Kronologi Revolusi Perancis

Diposting pada

Revolusi (KBBI) berarti perubahan secara cepat atas tata Negara maupun sosial yang dilakukan dengan kekerasan maupun persenjataan. Revolusi Perancis disini tidak hanya memberikan dampak di perancis saja. Revolusi di Perancis sendiri memberikan nilai-nilai baru kepada umat manusia secara menyeluruh. Awal-awal kehancuran kebudayaan lama monarki absolut. Naiknya pemikiran-pemikiran berasaskan nalar ke luasan yang lebih besar lagi.

Berikut disini akan diberikan secara kronologis, tatanan kejadian revolusi perancis. Sampai ke tahapan yang sudah dianggap oleh para sejarawan sebagai titik berhenti dari Revolusi tersebut. Berikut juga terdapat ide-ide keindahan yang diusung, masalah-masalah ekonomi serta kelas yang menyertai baik sebelum maupun saat dan sesudah. Dan terror-teror mencekam yang menyertainya. Mungkin ketika hidup di Perancis saat kejadian revolusi tersebut. Hidup akan berisi ketakutan dan meringkuk saja. Tetapi seperti seorang sejarawan berkata, mungkin jika yang telah terbunuh dan meninggal saat revolusi dapat melihat saat ini.  Mereka akan terhormat karena apa yang mereka alami dan lakukan telah menanamkan benih-benih nilai yang membentuk dunia selanjutnya.

Masa Sebelum terjadinya Revolusi

Dalam subbab masa-masa ini terdapat pembagian hal-hal yang bukan menurut waktu. Tetapi menurut kelas sosial dan kekuatan pencerahan. Karena apa yang terjadi sebelum revolusi telah dikaji berulang-ulang dengan beragam interpretasi mengenai hal yang paling fundamental untuk membentuk sebuah revolusi Perancis. Dan tetap saja, hal yang dianggap sebagai alasan utama terjadinya Revolusi tidak dapat terambil. Tetapi terdapat beberapa hal yang membantu mengusung hal ini.

1.Kemunculan Masa Pencerahan Ide dan Nalar

Warga Perancis Sedang Memperbincangkan Apa Saja

Sebelum Revolusi, Perancis didahului oleh kemunculan para pemikir-pemikir yang membuka dan memberi cabang baru terhadap pencerahan masyarakat mengenai keberadaan dirinya dan kesatuan dirinya. Tiga nama besar yang dapat dikatakan sebagai pemberi pengaruh terbesar adalah, Montesqueieu, Voltaire and Jean-Jacques Rousseau. Sumbangan yang mereka berikan juga terpengaruh dari salah satu pemikir mengenai bentuk pemerintahan demokrasi di Inggris, John Locke, tetapi Inggris tidak mengalami pergolakan revolusi sebesar dan semenakutkan Perancis.

Dalam politik, pemikiran Montesqueieu menanamkan benih persamaan dan keseimbangan didalam tubuh pemerintah. Sementara pemikir lainnya mengubah mindset megnenai kekuasaan Gereja yang begitu besar . Dibalik munculnya pemikir besar saat itu, juga terjadi sebuah kegiatan diskusi-diskusi di berbagai sudut tempat Paris. Mulai dari café, salon, jalanan dan lain sebagainya. Orang-orang mulai banyak berkumpul untuk membicarakan masalah kehidupan dan pemerintah mereka. Koran-koran berisi kritikan dan pendapat begitu rakus dimakan oleh kebanyakan orang.

Tulisan-tulisan tersebar dan diperbincangkan. Perancis saat itu menjadi tempat dimana orang-orangnya dapat mengkritik apapun. Karena kesadaran kolektif mereka akan pengetahuan dan kehausan mereka untuk mengejar kebenaran dengan memperbincangkannya dimanapun mereka berkumpul.

2.Permasalahan Keuangan Perancis

Perancis telah mengalami berkali-kali masalah keungan baik karena pajak, inflasi, perang dan masalah dengan para petani. Tetapi kebanyakan sejarawan menganggap salah satu masalah besar keuangan Perancis yang menambah minyak ke api revolusi itu adalah, ketika saat jatuh-jatuhnya ekonomi Perancis. Dan ini disebabkan oleh usaha Perancis memberikan pinjaman bantuan tentara maupun uangnya untuk kemerdekaan Amerika melawan Inggris. Yang ternyata meski setelah merdeka pun Amerika masih tetap menjalin hubungan dengan Inggris dalam bentuk perdagangan terbuka. Tidak saja karena  Inggris sebagai juga musuh Perancis, tetapi Amerika belum bisa melunasi hutangnya terhadap Perancis dalam tenggat waktu cepat.

Pajak juga tidak dibagikan secara merata. Dimana bisa dikatakan pemerintahan saat itu “mengambil yang banyak dari si miskin dan mengambil sedikit dari si kaya”. Para petani dan para pemilik tanah yang bukan bangsawan ataupun kelas masayrakat terhormat terkena pengaruh paling besar. Karena pajak Perancis saat itu masih berdasarkan tanah, dan yang memiliki tanah adalah kebanyakan petani. Kelas-kelas masyarakat bangsawan dan menengah yang tidak memiliki tanah tetapi menggantungkan diri sebagai pedagang ataupun korporasi kapitalis tidak terlalu kentara pajak yang dikenakan terhadap mereka. Pajak tinggi memang membuat perbendaharaan kas Perancis meningkat, tetapi tidak dibarengi oleh pendapatan dan kebutuhan hidup masyarakat. Karena kepentingan Perancis yang juga masih mengutamakan peperangannya.

Krisis ekonomi berkepanjangan, pasokan roti yang menipis, serta kelaparan yang menjalar kemana-mana. Membentuk gejolak-gejolak perlawanan pertama-tama dalam bentuk kelas masayrakat yang  sudah keterlaluan mengalami kelaparan seperti para petani itu sendiri. Pemberontakan-pemberontakan kecil-kecilan dalam lingkup tidak meluas dilakukan oleh para petani tersebut. Tetapi bibit-bibit api revolusi sudah mulai ada sejak ini. Dan juga kelas-kelas masyarakat yang lebih tinggi dan terdidik yang membantu membentuknya karena memiliki pengetahuan akan itu, dan karena masa pencerahan Perancis itu sendiri.

3.Persaingan antar kelas masyarakat yang memegang kendali pemerintahan

Pertarungan kelas di dalam pihak pemerintah yang berkuasa pun sudah berlasung panjang. Mulai dari masa Parlemen yang oleh Louis XV bubarkan karena pengaruhnya yang kuat. Kemudian masa itu kaum kelas menengah dan bangsawan yang tidak mendapatkan kehormatan tetapi memiliki kekayaan dari korporasinya dan perdagangan memiliki massa yang banyak.

Kemampuan kelas bangsawan dan menengah yang terdidik mampu memberikan dorongan kepada kelas dibawahnya yang telah menderita kelaparan untuk melakukan pemberontakan-pemberontakan. Kelas-kelas menengah inilah yang kebanyakan mengisi hari-hari mereka memperbincangkan pemerintahan mereka dengan bantuan pengaruh filosofi pencerahan yang muncul di masa mereka.

Kemudian kegagalan Louis XVI dalam menjalankan kekuasaannya, dengan membentuk National Assembly, yang tetap saja gagal memecahkan masalah ekonomi yang melanda. Memaksa Louis XVII yang dibawah tekanan untuk membuat “Estate General”  pada tanggal 5 Mei 1789. Estate General mewakili tiga kelasa dari Raja, Gereja, bangsawan dan kelas yang diberi kehormatan.

Semua bentuk gejolak adonan yang terjadi di masyarakat itu adalah yang terjadi sebelum sebuah peristiwa revolusi terjadi. Revolusi Perancis sendiri tidak terjadi dalam peletusan besar sekali saja tetapi bertahap. Dan tahapan itu dipengaruhi oleh ide-ide yang beredar saat itu.

Jalannya Revolusi Perancis

Gambaran Eksekusi Louis XVI

Fase Pertama

Dibentuknya pertemuan Estates General karena tuntutan yang terlampau banyak di Perancis. Serta kaum menengah dan kaum bangsawan yang mulai semakin banyak dan makin terdidik. Menyadarkan kelas itu menjadi semakin mendorong kekuasaan Raja yang absolut. Kata Marx “Kecenderungan kelas bangsawan dan menengah adalah untuk menjatuhkan monarki”. Estates General pada tanggal 5 mei 1789 itu dihidangkan tiga tipe penguasa yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Perancis. Raja, Gereja dan kelas menengah dan bangsawan tadi. Kelas menengah dan bangsawan kemudian berperan sebagai wakil dari masyarakat kelas-kelas dibawahnya. Third Estates adalah panggilan golongan ke tiga dalam Estates General.

Third estates tadi kemudian membentuk diri menjadi National Assembly, dan memaksa Louis XVI untuk mengubah peraturan pajak, usul tersebut ditolak oleh Louis XVI. Kemudian National Assembly mengubah nama menjadi Constituent Assembly pada tanggal 9 Juli 1789. 50,000 masyarakat mempersenjatai diri dengan kapak dan tombak kemudian menamai sebagai National Guard. National Guard menyerbu ke Bastille(penjara) dan menguasainya sebagai perlambang jatuhnya Raja pada tanggal 14 Juli 1789.

Panji-panji massa yang marah terhadap Rajanya itu adalah semboyan yang sampai kini tetap mahsyur “liberte, egalite, fraternite (kebebasan, keadilan, dan persaudaraan)”. Bersama-sama mereka menjatuhkan Bastille sebagai symbol terror dan kekuasaan absolut sewenang-wenang raja. Kemudian 15 juli 1789 Lafayette dideklarasikan sebagai jendral dari National Guard. “Great Fear(ketakutan besar)” membanjiri Perancis, dimana-mana para petani memberontak di seluruh Perancis. Setelahnya National Assembly mendeklarasikan kehancuran monarki absolut dan juga mendeklarasikan Hak Warga dan Masyarakat.

Saat penjarahan di Bastille, Louis XVI lari ke luar negeri untuk menyelamatkan diri dan momen itu dipergunakan rakyat untuk merancang pemerintahannya sendiri. Muncul dua partai yaitu partai Jacobin dan partai Feullant.Partai Jacobin adalah partai yang prorakyat sedangkan Feullant pro terhadap Raja dan usaha untuk pengembaliannya. Pada tanggal 6 Oktober 1789 Louis XVI kembali ke Paris. Dan pada 18 Agustus 1790 dibentuk Assembly counter revolutioner pertama. Yang kemudian dinamai French Assembly dikepalai oleh Mirabeau untuk di waktu kemudian berusaha mengembalikan hak prerogative Louis XVI.

Rakyat yang marah akan kembalinya Louis XVI menjadi raja ditembaki oleh National Guard saat berdemonstrasi. 30 September 1791 Constituent Assembly dihilangkan dan diganti oleh Legislative Assembly 1 Oktober 1791. Januari- Februari 1792 kekacauan karena kekurangan pangan pecah di Paris. Dan disusul membesarnya Kaum Jacobin. Kaum Jacobin yang marah menolak keberadaan Legislative Assembly. Penyerbuan ke Istana Tueleries pada tanggal 10 Agustus 1792 membuat banyak Swiss Guard terbunuh dan berhasil tertangkapnya sang Raja, yang kemudian di penjarakan. Lafayette yang menjadi Jendral National Guard melarikan diri ke Austria.

Fase Kedua

11 Desember 1792 Pengadilan terhadap Louis XVI dijalankan. Dan pada 21 Januari 1793 Louis XVI dieksekusi. Di waktu-waktu ini kalender kerajaan diganti cara penanggalannya dan namanya menjadi kalender Republik.6 April 1793 Komite Public Safety didirikan karena kekacauan tetap ada dan meluas. Konstitusi dari Jacobin diterima oleh Convention yang juga mengesahkan pergantian kalender tadi.

Nama Robbespiere muncul sebagai kepala komite Public Safety dan terkenal sebagai dictator baru, karena dia telah menghabisi lebih dari 2500 orang termasuk istri dari Louis XVI sendiri. Semuanya yang dianggap bertentangan dengan revolusi ia bunuh dengan guelotine. Robberspiere dalam pemerintahan ini menebarkan terror bagi siapapun yang dianggap menolak revolusi. Tapi pada tanggal 27 Juli 1794, Convention menghakimi Robbespiere yang telah dianggap sudah terlalu keterlaluan. Dan menghukum pancung dengan guelotine dirinya bersama pengikut-pengikutnya. Sehingga pemerintahan terror telah berakhir.

Fase 3

Disaat ini kaum Jacobin mulai ditekan kekuasaan dan pengaruhnya oleh Convention. Dan Convention menyetujui dibentuknya pemerintahan Direktorat pada tanggal 22 Agustus 1795. Sempat waktu dimana kaum –kaum royalis mencoba untuk mengembalikan kekuasaan Raja dari garis keturunan Louis XVI tetapi dihancurkan oleh Napoleon Bonaparte yang juga membuatnya mahsur.

Convention menghilang digantikan oleh kediktatoran dari pemerintahan Directorat. Sementara Napoleon yang telah menjadi mahsyur mendapatkan jabatan sebagai Jendral pasukan di Italia. Mei 1797 diadakan pemilihan umum dimana malah kaum royalis yang kebanyakan mendapatkan suara. Sehinga akhirnya makin timbul ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintahan direktorat. Dengan timbulnya ketidakpercayaan itu, digunakan sebaik-baiknya oleh Napoleon Bonaparte untuk merebut kekuasaan Direktorat dan menyebut dirinya Konsulat pertama pada 9 November18 Juni 1799. Yang sebelumnya didahului mundurnya pemerintahan Direktorat. Dan puncaknya adalah ketika Napoleon menamakan diri sebagai kaisar 2 Desember 1804. Kondisi Perancis sempat stabil selama Napoleon memerintah sampai dia dijatuhkan dan di kalahkan oleh pasukan aliansi berbagai Negara dan kerajaan Eropa di Waterloo pada tahun 1815 dan diasingkan ke pulau terpencil Pasifik di ST. Helena.

Bisa dilihat dalam perpindahan kekuasaan melalui bentuk revolusi dapat dijalankan dengan sangat cepat. Tetapi bagaimanakah cara untuk mempertahankan revolusi itu yang sulit. Pergantian tipe-tipe pemerintahan berikut ide-ide yang disumbangkan selama revolusi tersebut silih berganti dan tumpang tindih.

Diakhirinya kronologi revolusi sampai kepada menjadinya kasiar Napoleon adalah karena setelah Napoleon jatuh, kuasa kerajaan kembali lagi ditangan keturunan Louis XVI yaitu Louis XVIII. Tetapi bisa dilihat bahwa kecorak beragaman ide yang berkembang serta pertunjukkan kekuatan antar kelas terjadi di saat revolusi Prancis ini. Meskipun berakhir sama dengan kembalinya keturunan raja sebelumnya. Revolusi ini tidak menghasilkan kematian-kematian ribuan nyawa yang tidak berarti.

Revolusi ini adalah bukti bahwa kesewenang-wenangan dapat dijatuhkan melalui apa saja, penguasa terkuatpun dapat dijatuhkan oleh siapa saja. Kekuatan paling terendah, dianggap paling terendahpun dapat menjatuhkan sang raja itu sendiri. Kekuasaan yang absolut sudah tidak ada lagi, karena terlihat dan dibuktikan oleh Revolusi Perancis tersebut. Dengan usungan kebebasan, keadilan dan persaudaran . Atas nama itu para rakyat yang kewalahan dan kelelahan dengan kesewenang-wenangan para pihak penguasa yang mendapatkannya tanpa rasionalitas itu hancur lebur dengan jatuh banyak korban. Revolusi Perancis menyebarkan semangat dam keadilan untuk semua. Rasionalitas untuk setiap individu, simpati dan empati terhadap sesame. Bisa dikatakan Revolusi ini merupakan titik balik akan hilangnya monarki absolut. Dan di waktu dunia kemudian hari, menjadi demokrasi.

Sumber Referensi:

http://www.zonasiswa.com/2015/07/revolusi-perancis-latar-belakang-proses.html

https://www.marxists.org/history/france/revolution/timeline.htm

https://en.wikipedia.org/wiki/Libert%C3%A9,_%C3%A9galit%C3%A9,_fraternit%C3%A9

kbbi.web.id/

(History of France) Francois Furet-The French Revolution_ 1770-1814 (History of France)-Wiley-Blackwell (1996)

Nationalism in the French Revolution of 1789

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *