Menilik makna perubahan sosial dengan artikel sebelumnya. Dimana sebuah perubahan sosial dalam perubahannya terjadi perubahan dalam relasi-relasi sosialnya, kebudayaanya dan lain-lain. Maka setelah mencoba menjabarkan berbagai faktor serta cara-cara pendekatan untuk melihat perubahan sosial yang telah terjadi. Di artikel ini akan mencoba membahas tentang sebuah pertanyaan sebenarnya apa saja yang menghambat sebuah perubahan sosial. Jika menilik perubahan sosial adalah sebuah perubahan yang terjadi karena berbagai ketimpangan-ketimpangan maupun ketegangan yang terjadi didalam masyarakat. Maka mau tidak mau suatu mayarakat akan tetap bergerak dan berubah. Dan karena juga memang lazimnya masyarakat senantiasa bergerak sesuai bukti dengan melihat ke yang lalu-lalu. Jika perubahan […]

Hak-hak asasi manusia memang salah satu sumbangsih peradaban modern terutama jaman pencerahan. Dimana ketika manusia mulai menyadari atau bahkan mempertanyakan apa yang menjadi hak manusia sebagai manusia. Terlebih dengan mulai lenyapnya feodalisme yang bertumpu terhadap relasi penguasa dan hamba. Baca Juga : Sejarah Ham di Indonesia Sementara untuk Indonesia sendiri tumbuh kembangnya HAM adalah salah satu hal yang menurut saya fundamental bahkan dalam membentuk Indonesia itu sendiri. Sehingga mengenai sebuah penting atau tidaknya HAM di Indonesia itu bisa dijawab dalam benak masing-masing setelah mendapat paparan pernyataan bahwa HAM adalah salah satu hal yang melandasi munculnya perjuangan melawan penjajahan. Indonesia muncul karena […]

Kata yang sering terucap meski makna sering kali dirasa abstrak. Perubahan. Dunia berubah, manusia berubah, diri pun berubah. Tetapi ketika menggali dari kata perubahan itu lagi. Apakah yang berubah. Maksud yang dikemukakan oleh setiap individu yang menggumam maupun meneriakkan maupun menuliskan kata tersebut adalah apa?. Dan ketika menuju ke tambahan kata menjadi perubahan sosial. Sebenarnya apa yang berubah. Apakah perubahan itu adalah seperti energy yang berbentuk fisik yang menghempaskan setiap badan.Ataukah hal itu ialah sebuah perubahan cara berpikir yang secara serentak merasuki setiap diri disetiap waktu dan daerah. Kekuatan apakah itu perubahan hingga kata itu sering kali diulang-ulang. Apakah dengan […]

Memang dilihat dari tingkat kepadatan penduduk dan juga pembangunan, Indonesia tampak sekali ketimpangan antar satu daerah dengan yang lainnya. Terlebih lagi sangat jelas apabila kepadatan yang paling padat adalah di daerah Jawa. Dimana alasan dari kenapa bisa daerah tersebut harus ditilik dari waktu yang telah lalu. Karena banyak faktor untuk ditimbang dalam membahas perihal alasan tersebut. Dalam masyarakat, hal yang menarik orang-orang untuk pindah tempat adalah banyak hal, seperti peluang kerja, pembangunan yang maju, pusat perdagangan dan lain-lain. Banyak faktor yang membuat orang-orang menuju ke daerah-daerah tersebut. Itu jika kebanyakan yang membuat meledaknya populasi adalah pendatang. Apabila sedari awal peledakan […]

Antropologi idealis memahami realitas kebudayaan sebagai aktivitas subjektif sepenuhnya. Pada pengabsolutan postulat keuniversalan relasi-internal. Realitas material hanya ada dalam relasinya dengan kesadaran. Tetapi kemudian karena relasi-relasi internal tersebut dilihat tanpa kacamata historisnya. Maka tidak mungkin ada pengakuan atas kondisi material objektif. Ilmupun sebagai konsekuensinya dibangun untuk arisan antar subjek-intelek. Beserta konstruksi kebenarannya yang disusun secara intersubjektif. Materialisme Marx dibangun untuk ilmu, yaitu materialisme historis. Lewat ilmu materialis historis. Marx ingin membuat konstruksi kebenaran yang tidak seperti yang lain. Lewat penggalian ilmu yang secara objektif maka digunakanlah realisme materialis sebagai objek. Objek yang keberadaan materialisnya terlepas dari ada tidaknya subjek berkesadaran. […]

Tulisan ini sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Dimana setelah dipaparkan kritik atas materialisme oleh Marx yang ia tunjukkan dengan keberadaan materialisme pada akhirnya menepis keberadaan manusia sebagai agensi perubahan. Bagaimana mungkin bisa mengubah, jika gerak faktor perubahan sepenuhnya berasal dari eksternal. Pernyataan tadi terdampak karena materialis hanya memahami realitas sebagai objek. Padahal material tersebut tidak dapat mengobjekkan dirinya sendiri. Oleh karena itu kebenaran objektif tidaklah mungkin. Karena yang ada hanyalah kesepakatan antar subjek pengamat. Dan yang berkuasa dapat mengarahkan perubahan adalah mereka yang punya sarana konstruksi kebenaran. Cacat atas materialisme diatas, bertolak belakang dari usaha Marx untuk memahami masyarakat manusia […]

Salah satu usaha antropologi adalah memahami manusia dan masyarakatnya. Dan Marx dengan materialisnya mencoba untuk memahami gerak-gerak yang mendasari adanya masyarakat itu sendiri. Materialis adalah pandangan filsafat bahwa hakikat terdasar adalah materi. Tetapi urusan yang dibahas Marx bukanlah realitas ini dari materi atau roh, tetapi lebih pada hakikat terdasar dari realitas yang oleh para antropolog disebut dengan “masyarakat manusia”(PPTTAM, 32). Oleh karena itu penjabaran usaha Marx untuk memahami manusia adalah melalui materialisme antropologis. Premis Pertama Untuk dapat memahami ini, terdapat premis pertama yang terlebih dahulu dimasukkan yaitu “semua sejarah manusia ialah keberadaan individu-individu yang hidup”. Serta untuk hidup atau bisa […]

“Sejarah semua masyarakat yang ada hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas”  (CM, Marx and Engels, 1, 59). Sebuah kata fenomenal dari sebuah buku yang mahsyur di waktu lalu. Pedoman pergerakan kaum proletar saat abad ke-20an. Ketika industri sedang digalakkan dimana-mana. Kaum yang hanya hidup bermodalkan tenaga ragawi untuk menyambung ke hari esok. Terhisap dan tereksploitasi raganya demi sesuap nasi. Dan Marx, disini memberikan kaum itu sebuah kekuatan. Yang dia katakan akan membawa perubahan kesemua sisi bentuk masyarakat yang ada. Berdasarkan paham materialis sejarah yang dikembangkan Marx, perkembangan sejarah umat manusia tidak dapat dihindarkan dari pertentangan dua kelas yang memiliki […]

Marx menilai penyebab adanya keterasingan antar manusia satu dengan yang lain adalah karena adanya hak milik. Hak milik yang dibuat oleh manusia itu sendiri yang kemudian membuat manusia-manusia berkuasa atas hak milik membuat sebuah peraturan, struktur hirarkis antar manusia demi kelanjutan produksi.  Struktur atas ekonomi tersebut mencerminkan struktur kekuasaan di dalam ideologi juga. Apalagi di jaman Marx, manusia begitu terasing satu sama lain. Karena pekerjaannya. Dan lebih parah lagi keadaan kaum proletar yang sebagian besar hidupnya tercakup didalam sebuah pabrik. Mengasing didepan mesin-mesin demi harapan sesuap nasi untuk hari esok. Sementara para pemilik sedang sibuk meminum teh dan wiski. Atas […]