London Hammer, Sebuah Out of Place Artifact

Diposting pada

Sebuah palu besi dan kayu atau disebut The London Hammer atau juga London Artifact. Ditemukan oleh para pendaki di tepi sungai dekat London, Texas. Para pendukung teori Creationist mengambil dan meneliti palu tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah Out of Place Artifact. Akan tetapi palu tersebut belum pernah di dokumentasikan di tempat di temukannya sehingga sulit menemukan fakta ilmiah lain. Palu tersebut berada di dalam sedimen bebatuan yang berasal dari formasi jaman Cratesius, Ordovisian, Silurian dan lain-lain berdasarkan hasil olah batu yang memerangkap palu tersebut, oleh karena itu di sebut sebagai out of place artifact, karena dianggap palu tersebut telah ada sejak jaman cratesius.

Tuan dan Nyonya Max Hanh menemukan sebuah batu yang terdapat tonjolan kayu dan membawanya pulang ketika melakukan hiking di dekat London Timur, Texas Juni 1936. Lalu anak mereka membelah batu tersebut dan menemukan kepala palu di dalamnya. Dikatan bahwa palu tersebut ditemukan dengan posisi salah satu ujung kepala terlihat menyembul dari luar, dan sebuah pecahan kayu gagangnya menyembul di sisi lain batu tersebut.

Menurut para Creationist, Penemuan palu dalam batu tersebut diperkirakan mempunyai waktu berbeda-beda dari tabel geologi. Berdasarkan batu di sekitar palu tersebut para Creationist mempunyai indikasi-indikasi kapan palu itu ada, antara 400 juta tahun yang lalu, periode Octovian, Pensylvania, Silurian dll tetapi kesamaannya adalah jaman-jaman tersebut belum terdapat bukti telah ada manusia di saat itu. Dan menimbulkan statemen bahwa “apakah manusia dan dinosaurus hidup bersama?”. Artifact ini sama seperti jejak kaki manusia yang dianggap berasal dari jaman dinosaurus dan menimbulkan pertanyaan sama.

Salah satu cara untuk membuktikan hal itu adalah dengan menggunakan metode penanggalan radio carbon di pegangan kayunya. Tetapi si Creationis Baugh menolak memperbolehkan penanggalan carbon tersebut, alasannya menolak hal tersebut adalah karena Baugh tidak mempercayai hasil dari penanggalan tersebut serta berspekulasi bisa saja ada orang yang mendanai untuk mengubah hasil penanggalan carbon itu. Dan juga Sistem penanggalan carbon tidak bisa menanggulangi apabila terdapat kontaminasi spesimen di pegangan kayu tersebut sehingga membuat hasil penanggalan berubah. Dan beberapa creationist mengatakan bahwa penanggalan carbon hanya efektif apabila cuma beberapa ribu tahun saja.

Kemudian para peneliti lain mengatakan bahwa konsentransi sedimen seperti itu bisa saja menjatuhi palu tersebut dan memerangkap palu  tersebut sehingga terlihat seperti batu itu telah terperangkap sejak batu tersebut terbentuk. Peneliti mengatakan bahwa kejadian tersebut bisa terjadi dalam jangka waktu sekitar beberapa dekade saja. Kemudian peneliti lain melihat dari gagang tersebut yang terlihat fresh atau baru sehingga menimbulkan pernyataan bahwa gagang tersebut pastinya tidak mungkin berasal dari periode Cratesius.

Dari pihak Creationis kemudian meneliti bagian kepala palu tersebut dan menemukan komposisi 96.6% besi. 2.6% chlorine, dan 0.74% belerang. Baugh menyatakan bahwa komposisi seperti ini tidak mungkin bisa di duplikat dalam kondisi atmosfer seperti ini.

Bisa dilihat perdebatan kedua pihak ini tidak mengarah ke pencarian kebenaran tetapi hanya kedua pihak tidak ingin kalah, dan  terlihat sekali kedua pihak sangat ingin memenangkan perdebatan itu dan membuat salah satu keyakinan menang. Jadi apa sebenarnya kesimpulan yang di dapat?. Dari saya saya percaya bahwa palu tersebut kemungkinan terjatuh oleh penambang-penambang lokal dan tersedimentasi di di formasi tua tersebut. Karena bisa dilihat penampang-penampang dalam palu tersebut sangat terlihat modern atau sama dengan palu jaman ini. Kecuali jika para Creationist mempunyai sebuah bukti yang  kuat mungkin pemikiran saya dapat diubah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *