Keberanian Socrates Menjemput Ajal

Diposting pada

Sebagai kota, Athena dipuja-puja oleh orang-orang pemuja demokrasi sebagai kota harapan. Kota kuno di daerah Yunani sekarang itu, menjadi sumber kemajuan peradaban-peradaban lain disekitarnya. Seni, sains, drama dan karya-karya buah tangan pikiran manusia lainnya menjadi sumber penerangan disana. Kota keindahan untuk segala beluk pecinta keilmuan dan segala bentuk seni yang menyertainya.

Dimasa-masa emas kota tersebut, suatu perisitiwa muncul dimana menjadi sebuah hal yang tidak patut diceritakan sebagai hal yang membanggakan. Karena tempat yang menjadi simbol demokrasi itu telah menodai apa yang ia citrakan itu.

Socrates lahir pada 470 SM di Athena itu sendiri, dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pemahat batu. Socrates bisa dikata sebagai bapak dari para filsuf karena dia menjadi guru dari Plato. Meskipun dia mengaku tidak menjadi guru dari siapapun dan tidak pernah mengajar apapun.  Dan Plato adalah guru dari Aristotles. Socrates sesuai apa yang dicitrakan oleh Plato lewat karya-karyanya sering kali berkeliling kota mengajak berbincang-bincang orang lain.

Dia tidak pernah mengajarkan apa yang ia ketahui karena diapun tidak mengetahui apapun. Dia sendiri berkata itu. Dia adalah filsuf yang tidak pernah menulis, dan menghabiskan kemampuannya itu dengan memperbincangkannya dengan orang lain. Karena dia anggap berfilosofi adalah dengan berbicara. Dia mengajak berbincang orang-orang mengenai pendapat dari logikanya masing-masing dan ia hanya menanyakannya terus dengan sesuatu yang berhubungan dan lain sebagainya. Dan dari itu dia membentuk suatu metode dengan apa yang kita sebut sekarang sebagai dialektika.

Sebagai seseorang yang mau keluar dari pikiran sisitem sosialnnya dan hukum kotanya dan lain sebagainya. Dia adalah seorang yang bijak dan itu diakui tidak hanya oleh Plato dan Xenophon yang mengaku sebagai muridnya. Tetapi dari peramal terkenal di Athena, Oracle dari Delphi. Kenapa sang Oracle bisa berkata seperti itu? Karena saat itu seorang teman Socrates yang menanyakannya langsung terhadap Oracle,”apakah terdapat orang lain yang lebih bijak dari dia?”. Jawaban Oracle bahwa yang paling bijak di Yunani adalah Socrates.

Kematiannya karena kuatnya pendiriannya.

socrates mati

Seperti tertuang dalam paragraf awal diatas, kota penuh kebanggaan akan demokrasi tempat dimana setiap orang rakyat mempunyai hak yang sama di dalam sebuah perkumpulan dan pemerintahan itu. Ternodai oleh dakwanya yang menghukum Socrates menuju kematiannya. Socrates didakwa mati dengan tuduhan berikut ini” dia memberikan dewa baru yang lain daripada apa yang dipercaya orang-orang kota Yunani, tidak mengindahkan hukum kota dan dia meracuni pikiran-pikiran anak muda di Athena”. Dakwaan aneh tersebut membuatnya dipenjara dan menunggu ajal yang telah ditentukan dengan meminum racun Hemlock (tanaman yang terkenal beracun di Yunani dan sering ditujukan sebagai hukuman).

Di dalam peradilan Socrates sendiri itu dihadiri lebih dari 500 orang, karena keberadaan Socrates sendiri di kota itu memberikan sebuah pemahaman baru terhadap orang-orang. Dia memberikan sebuah pemikiran untuk ikut berpikir mengenai segala sesuatu yang ada. Bahwasanya mereka semua berhak melakukan itu. Dan menjustifikasi apa yang benar dan yang salah. Apa yang ia percaya itu ia sebarkan bukan dengan jalan mengajari seperti guru-guru lainnya. Tetapi dengan cara dia membincangkannya dan menanyakan pertanyaan yang membuat yang ditanyai berpikir lagi.

Seperti yang Plato tulis di dalam bukunya “Dialouge” , seorang Euthyphro  berjalan menuju ke peradilan untuk mengadukan ayahnya yang telah membunuh seorang budak. Disaat menaiki tangga menuju ke tempat itu dia dihentikan oleh Socrates yang menanyakannya apa yang akan dia lakukan. Dan dia menjawab jika akan mengadukan ayahnya perihal pembunuah budak itu, dan hal itulah yang benar untuk dilakukan. Kemudian Socrates menanyakan kenapa ia bisa beranggapan jika hal yang ia lakukan itu benar. Dan kemudian kebingungan untuk menjawab apa yang benar dari perlakuannya tersebut. Hingga akhirnya dia tetap berjalan ke pengadilan itu tanpa menjawab secara pasti apa yang benar dari perlakuannya itu.

Sebuah hal lain yang dapat diambil dari apa yang dilakukan Socrates adalah bukti jika warga masyarakat Athena adalah orang-orang yang mempedulikan kebenaran meskipun hal itu menyinggung terhadap keluarganya sendiri. Dan apa yang saya pandang mengenai perlakuan dari Socrates untuk menanyai Euthyphro adalah  sebenarnya dia ingin mengetahui apa pendorong dari Euthyphro sehingga dia sampai akan mengadukan ayahnya sendiri. Apakah kebenaran yang Euthyphro katakan itu adalah hal yang sudah dipahami oleh dirinya sendiri sehingga menimbulkan pergolakan dalam batinnya. Socrates sering kali mengamati seluruh bentuk kehidupan dan hal itulah yang menjadikannya seorang filsuf dan guru dari para filsuf.

Dan bagian terbaik daripada dirinya ialah ketika ia menolak ketika akan diselamatkan menjelang detik-detik kematiannya. Padahal dari kesempatan itu terlihat lebar dan tidak aka nada cacat sedikitpun karena Socrates sendiri memiliki teman dari berbagai pihak baik orang yang kuat maupun orang-orang yang berada dipinggiran karena dia menikmati memperbincangkan hal itu dengan mereka. Temannya yang bernama Crito yang memiliki pengaruh kuasa dan kekayaan menawarkannya agar dia mau kabur dan hidup bebas di kota lain.

Tetapi kenyataannya dan anehnya dia sendiri menolak hal itu, dengan alasan jika dia melakukan hal itu dia sama saja menghancurkan prinsip dia sendiri, menghancurkan apa yang telah ia percayai. Dia mati membawa prinsipnya itu, dia takut apabila dia melakukan hal yang melanggar hukum tersebut dia akan malah membuat anak-anak muda di kota Athena ikut-ikut melanggar hukum tersebut. Sebuah hal indah yang ia katakan dan percayai membuatnya bagai seorang penyelamat hingga kematiannya tersebut disampingkan dengan penyaliban Jesus sendiri.

Bahwa sebenarnya hukum itu adalah hal yang benar dan memang orang-orang yang berlagak menjadi hakim telah ternodai oleh bisikan-bisikan palsu oleh orang yang tidak menyukainya. Tetapi palu telah dihantamkan dan keputusan sudah dijatuhkan. Dan dari sana dakwa hukum itu menjatuhinya. Dan dia menerima vonis matinya dengan berani. Di hari-hari terakhirnya dia masih bisa bercanda .Dan dia meminum racun Hemlock itu tanpa ketakutan seperti dia melakukan hal yang paling benar untuk dilakukan.

Kematiannya ditulis oleh baik Plato dan Xenophon dalam bukunya masin-masing yang berjudul sama “Apology” pengertian Apology disini bukanlah perminta-maafan seperti bahasa sekarang. Tetapi sebuah pembelaan. Pembelaan dari masing-masing muridnya yang tidak merelakan vonis mati guru dan teman mereka dari dakwa aneh dan tidak benar. Tetapi apalah daya pemberian kesempatan untuk dibebaskan pun ditolak oleh Socrates dan dia disamping teman-temannya mau meneguk racun itu dengan berani. Kematiannya sungguh seperti sebuah pengorbanan karena dia telah menghidupkan sebuah budaya kebenaran karena awal mula kematiannya tersebut. Plato sendiri pun mengatakan karena kematian Socrates aku lahir. Dia mati pada 369 SM. Sebagi teman dan guru bagi orang-orang sekitarnya dan seorang filsuf besar bagi seluruh dunia yang telah membentuk budaya keindahan akan ilmu demi kemajuan.

 

https://plato.stanford.edu/entries/socrates/

http://research.omicsgroup.org/index.php/The_Death_of_Socrates

http://www.svjlit.com/features/the-death-of-socrates-and-capital-punishment-today-by-robert-zaller/

http://eujournal.org/index.php/esj/article/download/719/768

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *