Pengaruh Marxisme dan Darwinisme

Diposting pada
Darwin(Kiri) dan Marx(Kanan)

Dua nama diatas adalah salah satu tokoh yang namanya begitu menggaung di dalam teks-teks sejarah. Mereka bukanlah raja maupun pemimpin pasukan perang yang berhasil menaklukan banyak wilayah. Nama mereka diperbincangkan dari waktu ke waktu karena ide mereka yang telah berhasil mengubah tatanan dunia.

Mungkin terdengar hiperbola atas penyebutan merubah tatanan yang ada di dunia ini. Kenyataanya apa yang mereka telurkan dari dalam kepala mereka adalah sesuatu yang merasuk ke setiap pikiran manusia bahkan sampai sekarang, apapun sempalan panggilan yang disebutkan dibelakangnya.

Baca Juga : Materialisme Sejarah Karl Marx

Hubungan Darwin Dan Marx

Meski tidak sering atau tidak pernah melakukan kontak secara individu satu sama lain. Hubungan mereka bisa dikatakan erat dalam hal pemikiran. Bukan berarti pemikiran dan pemahaman mereka sama. Karena dalam bidang yang ditekunipun berbeda.

Darwin telah berhasil membuat sebuah pandangan dunia baru mengenai cara kerja alam. Dia mendapat persutujuan khalayak para peneliti atas karya dari teorinya di dalam “Origin of Species”. Meski dalam pembuatan dan pengumpulan data-datanya dia mendapat bantuan data dari Alfred Wallace juga.Darwin menawarkan konsep pandangan baru dalam dunia makhluk.

Pengkategorian dan pengkelasan antara tumbuhan dan hewan sebenarnya telah  dilakukan di masa sebelum Darwin oleh peneliti dari Swedia Linneaus. Dia telah mengkategorikan hewan dan tumbuhan dengan ciri morfologi fisik dan anatominya. Tetapi atas dasar kenapa bisa begitu, belum ada jawaban kecuali dari Agama terutama pihak gereja saat itu dimana dikatakan bahwa Tuhan menciptakan hewan dan tumbuhan dengan bentuk seperti itu.

Dan pemahaman itu diterima oleh pihak luas sebagai jawaban kebenaran, lalu hingga saat ditemukan sebuah penglihatan lain saat melihat kesamaan ciri-ciri fisik antar spesies yang berkerabatan dekat. Sehingga ditarik sebuah konsep mengenai keturunan. Dimana spesies yang ada sekarang adalah satu keturunan dari nenek moyangnya yang terus berkembang. Teori mengenai keturunan ini dikembangkan oleh Lamarck tetapi tidak memilliki cukup bukti yang nyata sehingga dianggap sebagai asumsi saja.

Kemudian datanglah Darwin dalam bukunya “Origin of Species” yang menawarkan sebuah sistem dimana dapat menjelaskan perubahan dalam penurunan keturunan suatu spesies yang ia namakan sebagai “seleksi alam”. Bahwa hewan dan tumbuhan berasal dari nenek moyang yang sama dan nenek moyang tersebut juga turunan dari spesies yang lebih sederhana lagi. Penyebab dari perubahan tersebut adalah seleksi alam itu, hewan yang dapat menyesuaikan diri di sebuah lingkungan dan berhasil mengembang biakkan spesies seperti dirinyalah yang akan menjadi penerus spesiesnya sampai diwaktu kita sekarang ini.

Sebagai contoh adalah Jerapah, yang dahulu kala memiliki leher yang pendek tetapi dikarenakan karena kondisi lingkungan yang dapat memberikannya makan yaitu dedaunan berada di tempat yang jangkauannya tinggi. Sehingga yang dapat meraihnya hanyalah yang memiliki leher panjang saja. Kemudian jerapah-jerapah yang berleher pendek itupun akan dalam waktu yang berlalu hilang karena tidak daapt menyesuaikan dirinya di lingkungan itu dan berganti dominasinya oleh jerapah berleher tinggi yang memiliki keuntungan dalam mengambil dedaunan di pohon yang tinggi.

Dari sana ditunjukkan oleh Darwin bahwa organisme berkembang secara terus menerus. Dan bukti-bukti fossil dari purba memperlihatkan bentuk lain dari spesies yang ada sekarang ini. Teori Darwin tidak dapat dibantah saat itu sehingga diterima oleh keilmuan sebagai teori yang sah. Dan teori ini juga mendapat dukungan banyak pihak.

Pandangan dan bidang Darwin di dalam melihat alam itu malah ia dapati dari teori ekonominya Malthus mengenai populasi.Perjuangan mengenai eksistensi yang dijabarkan Malthus menjelaskan bahwa kompetisi kehidupan adalah penggerak kita. Kalau di Malthus di menjabarkannya hubungan antara produksi makanan dan jumlah populasi. Karena perbedaan perkembangan di dua hal tersebut terjadilah sebuah kompetisi untuk mendapatkannya dan bertahan hidup.

Kompetisi antar individu maupun kelompok tersebutlah yang mengembangkan perubahan di dunia. Kompetisi diperlukan karena setiap manusia harus memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dirinya melawan kebutuhan orang lain yang sama. Apa yang dipandang Malthus adalah siapa yang dapat menjaga kelangsungan hidupnya dan kelasnya adalah yang telah memperjuangkan eksistensinya tersebut. Dan dari teori Malthus tersebut, Darwin mendapatkan jawaban setelah selama 15 tahun mengumpulkan data-data anatomi hewan dan tumbuhan di seluruh dunia.

Telah diterimanya teori Darwin tentu saja mengguncangkan dunia, baik dari kaum akademisi, agama, maupun masyarakat awam biasa. Kemudian juga Teori Darwin disambut baik oleh Karl Marx dan Engels di dunia sosiologi, sejarah, dan budaya. Yang membuat Marx mengirimkan Kapital I untuk Darwin, tetapi karena Darwin kurang baik dalam membaca bahasa Jerman mungkin tidak terbacanya dan hanya mengirimkan surat balasan untuk Marx. Marx mengatakan bahwa apa yang diungkap Darwin mendukung analasis perkembangan sejarah manusia miliknya. Dan menunjukkan semakin eratnya hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.

Serta perjuangan eksistensi Darwin tersebut juga diterima baik oleh perjuangan kelas Marx. Marx juga melihat kebudayaan manusia berkembang secara terus menerus sama seperti organisme itu sendiri. Perkembangan kebudayaan manusia itu berubah karena terdapat perjuangan-perjuangan kelas.

Salah satu contoh adalah revolusi menumbangkan monarki dalam Revolusi Prancis itu. Dimana kelas yang mengambil peran untuk melawan kaum monariki sebagai pemilik kekuasaan. Penumbangan monarki tersebut mengubah arah sejarah dan kebudayaanya dan memperlihatkan peran baru sebagai kelas yang superior yaitu kaum kapitalis.

Baca Juga :Samin Pemikiran dan Tindakan

Pengkelasan masyarakat tersebut didasarkan kepada kemampuan produksi dan kepemilikan alat oleh Marx. Yang ia anggap sebagai pembentuk perkembangan manusia. Apabila Darwin memperlihatkan pada organ-organ dan fisik yang berubah ketika menjadi keuntungan untuk beradaptasi. Marx memperlihatkan bahwa alatlah yang membuat perubahan itu, karena perkembangan kita ditentukan oleh alat dan kemampuan produksinya. Dapat dilihat apabila hewan dikelaskan oleh fisik dan anatomisnya, manusia dikelaskan berdasarkan alat dan produksinya. Sementara kebudayaan dihasilkan oleh proses tempaan landscape lingkungan sekitar dan alienasi. Disini dapat dipahami apabila Marx mengembangkan dan memberikan fondasi untuk materialisme modern untuk muncul.

Marx dalam maksudnya mempelajari dan menganalisis hal tersebut untuk memperlihatkan bahwa perkembangan manusia tidaklah acak tetapi dapat dibuat sebuah tujuan atau diarahkan dalam arti lain. Bagaimanapun juga Marx dan Darwin telah membuka dunia kerah positivisme sains dimana kepercayaan akan data-data empiris dan saintis secara metode lebih bisa diterima daripada sistem kepercayaan berdasarkan warisan generasi sebelumnya maupun dari gereja-gereja.

Marxisme dan perubahan yang dihasilkan secara menyeluruh

Seperti yang kita ketahui  dan rasa jika teori-teori sains yang muncul maupun tenggelam tampaknya tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan secara langsung oleh masyarakat awam. Tetapi berbeda kasus dengan Marx dimana teorinya dan analisisnya yang kemudian ia sebarkan telah memberikan suatu pandangan yang membuat orang yang mengerti kelasnya terpengaruh.

Karena Marx memberikan sebuah tempat serta alasan kepada kaum proletar yang dalam sistem pengkelasan tidak memiliki kekuatan dan alat produksi seperti yang dimiliki oleh kaum kapitalis. Sebenarnya pergerakan kaum-kaum proletar untuk melawan telah ada sebelum marx menelurkan gagasannya bahkan sebelum Marx sendiri ada, karena buruh adalah buah dari eksploitasi kapitalisme. Kaum proletar tersebut menginginkan agar hilangnya penindasan dan eksploitasi dari kaum kapitalisme yang kemajuannya hanya untuk mereka sementara kaum proletar terpinggirkan dan hanya dapat menyumbangkan otot mereka atas suruhan kapitalis.

Dan oleh Marx, perlawan kaum  proletar dan kaum sosialis diberikan arah dan fondasi yang berasal dari teori sains mengenai sejarah perkembangan. Mereka diberikan kekuatan dan tempat bahwa ada jalan untuk menghilangkan itu. Oleh Marx dikatakan bahwa kapitalisme harus mentransformasikan dirinya untuk menjadi sosialisme. Dan pertentangan kaum kapitalis sendiri adalah karena mereka menginginkan model produksi sejak seperti dahulu, kompetisi. Tetapi kompetisi tersebut tidaklah adil sejak dari awalnya karena adanya modal. Modal tersebut memberikan kelainan daripada orang lain yang tidak memiliki modal dan hanya dapat menjual otot saja.

Karena keberpihakan dan pengarahan oleh Marx, nama Marx diingat banyak orang yang bahkan hanya sedikit mengetahui mengenai teorinya itu. Tetapi perubahan itu memberikan dampak besar terhadap sistem perlawanan kelas buruh yang tetap ada sampai sekarang, karena mereka hanya punya satu-satunya jalan yaitu untuk memperjuangkan kelas mereka agar mereka memiliki kekuatan secara bersama untuk mereka dan dari mereka.

Darwinism dan pengaruhnya secara langsung

Darwin yang sedari awal hanya ingin membuat sebuah teori atau pandangan baru untuk bidang keilmuan biologinya dan sekitarnya. Malah mau tidak mau hasil karyanya itu tetaplah yang berhasil diingat-ingat juga dan mengubah pandangan masyarakat awam juga. Apalagi tulisannya “The Decent of Man” yang secara terkenal oleh orang awam dipahami sebagai kita keturunan dari monyet. Tentu saja hal itu salah secara penerjemahan makna istilah karena yang dimaksud Darwin ialah kita dan monyet berasal dari nenek yang sama yang kemudian terpisah dalam jalan panjang evolusi tersebut sedang kemudian mendapat keistimewaan untuk memiliki sebuah otak yang melebihi spesies lain. Mungkin perkataan tadi sangat hiperbolik jika dikategorikan sebagai ilmiah tetapi perlulah membanggakan spesies sendiri.

Pandang banyak orang awam mengenai kita berasal dari monyet yang salah tafsir tersebut mungkin bisa saya artikan sebagai proses penentangan pemahaman Darwin tadi oleh pihak gereja yang berpahaman Creationism kemudian disebarkan ke kalangan luas.

Meskipun pertengan dari pihak gereja ada, tetapi teori Darwin juga ikut membangun sistem masyarakat baru, yaitu Sosial Darwinisme, masyarakat yang berpedoman terhadap teori Darwin serta menekan pihak gereja karena anggapan mereka atas kebohongannya.

Sosial Darwinisme muncul karena pengambilan teori Darwin yang berasal dari ranah biologi kedalam Sosiologi. Oleh Ernest Haeckel menggunakan teori Darwin sebagai pendukungnya untuk menentang penyebarluasan pemahaman pihak teolog , atau bisa dikatakan sebagai counter-partnya. Darwin sebenarnya juga tidak bermaksud untuk menentang agama, tetapi karena dia menelurkan hal tersebut dan telah dianggap benar secara kajian sains. Maka teori itu diterima dan diambil banyak pihak. Bisa dilihat bagaimana sebuah gagasan dapat merubah itu semua.

Ernest Haeckel menyebarluaskan pemahaman Darwin tidak di Eropa saja, tetapi di Amerika dia menjadi acuan karena larisnya tulisannya disana. Kaum masyarakat baru tersebut membenarkan perilaku imperialism mereka karena menganggap kesuperioran bangsa kulit putih dan keinferioran bangsa selain mereka.

Jika ditilik dari teori Darwin secara sepihak mereka yang anggapannya seperti itu mengatakan bahwa apabila mereka membagikan kekayaan, pengetahuan dan kekuatan terhadap bangsa-bangsa inferior ini akan menyalahi hukum alam. Apalagi saat itu teori Darwin tambah mendapatkan sebuah bukti dari Maendel. Dan bisa dilihat memang kemajuan menjadi milik mereka sebagai pemilik modal dan telah menguasai kebanyakan dunia.

Kesimpulan

Apa yang ditelurkan oleh Darwin dan Marx telah mengubah tatanan dan pandangan dunia di waktu berikutnya. Saya disini inign memperlihatkan bahwa sebuah teoripun mungkin secara tidak langsung masyarakat awam yang tidak tertarik untuk menekuninya akan mendapatkan pengaruh baik langsung maupun tidak langsung. Kalau Marx dalam penyebarannya pahamnya dia dengan memberikan kekuatan kepada para kelas-kelas proletar sehingga dapat mengorganisasikan serikat buruh di banyak tempat. Dan pahamnya itu kemudian diketahui banyak orang baik yang menerimanya maupun tidak dan juga yang mengerti secara sedikit saja.

Sedang Darwin atas hasil karyanya telah berhasil memberikan tempat kepada kaum imperialism untuk membenarkan apa yang mereka lakukan karena merasa sebagai bentuk tertinggi tahapan evolusi manusia. Tetapi itu dulu dimana masyarakat sosial darwinisme masih banyak. Tetapi tidak menampik juga di saat ini masih ada yang berpikir sebagai kaum yang lebih superior dan ini dampak dari teori evolusi. Penyebaran paham ini tidak dilakukan oleh Darwin kepada masyarakat awam, tetapi Haeckel dari buku di bidang sosiologinya. Dan sebagai bukti paham itu laku adalah larisnya buku Haeckel ini di Amerika. Tidak hanya di Amerika di jerman ketika itu juga mengambil peran teori Evolusi juga dimana di bawah kepemimpinan Hitler dia mencanangkan bahwa Jerman adalah ras bangsa yang unggul dari segi manapun. Dan atas hasil itu dia memulai perang yang meluluh-lantakan sebagian Eropa.

Dapat terlihat dimana sebuah ide dapatlah menjadi sesuatu yang berbahaya, ide tersebut bagai peluru tak terlihat yang dapat membentuk pehamanan sekawanan manusia menjadi luar biasa berbahaya maupun sebaliknya dapat menjadi pemberi kebenaran bagi yang lain.

Baca Juga : Sejarah dan Dampak Revolusi Industri

Referensi:

Anton Pannekoek 1912:Marxism And Darwinism

Sumber1

Sumber2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *