semesta sejauh jangkauan teleskop hubble (teleskop tercanggih sejauh ini, yg akan segera dibuat pasangannya -saya lupa namanya- untuk menambah luas daya jelajahnya), jadi jika Anda mengatakan teori tentang alam semesta yg tak bertepi, mungkin itu adalah salah satu teori diantara penjabaran dari beberapa teori2 big bang yg ada dan masih menjadi perdebatan hingga sekarang

    Analogi ledakan dengan balon kuning juga menarik, tapi saya kurang sependapat
    Menurut beberapa teori big bang sendiri (sejauh yg saya baca) ada 1 titik dimana alam semesta memampat menjadi 1 gumpalan massa raksasa yg kemudian meledak dan daya akibat ledakanlah yg membuat alam semesta meluas (expand)
    Jadi saya tidak sependapat dengan teori jika alam semesta hanya mengembang tanpa "meledak" terlebih dahulu
    Karna teori tersebut tidak mendukung teori selanjutnya mengenai pembentukan bintang dan planet, yg (menurut teori) adalah kumpulan partikel yg terlempar oleh ledakan dalam 1 radius tertentu yg kemudian saling mencoba memampatkan diri kembali (akibat gaya gravitasi) sehingga membuat suatu sistem (contoh: solar sistem, galaksi)

    1. mungkin yang dimaksud agan itu teleskop hubble ya gan
      memang gan belum ada yang pasti dari semua penjelasan ranah dunia sains beluma ada yang pasti gan, dan tulisan ini cuman sebagai pengantar pemahaman ko gan bukan bermaksud menasbihkan gitu, nggak kok hehe

      kalau masalah balon tersebut, seperti dijelaskan dalam situ gan kalau kita gak bergerak tetapi ruangnya yang bergerak dan apa yang menggerakkan tidak diketahuia
      kalau bersadarkan persepsi agan bahwa jika tidak meledak tidak akan meledak nah kalau di umpamakan balon seperti diatas memang tidak bergerak ko gan tetapi ruanglah yang bergerak sehingga keliatan kalau kitanya yang bergerak padahal kitanya tetap di titik itu dan titik itu tidak berubah sama sekali, tetapi ruang lah yang meluas

      nah untuk masalah keruangan saya juga baru belajar gan malah mungkin sangat awal banget
      karrena kayaknya ini mengarah ke fisika kuantum deh CMIIW hehe

  2. mungkin yang dimaksud agan itu teleskop hubble ya gan
    memang gan belum ada yang pasti dari semua penjelasan ranah dunia sains beluma ada yang pasti gan, dan tulisan ini cuman sebagai pengantar pemahaman ko gan bukan bermaksud menasbihkan gitu, nggak kok hehe

    kalau masalah balon tersebut, seperti dijelaskan dalam situ gan kalau kita gak bergerak tetapi ruangnya yang bergerak dan apa yang menggerakkan tidak diketahuia
    kalau bersadarkan persepsi agan bahwa jika tidak meledak tidak akan meledak nah kalau di umpamakan balon seperti diatas memang tidak bergerak ko gan tetapi ruanglah yang bergerak sehingga keliatan kalau kitanya yang bergerak padahal kitanya tetap di titik itu dan titik itu tidak berubah sama sekali, tetapi ruang lah yang meluas

    nah untuk masalah keruangan saya juga baru belajar gan malah mungkin sangat awal banget
    karrena kayaknya ini mengarah ke fisika kuantum deh CMIIW hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *