Beberapa Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Diposting pada
http://arthistorynewsreport.blogspot.co.id

Kejelasan akan makna sebuah kata sepertinya menjadi urusan manusia dalam menentukan kata-kata yang menjadi pengartian sesuatu tersebut. Dan ketika kata tersebut bahkan kemudian membawa berikut dampak di kedepannya. Tentang hal-hal sangkut paut manusia-manusia tersebut di dunia kehidupannya.

Pengurusan mengenai kehidupan sehari-hari seperti nampaknya terjadi dengan begitu saja apabila tidak meninjau aspek-aspek pengartian menentu. Dan kemungkinan besar semuamanusia harus melakukan ini agar dapat menjalani apapun yang ia lakukan adalah terjadi.

Dan demokrasi adalah salah satu kata yang kemudian menjadi definisi bagi setiap bentukan-bentukan masyarakat dan relasi kegiatannya. Dalam perjalanan sejarah manusia di titik sekarang ini. Dengan berbagai pergulatan kekuatan otot dan pikiran. Yang kesemuanya campur aduk menjadikan sebuah bentuk sejarah yang kadang untuk membaca hal yang telah lalu seudah sangat sulit untuk dilihat.

Kejelasan mengenai apakah itu demokrasi adalah hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari akar kata para pengguna kata yang kemudian mereka jelaskan tersebut. Lalu mengenai apakah demokrasi itu memiliki sebuah andil fungsi yang baik sebagaimana baik yang diinginkan masyarakat nataukah sipembuat kata itu?.

Demokrasi akar katanya berasal dari bahasa Yunani. Sungguh besar Yunani itu, dengan wilayah kecilnya teluran budayanya menjangkau ke berbagai ranah muka bumi. Hal yang menarik untuk dilihat. Kata demos adalah salah satu bagian dari untaian kata demokrasi tersebut yang berarti rakyat atau bisa dikatakan orang-orang. Lalu adalah kata kratos yang berarti kekuasaan. Maka pengggabungannya adalah kekuasaan untuk rakyat.

Pembuat kata tersebut dimungkinkan untuk diketahui. Karena penemuan kata itu muncul didalam manuskrip kuno dalam bahasa Yunani. Maka sebelum itu sudah beredar kata tersebut. Dan juga Yunani adalah pemakai demokrasi pertama(tidak memungkiri terdapat wilayah lain sebelum Yunani yang sudah memakai sistem demokrasi, tetapi karena tidak adanya bukti akan penulisan dari sistem tersebut maka diambilah awalan dari Yunani. Padahal kebudayaan purba yaitu ketika berburu dan meramu dimungkinkan telah muncul bentuk demokrasi karena tipa keadaan komunitas manusia saat itu). Sejarah demokrasi Yunani mungkin dibahas dalam waktu lain. Karena kefokusan tulisan akan kembali ke pengertain-pengertian yang dicoba para ahali-ahli yang memang diakui berusaha untuk menjabarkan apa bentuk terbaik demokrasi dan bagaimana demokrasi tersebut.

Secara singkat untuk menjadi pijakan sebelum berlanjut ke dalam ranah pemikiran ahli ternama. Bisa dikatakan demokrasi adalah sebuah metode dalam usaha pembuatan keputusan didalam sebuah kelompok dimana setiap anggota kelompok dianggap sama dan memiliki hak untuk membuat keputusan.

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Aristoteles

Aristoteles membahas mengenai demokrasi. Sebagai filsuf yang telah berhasilmenanamkan banyak sumbangan terhadap berbagai ranah-ranah keilmuan. Pembahasan demokrasi adalah pembahasannya mengenai politik. Atau kegiatan atur-mengatur Negara. Seperti yang ia hidupi adalah demokrasi di Yunani.

Dan sumbangannya atas pembahasan tersebut tetap menjadi dasar dalam berbagai bentuk Negara sampai sekarang. Untuk masalah pembahasannya, pendekatan yang ia lakukan adalah dengan penjelasan kata konstitusi yaitu tempat dimana adalah kantor organisasi dimana setiap masyarakat terdistribusi diantara mereka tergantung dikelas mana mereka berada.

Maka dari itu diperlukan suatu bentuk pemerintahan dimana yang berusaha menyusun kantor-kantor tersebut berdasar kekuatan dan perbedaan dari berbagai hal di Negara tersebut. Dan yang menjalankan kerja tersebut patut diawasi karena sesuai dengan pandangan realis adalah bentuk pemerintahan yang paling terbaik adalah sebuah kesulitan untuk digapai.

Salah satu skema Aristoteles mengenai demokrasi adalah tujuan dari pembentukan konstitusi tersebut. Pembagiannya adalah dengan melihat apakah tujuan dari pembentukan konstitusi tersebut. Sehingga dari sana akan terlihat bahwa salah satu bentuk konstitusi yang dapat dihasilkan adalah monarki dalam bentuk ideal dan dalam bentuk yang lain adalah tirant. Kemudian juga aristrokasi dimana yang mengatur adalah sebagian kecil dari masayrakat. Dan aristorkasi adalah bentuk yang idealnya sementara kebalikannya adalah oligarki.

Pandangan Aristoteles ini menjauhi pemikiran-pemikiran orang-orang Yunani jaman dahulu. Bentuk demokrasi di Yunani adalah dengan memasukkan semua orang yang berkehendak untuk mengikuti pembuatan sebuah keputusan. Dimana setiap kota yang terdapat gedung (polis) yang akan menjadi ajang banyak sekali manusia masuk sesuai yang berkinginan untuk mengambil haknya yang juga sebagai pembuat keputusan. Dan menurutu Aristoteles dimana disini dia menggaris bawahi jika demokrasi selalu berhubungan dengan apa yang dimaksud kebebasan itu.

John Locke

Seorang filsuf dari Inggris yang ikut turut menyemai demokrasi di masa modern setelah kehidupannya. Dia meneruskan apa yang dibahas oleh Aristotels terlebih mengenai kebebasan.Yang ia anggap adalah hakyang secara alami melekat didalam diri setiap insan manusia.

Dan pemerintahan bukanlah yang memberikan hak-hak tersebut akan tetapi hak itu dilindungioleh pemerintah. Dan masyarakat membuat kontrak sosial dengan pemerintah tersebut agar hak-haknya terlindungi. Dan jika pemerintah tersebut tidak dapat melindungi hak-hak masyarakat yang ada masyarakat dapat menggantikannya.

Pemikiran Locke ini sebenarnya tidak secara langsung membahas perihal demokrasi. Tetapi dapat dirunut apabila teori politik Locke mengarah kesana. Dan menjadi pedoman Thomas Jefferson dalam merumuskan undang-undang Amerika. Dimana rakyatlah yang memilih yang diperintahnya, serta kewajiban pelindungan hak alami manusia oleh pemerintah.

Nietzsche

Sebagaimana Nietzsche tulis, “The democratic movement is not only a form of the decay of political organization but a form of the decay, namely the diminution of man, making him mediocre and lowering his value.” Yang dapat diartikan “gerakan demokrasi bukanlah sebuah bentuk dari membusuknya organisasi politis tetapi malah sebuah bentuk dari pembusukan,dinamakan pengecilan manusia, membuatnya biasa saja dan merendahkan nilainya”.

Kemudian ada filsuf yang terkenal akan gebrakan radikalnya. Nietzche mengkritik akan keberadaan demokrasi ini. Mengenai pengaruhnya terhadap perkembangan manusia itu sendiri. Disini apa yang dilakukan Nietzsche adalah dengan melakukan pendekatan akan diri manusia dan pembentukannya.

Dari nilai-nilai maupun kebajikan-kebajikan yang ada. Dan mengenai penciptaan nilai yang secara tegas tentunya Nietzsche menolak yang asalnya dari ilahiah karena berdasar dia nilai itu adalah senantiasa diciptakan oleh manusia.

Dan demokrasi malah akan membuat terhentinya hal-hal tersebut. Sehingga pembentukan setiap diri akan terhenti karena terdapat hal-hal yang terjadi didalam sistem demokrasi yang membuat sebuah relasi-relasi yang memberhentikan tumbuh kembangnya tersebut. Karena adanya otoritas yang berwenang dan lain-lain.

Karl Marx

“The struggle is already on. The constitution has been shaken in its foundations. How things will turn out in the near future can be seen from what has been said. The new alien elements in the constitution are of a democratic nature; public opinion too, as time will show, develops in accordance with the democratic side; England’s near future is democracy.

“But what a democracy! Not that the French Revolution, whose antithesis was the monarchy and feudalism, but that democracy whose antithesis is the middle class and property. This is evident from the entire preceding development. The middle class and property are in power; the poor man is bereft of rights, oppressed and sweated; the constitution disowns him, the law maltreats him; the struggle of democracy against the aristocracy in England is the struggle of the poor against the rich. The democracy which England is heading for is a social democracy.

“But mere democracy is unable to remedy social evils. Democratic equality is a chimera, the struggle of the poor against the rich cannot be fought out on the ground of democracy or politics in general. Hence this stage too is only a transition, the last purely political measure that still is to be tried and from which a new element must immediately develop, a principle transcending everything political.

“This principle is the principle of socialism.”

Perjuangan telah dimulai. Kontitusi telah tergertar di fondasinya. Bagaimana hal akan terjadi di masa depan dekat dapat dilihat dari apa yang telah dikatakan. Elemen asing didalam kontitusi adalah hakikat demokratis; juga opini public, sebagaimana juga waktu akan memperlihatkan, berkembangkan selaras dengan sisi demokratis; masa depan dekat Inggris adalah demokrasi.

Tetapi apakah sebuah demokrasi! Bukan yang terdapat dalam revolusi Perancis, dimana antitesisnya adalah monarki dan feodalisme, tetapi bahwa demokrasi yang mana antitesisnya adalah kelas menengah dan propertinya. Ini adalah bukti dari seluruh proses perkembangan. Kelas menengah berkuasa; orang miskin kehilangan haknya, ditindas dan berkeringan; kontitusi menyangkalnya, hukum menyiksanya; perjuangan dari demokrasi melawan aristrokasi di Inggris adalah perjuangan antara yang miskin melawan yang kaya. Demokrasi yang mana Inggris tuju adalah demokrasi sosial.”

“Tetapi demokrasi biasa tidak dapat memperbaiki kejahatan sosial. Persamaan demokratis adalah angan-angan, perjuangan antara yang miskin melawan yang kaya tidak dapat dilakukan di ranah demokrasi atau politik secara umum. Karenanya stadium ini adalah sebuah transisi, ukuran akhir yang murni politis yang masih adalah untuk mencoba dan sebuah elem baru harus secara cepat dikembangkan, sebuah prinsip yang melampaui semua hal politis.”

”Prinsip ini adalah prinsip sosialisme”

Telah coba dari berbagai pandangan tentang penjelasan,bentuk dan makna, kritik, dan lain-lain berikut sebagainya. Dan para ahli ini adalah para pembuat kata-kata yang menjadikan sebuah pedoman banyak hal dan mempengaruhi banyak bentuk-bentuk pemikiran serta bentuk-bentuk relasi masyarakat.

READ  Pandangan Materialisme Historis Untuk Konstruksi Kebenaran Di Realitas

Apakah secara jelas dan gamblang telah anda ketahui perihal hal-hal ini tanpa perlu membaca apapun. Apakah semua hal-hal ini benar-benar yang telah terjadi dan menjadikan diri kita ebrikut seluruh kesekitaran yang ada di luar diri. Jawaban adalah sebuah pencarian tetapi untuk itu apakah sejauh ini pijakan untuk memulai apa yang anda ingin mulai atau pijakan ini belum cukup.

Sekiranya begitu bisa diambil lagi referensi lain yang mungkin sekiranya dapat memberikan sebuah pemahaman lagi akan sebuah arti demokrasi itu. Karena sempalan-sempalan tulisan diatas adalah mungkin dirasa kurang bahkan untuk menjelaskan pemikiran-pemikiran setiap ahli diatas. Jika apa yang dicari tidak tertemu disini lihatlah tempat lain. Karena penulisan ini adalah sebuah bentuk juga demokrasi akan pmebelaan hak saya untuk memberikan pendapatnya akan sesuatu. Meski sesuatu itu juga tersempal banyak hal dari orang lain.

https://www.marxists.org/archive/draper/1974/xx/democracy.html

https://plato.stanford.edu/entries/democracy/#DemDef

https://web.stanford.edu/~ldiamond/iraq/WhaIsDemocracy012004.htm

http://philosophy.wisc.edu/hunt/webtext.ws34.htm

https://web-archive-2017.ait.org.tw/infousa/zhtw/docs/whatsdem/whatdm11.htm

https://www.britannica.com/topic/democracy/The-theory-of-democracy

‘Nothing is Really Equal’: Nietzsche on Democracy and Self-Creation1

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *