Dibalik Alasan Mengapa Penduduk Indonesia Sebarannya Tidak Merata

Diposting pada

Memang dilihat dari tingkat kepadatan penduduk dan juga pembangunan, Indonesia tampak sekali ketimpangan antar satu daerah dengan yang lainnya. Terlebih lagi sangat jelas apabila kepadatan yang paling padat adalah di daerah Jawa. Dimana alasan dari kenapa bisa daerah tersebut harus ditilik dari waktu yang telah lalu.

Karena banyak faktor untuk ditimbang dalam membahas perihal alasan tersebut. Dalam masyarakat, hal yang menarik orang-orang untuk pindah tempat adalah banyak hal, seperti peluang kerja, pembangunan yang maju, pusat perdagangan dan lain-lain. Banyak faktor yang membuat orang-orang menuju ke daerah-daerah tersebut.

Itu jika kebanyakan yang membuat meledaknya populasi adalah pendatang. Apabila sedari awal peledakan populasi tersebut terjadi karena orang-orang yang memang telah menetap terlebih dahulu di tempat tersebut. Maka dapat dipahami apabila kemungkinan sebab dapat meningkatnya jumlah populasi adalah pembangunan yang cepat, perdagangan yang juga semakin cepat, pangan yang melimpah dan lain-lain.

Mungkin sebenarnya apabila suatu daerah dituju orang-orang maka daerah itu pastilah sudah banyak orang dengan pembangunan yang pesat. Dan untuk melihat hal-hal ini di Indonesia. Maka ditiliklah dari sejarah bagaimana jalan Jawa bisa sampai membludak penduduknya.

Sebenarnya awal mula terlihatnya ramainya daerah Jawa dapat diketahui di abad ke 19 awal. Dimana sensus-sensus mulai dilakukan oleh pemerintahan kolonial. Dan diketahui jika Jawa peningkatan penduduknya lebih cepat dibandingkan di pulau-pulau lain.

Tetapi terdapat bukti lain akan banyaknya orang di Jawa. Yaitu salah satu catatan dimana saya baca di buku Pram “Hoakiau di Indonesia” yang mengatakan Sultan Agung dapat menggerakan dengan cepat ratusan ribu pasukannya. Dengan begini dimungkinkan sebenarnya Jawa memiliki jumlah penduduk lebih banyak dari daerah lain. Dan salah satu sebab yang dapat diambil adalah karena kesuburan tanahnya, sehingga pertanian dapat berkembang dengan baik dan pangan melimpah.

READ  Ada Apa Dengan PKI ?

Lalu keberadaan VOC dan pemerintahan Hindia-Belanda sebagai penerusnya ikut menyumbangkan tenaga untuk menambah jumlah penduduk ini. Karena keberadaan mereka, Segala hal yang berbau perdagangan, industrialisasi, pembangunan sarana transportasi dll dapat pesat. Meskipun penduduk di Jawa menderita akan beban yang ditimpakan terhadap mereka ini.

Karena ketika itu Jawa sudah dalam cengkraman Belanda. Maka pembangunan yang marak dengan tujuan efisiensi dan kecepatan tanpa mengindahkan orang-orangnya pun dilaksanakan. Dari mulai tanam paksa juga kerja paksa dialami oleh rakyat jawa. Dan ketika pada masa awal abad ke 19 ini jumlah penduduk dalam peningkatnya belum terjadi ledakan.

Yang pada awalnya, semua hal baik peraturan dan keuntungan ditujukan demi keuntungan Belanda. Pada akhir abad ke 19 berganti kebijakan untuk lebih membantu menyokong dan mempebaiki kehiupan rakyat jawa sendiri. Hal ini terjadi karena iklim politik di Eropa sering kali cepat berganti. Dan posisi parlemen Belanda juga mulai banyak diisi orang-orang liberal yang kebanyakan mengecam penindasan yang dilakukan pemerintahan mereka sendiri.

Sehingga pada akhir abad ke 19 tersebut, kondisi yang lebih stagnan dan stabil demi untuk ketentraman orang-orang jawa muncul. Dan pembuatan-pembuatan sekolahan-sekolahan Belanda untuk mendidik orang-orang Jawa. Disaat-saat inilah. Ketika sudah mulai stabil seperti ini.

Dan karena pembangunan kebutuhan sarana-prasarana untuk kegiatan produksi sudah digalakkan dengan sangat cepat dan kejam di waktu sebelumnya. Sehingga disaat-saat seperti inilah penduduk di Jawa dapat membanyak dengan cepat. Dan kemudian berkembang hingga sekarang, penduduk di Jawa senantiasa terus membludak karena pada akhirnya pembangunan dan lain-lain tetap ditujukan kebanyakan di Jawa.

Williamson, Jeffrey G., The Commodity Export, Growth, and Distribution Connection in Southeast Asia 1500-1940 (February 2013). CEPR Discussion Paper No. DP9364. Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=2224289

READ  Alat Batu Yang Dibuat Monyet Liar Memaksa Kita Memikirkan Keunikan Kita Sendiri

White, B. (1976), Population, Involution and Employment in Rural Java. Development and Change, 7: 267–290.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *