Kekuasaan Berada di Tangan Para Pemain

Diposting pada

Kuasa, berkuasa, menguasai. Hal ihwal pranata kata yang berasal dari kata kuasa terdengar besar dan massif.  Kuasa dalam kamus  KBBI dapat bermakna beberapa hal.  Kemampuan atau kesanggupan untuk berbuat sesuatu, pengaruh dan lain sebagainya. Mungkin dua makna yang di beberkan didalam KBBI sudah cukup mewakili apa yang dimaksud kuasa tersebut.

Mungkin akan terdengar seperti  pandangan dunia yang “dog eat dog” dimana segala sesuatunya adalah sebuah pertarungan antara pengaruh dan bagaimana bertahan ketika dipengaruhi. Sesuai hasrat yang dikehendaki oleh si individu sendiri. Hasrat mendapat tempat di masayaraakt, hasrat untuk mendapatkan pengaruh dengan yang lain, hasrat untuk menguasai orang-orang agar berjalan sesuai kehendaknya dan lain sebagainya.

Seorang individu pasti terpengaruh oleh keberadaan keadaan sosial sekitarnya. Sementara keadaan sosial sekitarnya juga terpengaruh oleh keberadaan seorang individu, mungkin individu yang disebutkan tadi atau individu lain yang bisa memberikan pengaruhnya ke sosial masyarakat. Pembatasan, pembuatan aturan maupun norma adalah salah satu hal yang dibuat oleh individu berpengaruh untuk menahan laju pengaruh individu yang lainnya.

Tetapi tidak menampik jika individu dapat menguasai suatu tempat atau wadah sendirian saja, itu berarti dia dapat menjadi raja di tempat tersebut. Dimana segala keputusan berputar di si individu tadi. Bisa dipastikan Individu berkuasa sampai ke taraf seorang raja harus mampu menghadapi pengaruh-pengaruh lain yang terdapat di ranahnya sendiri. Sehingga dia harus mampu untuk bergerak maupun berpikir sesuai dengan pengaruh yang dapat berguna baginya dan yang sekiranya merusak pengaruhnya sendiri sehingga dia perlu untuk selalu waspada dalam berbuat dan bertindak tentang bagaimana cara mempertahankan pengaruhnya itu.

Sehingga dibutuhkan sebuah hirarki agar si orang yang ingin berkuasa tadi, dapat memahami hal-hal yang dapat ia gunakan untuk mempertahanankan kekuasaannya apabila telah mendapatkannya, atau untuk memberikannya kekuatan yang membuatnya mendapat kekuasaan. Karena hasrat tiap individu manusia berbeda-beda maka taraf kekuasaan yang diinginkanpun bakal berbeda. Tergantung psikologi atau kecenderungan pengaruh lain yang tertanam di dalam kepala seorang individu yang membuat individu tersebut tetap terpengaruh oleh pengaruh dari masa lalu.

Apabila seorang yang menginginkan sebuah bentuk kekuasaan di suatu tempat, maka dapat dilihat jika dia perlu untuk menyingkirkan orang-orang lain yang berkeinginan sama dengannya. Dengan membuatkan hirarki tadi, dia mencoba menanamkan pengaruhnya ke orang lain yang ingin berkuasa. Sama dengan orang lain yang ingin berkuasa itu juga ingin menanamkan pengaruhnya terhadapnya.. Tetapi kebanyakan orang yang ingin berkuasa di titik puncak tidaklah banyak karena juga pengaruh akan hal lain yang menahannya.

Dan persepsi seseorang mengenai kekuasaan berbeda-beda, dan mereka juga membatasi diri agar tidak berlebihan. Dan batasan itu bisa timbul dari adat, budaya, psikologi, maupun kepercayaan yang dianut. Sehingga tidak mencoba melihat berlebih terhadap perputaran sebuah pengaruh untuk berkuasa. Karena mungkin yang terpengaruh batasan itu, batasan yang memberikannya jalan juga yang menahannya.

Para penguasa yang telah mengetahui calon-calon orang yang juga menginkan hal yang sama dengannya. Dia harus bersiap untuk berlaku sesuai apa yang dia pikir dapat memberikannya jalan untuk berkuasa. Dia tidak serta merta mempengaruhi lawan-lawannya saja, tetapi memikirkan lawannya yang memberikan pengaruh ke yang lain juga. Oleh karena itu dia perlu juga berpikir mengenai pengaruhnya terhadap selain lawannya.

Dan oleh sebab itu orang-orang yang dapat berkuasa adalah para pemain handal, yang dapat mempengaruhi orang-orang yang tidak berkehendak kuasa sebesar itu, dan dapat mengalahkan para lawannya.  Mereka berpikir bagai bermain di papan catur, dan juga telah melihat lawannya. Dan bidak-bidak catur itu adalah orang-orang yang telah menasbihkan diri sebagai orang-orang yang terpengaruh olehnya, atau menjadi pengikutnya bisa juga orang-orang yang sebenarnya terpengaruh tetapi mereka tidak sadar apabila mereka terpengaruh dan tindak laku mereka dibentuk hal tersebut.

Kadang terdapat hal yang membuat para pemain ini sulit melakukan hal yang diperlukan apabila ia benar-benar berkehendak untuk berkuasa, karena batasan moral yang dia buat sendiri mungkin. Dan entah berbasis apa hal itu, kemudian batasan yang dibuat oleh kepercayaannya, penasihat spiritualnya mungkin. Dimana  bisa dikatakan dia dibatasi oleh pengaruh lain. Tetapi pengaruh orang lain itu juga yang membuatnya mendapatkan orang-orang yang telah ia pengaruhi.

Jadi apabila seseorang memilki hasrat untuk berkuasa melebihi segalanya. Dia harus rela mengorbankan kepercayaannya yang sebelumnya diberikan oleh orang yang lebih dahulu mempengaruhinya. Mungkin ada yang berhasrat lebih dari yang lain karena dia merasa diri sebagai benar, dan dengan anggapan diri seperti itu dia ingin mengajak yang lain untuk menembus kesalahan yang ada dengan memimpin mereka.

Hal-ihwal seperti kekuasaan dan pengaruhnya mungkin dapat jelas ketika dunia “dog-eat-dog” memang diperlukan seperti panggung politik. Karena sudah pasti di tempat seperti itu dimana memang yang ditujukan menjadi tujuan adalah berkuasa dari yang lainnya. Atau malah bisa juga kalau hal-hal seperti penanaman pengaruh terdapat diberbagai tempat, di lingkungan paling terkecil sekalipun.

Seperti Nietzche yang menginterpretasikan bahwa hakikat manusia terdalam adalah memiliki “The Will to Power” kehendak untuk berkuasa. Dimana segalanya hal manusia yang dilakukan adalah kehendaknya untuk berkuasa. Berkuasa yang dimaksud tidak hanya untuk memimpin yang lain atau sebagainya, karena kuasa dalam tataran individupun berbeda-beda.

Dengan dunia penuh medan pengaruh satu sama lain yang kemudian membentuk dunia secara keutuhan. Sehingga untuk dianalisis dan dijabarkan hingga dikhususkanpun pasti memerlukan waktu berabad-abad lamanya. Hingga kemudian manusia berkembang lagi dan menembus batas-batas yang telah ditentukan sebelumnya. Dan hingga akhirnya analisa mengenai permainan kekuasaan ini harus perlu dikembangkan lagi.

Begitu melihat kenyataan yang seperti itu, seorang filsuf dan sastrawan Albert Camus, yang telah merasakan berbagai gejolak pengaruh dan mempengaruhi. Membuat sebuah ranah baru yang lebih ke sastra daripada filsafat yaitu absurdisme. Bahwa sebenarnya dunia itu absurd. Dunia yang dikatakan berdiri karena nilai-nilai. Karena kepercayaan tidak lain tidak bukan hanyalah pengaruh-pengaruh yang dibuat manusia-manusia sebelumnya dan kemudian berkembang.

Dia mengatakan usaha manusia di dunia ini seperti mitos Sisyphus, seorang Dewa Yunani yang dihukum oleh Zeus untuk selamanya mendorong batu kepuncak gunung. Dan ketika sampai puncak gunung tersebut batu itu akan jatuh lagi. Tentu sangat nestapa mengenai pandangan Camus ini terhadap manusia dan usaha-usahanya. Karena kemudian dia mengatakan jika, perilaku mendorong batu kepuncak gunungpun adalah nilai yang dapat kita rasai.

Nilai itu adalah semangat juang kita dalam menghadapi kehidupan yang tidak akan pernah bisa membuat kita lelah. Dan yang dapat kita lakukan hanyalah memperjuangkannya. Memperjuangkan apa yang kita percayai. Dan kemudian di dalam bukunya “The Rebel” dia menulis, “Aku memberontak, maka aku ada”.

Dengan dunia yang telah dipandang “dog-eat-dog”. Kita dapat memilih untuk menjadi pemain sebagai anjing lainnya. Atau malah kita memberontak itu semua, memberangusnya. Dan mengganti dengan hal lain. Mungkin kita dapat dipojokkan, dianggap gila dan lain sebagainya. Tetapi itulah harga nilai yang diperjuangkan. Dan usaha kita untuk melawan itu semua. Dan “Will to Power” kita muncul dengan tujuan menghancurkan apa yang telah batil menuju nilai yang dibenarkan. Kita melawan pemain lainnya, dengan tidak bermain. Mungkin kita akan kalah, mungkin juga kita akan menang dengan membuang papan catur tempat orang-orang itu bermain.

 

https://plato.stanford.edu/entries/camus/#AbRebMur

https://infidels.org/library/modern/travis_denneson/power.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *