Misteri dan Pengertian Kesadaran Manusia

Diposting pada

notasi

Apa yang akan kalian lakukan beberapa jam lagi, besok kalian ingin, kita sedang membaca tulisan ini, sedang makan itulah apa yang disebut dengan kesadaran manusia. Sadar dengan apa yang ingin dan sedang dan sudah dijalani. Pergerakan otot jantung, gerak usus, gerak otot lambung adalah gerakan yang terjadi dengan ketidak sadaran manusia. Dalam bidang ilmu cognitif sains dan nuerologi adalah bidang ilmu yang membahas tentang kesadaran dan ketidak sadaran manusia ini. Dalam lingkup pembahasan mengenai kesadaran manusia ini, telah ditemukan dua buah pokok masalah mendasar yang dihadapi oleh setiap ahli. Para ahli tidak hanya berasal dari bidang ilmu cognitif sains maupun neurologi saja tetapi dari bagian filosofi juga mengikuti karena dalam filosofi tentang kesadaran manusia begitu dibahas sejak dulu, sementara cabang ilmu cognitif sains dan neurologi ini karena dengan keterkembangan teknologi dan berkembangnya ranah ilmu manusia modern ini sehingga muncul.

Dalam pembahasan yang dilakukan oleh siapapun pihak yang membahas, ditemukan dua buah masalah seperti yang dituturkan tadi. Dua masalah tersebut disebut dengan “The Easy Problem” dan “The Hard Problem” yang saya artikan sendiri sebagai langkah memahami kesadaran manusia ini dengan “cara mudah” dan “cara sulit”.

1. The Easy Problem

Maksud dari easy problem ini bukanlah seserius yang anda pikirkan, maksud dari the easy way ini yang biasa dilakukan oleh para ahli neurologi dan cognitif sains adalah dapat dicontohkan seperti ini. Ketika kita menginjak paku dan perilaku kita tersebut direkam menggunakan sensor elektromagnetik di otak maka akan diketahui bagian otak mana yang bereaksi terhadap keadaan kita yang terkena paku tersebut dan kemudian menyambung ke syaraf manakah yang memicu sakit tersebut. Dan oleh para neurologi harus ada pemisahan terhadap kesadaran dan ketidaksadaran manusia terlebih dahulu agar seluruh aktifitas otak dapat terpetakan semua. Dalam penggunaanya seperti kata Daniel Dennet yang nanti juga akan dibahas, dalam pengaplikasiaanya ini para ahli neurologi bermasalah dengan yang namanya konsep dan oleh para ahli filosofi dapat dibantukan tetapi dengan jalan para ahli fisolofi juga memahami jalur-jalur neurologi ini.

2. The Hard Problem

Mungkin bisa dikatakan dengan kelanjutan dari The Easy Problem yang nampak bermasalah dengan konsep, apa yang bermasalah dengan konsepnya, setelah terpetakannya bagian otak yang bereaksi oleh rasa sakit yang timbul akibat dari tertusuk paku tersebut, sebenarnya apa yang memicu timbulnya rasa sakit tersebut?, dan terlebih lagi apakah itu sakit?. Masalah inilah yang membuat para sainstis kebingunan menghadapi problema seperti ini. Mungkin lebih ke apa itu rasa atau perasaan?.

Dan rasa inilah yang membingungkan para ahli sains, dimana dari masalah yang sulit tersebut, nampaknya kesadaran manusia tidak ditentukan oleh organ-organ kita, oleh keberadaan sususunan atom dan struktur dna kita, seperti David Chalmer mengatakan bahwa kesadaran kita berasal dari tuhan sendiri. Dalam sebuah tulisannya dimana dia membahas apakah zombie mempunyai kesadaran?. Zombie yang dimaksud Chalmer disini adalah seperti ini terdapat manusia buatan yang sama dengan kita, yang direkonstruksi sepeti kita, jumlah atom yang sama, letak atom yang sama, organ-organ yang sama tempatnya. Tetapi dalam perilakunya yang sama dengan kita si zombie ini tidak tahu rasanya menjadi kita ini.

Kenapa kita mempermasalahkan kesadaran kita sendiri, dan para ahli nampaknya tidak menemukan jalur keluar benarnya, karena seperti yang dikatakan tadi oleh David Chalmer, yang ditanggapi oleh Alan watts, pernyataan tersebut dapat membuat kita menulis ulang hukum fisika dimana fisika dalam menjelaskan hukum alam semesta mengatakan alam semesta terdiri dari materi fisik. Jika substansi tidak fisik ada seperti kesadaran manusia itu, maka hukum fisika harus ditulis ulang karena keberadaan substansi tidak fisik ini dapat mempengaruhi dunia fisik seperti ketika kaki kita terinjak paku dan langsung kita jatuh karena sakitnya.

Penolakan

Penolakan yang paling sering dibahas berasal dari Daniel Dennet seorang yang sudah terkenal seorang yang atheis dan seorang Profesor di Universitas Tuft. Dia mengatakan bahwa sesuatu seperti kesadaran manusia adalah yang dibuat-buat sama seperti tokoh-tokoh fiksi yang diciptikan dari sesuatu yang tidak ada. Dan kesadaran bukan berasal dari sesuatu yang tidak fisik seperti yang dikatakan Chalmer tetapi hanyalah proses input dan output atas informasi yang keluar dan masuk dari diri kita sehingga menghasilkan sesuatu seperti itu. Oleh Chalmer, Dennet sendiri disebut seorang zombie. Dalam penjelasan Dennet lainnya dia membandingkan dengan emas dan perak dimana yang membedakan emas dan perak hanyalah jumlah atomnya saja. Jadi kesadaran setiap orang berbeda karena jumlah atom di otaknya atau mungkin penyusunannya saja makanya oleh para ahli neurosains di petakan otak manusia mengenai tanggapan dan aksi di daerah mana saja yang bereaksi.

Misterianism

Dalam perkembangannya dan dari banyaknya pembahasan, tidak terdapat dan jalan keluar belum-belum juga dari sekian lama, oleh Colin Mcginn dia mengatakan “Bagaimana jika ini adalah masalah yang tidak mungkin diselesaikan oleh manusia kedepannya?”. Makanya dari situ dia menamakan situasi itu dengan misterianism, karena memang bakalan tetap menjadi misteri. Tetapi sebenarnya dari semua yang ada menurut saya tetap berada dalam kondisi misterianism karena pengamatan kita dari waktu ke waktu terus menerus berubah.

Pandangan Penulis

Kesadaran manusia sungguh adalah sesuatu yang mungkin sulit dipahami bahkan para ahli-ahli di sana pun saling berdebat satu sama lain, selamat datang di dunia yang penuh dengan ambiguitas dan kerancuan dimana pendapat tidak ada yang absolut mutlak karena kita saling membicarakannya dan mendiskusikannya. Saya tidak terlalu memahami mengenai neurosains maupun filosofi, tetapi sebagai seseorang yang memiliki kesadaran saya mencoba mengemukakan dengan tidak memihak alias memihak dengan diri sendiri, bukan bermaksud membuat pandangan sendiri tetapi mencoba pandangan memaparkan pandangan saya dengan pendangan orang lain yang telah mencerahkan. Saya bertanya-tanya juga apakah sebenarnya sadar itu, dan bukannya setiap manusia mempunyai kesadaran masing-masing sehingga setiap manusia mempunyai kesadaran berbeda-beda dan menjadikan orang-orang itu berbeda-beda pula. Seperti kata Chalmer yang membedakan kita dari zombie adalah kesadaran, tetapi apakah kita telah benar-benar sadar?. Apakah sadar itu berarti mengetahui diri kita sendiri ini dan membedakan dengan lainnya?. Setiap orang memiliki background latar berbeda-beda yang mempengaruhi pemahamannya, apakah pemahaman berkaitan dengan kesadaran. Jika sadar akan rasa seperti yang dikata Chalmer tadi dari tuhan maka sepertinya rasa sadar kita terus menerus berkembang karena setiap kita menemukan hal baru dan secara sadar kita memasukkannya kedalam kesadaran kita juga akan mempengaruhi kesadaran kita. Mungkinkah ada puncak kesadaran manusia?, mungkinkah itu juga yang dimaksud dengan orang-orang sebagai moksa?. Sedang dari pendapat Dennet tadi, bahwa kesadaran hanyalah proses lain dari input dan output yang terjadi di tubuh manusia. Berarti apa yang dimaksud dengan rasa adalah hal yang tidak ada dari pernyataannya tersebut, tetapi benarkah dia tidak perasa, karena kita tahu dia dari perilaku luarnya saja tetapi tidak merasakan menjadi Dennet sendiri dan apa yang membuatnya berkata seperti itu. Karena bagi saya rasa sepertinya tidak berasal dari pelepasan zat kimiawi dari organ-organ saya saja, dan ini pandangan saya dari saya yang belum pernah mempelajari lebih lanjut mengenai hormon-hormon, tetapi apakah yang telah berhasil mempelajari hormon-hormon dan organ-organ yang mempengaruhi sistem rasa manusia benar-benar menemukan arti dari rasa tersebut. Mungkin sebagai seorang pengamat kita akan menemukan, oh ya, saat kita sedang marah bagian otak yang aktif adalah sebelah sini dan saat sedang sedih adalah sebelah sini, itu jika sebagai seorang pengamat, tetapi sebagai individu yang merasakan mungkinkah kita tahu apakah marah kita berasal dari otak?. Saat kita mengatakan bahwa meja itu hijau dan di iyakan oleh orang lain, apakah yang dirasakan oleh tiap orang itu sama?. Mungkin makanya perlu menghilangkan semuanya dan sadar secara murni hehe.

Sumber Referensi :
https://www.theguardian.com/science/2015/jan/21/-sp-why-cant-worlds-greatest-minds-solve-mystery-consciousness
http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1580394,00.html
Consciousness is not a mystery Daniel Dennett[a], Léo Peruzzo Júnior
Author Sekelumit Pandang conciousness

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *