Pengertian Perubahan Sosial Dan Faktor Penyebabnya

Diposting pada
www.guggenheim.org

Kata yang sering terucap meski makna sering kali dirasa abstrak. Perubahan. Dunia berubah, manusia berubah, diri pun berubah. Tetapi ketika menggali dari kata perubahan itu lagi. Apakah yang berubah. Maksud yang dikemukakan oleh setiap individu yang menggumam maupun meneriakkan maupun menuliskan kata tersebut adalah apa?. Dan ketika menuju ke tambahan kata menjadi perubahan sosial. Sebenarnya apa yang berubah.

Apakah perubahan itu adalah seperti energy yang berbentuk fisik yang menghempaskan setiap badan.Ataukah hal itu ialah sebuah perubahan cara berpikir yang secara serentak merasuki setiap diri disetiap waktu dan daerah. Kekuatan apakah itu perubahan hingga kata itu sering kali diulang-ulang. Apakah dengan mengatakan perubahan itu juga menandai adanya perubahan.

Makna Dari Perubahan Sosial

Ketika apa yang abstrak dicoba untuk diutarakan, maka sebuah keputusan awal untuk membuat batasan dari makna kata itu adalah mutlak perlu. Agar dapat berlanjutnya penjabaran kemudian. Tetapi bukan berarti apa yang abstrak itu menghilang karena telah terbuat batasannya. Karena mungkin saja dari kata berubah itu ada perubahan juga.

Sebagai awal pembatasan, perubahan sosial yang dimaksud adalah ketika hal-hal yang melandasi bisa adanya sebuah sistem yang disebut dengan sosial, berubah. Bahkan sosial pun perlu dimaknai batasannya. Mulai dari relasi-relasi yang membentuk sosial tersebut, jenis masyarakat, kebudayaan, teknologi, politik, dan mungkin ada hal lain lagi yang dapat dimasukkan sebagai landasan adanya sistem sosial tersebut. Tetapi dirasa untuk sebagai pemahaman untuk lanjut sudah mencukupi.

Jadi perubahan itu terlihat ketika sesuatu dari yang melandasi adanya atau yang mengisi sebuah sistem sosial tersebut berganti bentuknya. Kenampakan-kenampakan yang mungkin dapat terambil sehingga dapat terpahami agar mudahnya dimisalkan dengan bentuk masyarakat seperti dari kerajaan ke Negara, kemudian teknologi dimana sudah mesti sangat terlihat perubahan tersebut, bisa juga kebudayaan yang muncul dan yang tumbang dan lain lagi.

Sekarang mungkin akan muncul sebuah tanya. Apakah sebuah perubahan itu dapat dilihat dengan cara menengok dari sekarang ke belakang dimana dengan kenampakan perbedaan antara yang kemarin dengan yang sudah dapat menandai kita paham bahwa telah terjadi sebuah perubahan. Ataukan perubahan itu dapat dibawa serta didalam alam kesadaran bersama-sama membuat seusatu yang berbeda dari sekarang. Atau malah lewat peramalan bila besok aka nada perubahan seperti itu maka dengan begitu hal itu dibawa menuju ke kesadaran akan kenyataan. Dan apakah hal itu dibuat atau ditunggu?.

Adalah pembahasan lain di topic lain sepertinya. Tetapi meluruskan lagi kedalam pembahasan perubahan sosial. Selanjutnya adalah sebuah penjelasan tentang faktor-faktor apa saja yang akan membuat sebuah perubahan sosial itu terjadi. Lalu apakah bisa sebuah perubahan itu di ciri-cirikan tanda-tanda yang dapat digunakan untuk memahami apakah saat ini sedang ada perubahan atau malah sedang dalam proses perubahan. Sekiranya menurut saya yang lebih tepat ialah yang kedua karena sosial berikut diri senantiasa berubah. Tetapi entah juga dari pandang pengamat sebelah mana.

Pendekatan Untuk Memahami Sebuah Perubahan Sosial

Sebuah perubahan adalah hal yang perlu dipahami. Sebagai manusia yang mengalami perubahan itu sendiri. Akan mengapa dan kenapa akar perubahan itu bisa terjadi. Mungkin dalam bidang pendekatan ini dari cabang sosiologi akan lebih memahami karena kebanyakan teoris-teoris perubahan sosial menggunakan metode-metode sosiologi dalam memahami gerak masyarakat.

Mungkin dikenal Emiliy Dukrheim sebagai bapak sosiologi dan sumbangsihnya mengenai fungsionalitas dalam sosial sebagai salah satu cara untuk menganalisa apa sebab terjadi sebuah perubahan didalam masyarakat. Dimana dia jelaskan apabila kesadaran kolektif masyarakat adalah yang membentuk norma dan hukum yang beredar dalam keseharian.

READ  Orang yang Selamat Dari Dua Ledakan Bom Atom

Perubahan yang memungkinkan untuk terjadi ialah ketika terjadi sebuah anomaly didalam fungsionalitas masyarakat. Dimana kegiatan konsumsi dan produksi yang dijalankan tidak selaras dengan batin masing-masing. Durkheim dalam hal ini juga menggaris bawahi para buruh yang mengalami hal tersebut. Dan masyarakat yang sehat menurut Durkheim adalah ketika norma dan adat menyelaraskan kelas-kelas yang bertentangan.

Karena ketika mode produksi berubah menjadi kapitalisme dimana ritus-ritus dan nilai-nilai integritas yang sebelumnya dipercaya menjadikan manusia-manusia dalam sistem ekonomi yang berubah tersebut merasakan sebuah keterkejutan antara nilai mereka dan kehidupan mereka.

Dalam hal ini Durkheim bertentangan dengan pandangan Marx mengenai buruh. Marx dimana melihat gerak perubahan didalam masyarakat adalah hasil dari pertentangan terus-menerus didalam sejarah. Menemukan sebuah pemahaman untuk para buruh sebagai kelas yang awalnya dianggap tidak dapat memberikan sebuah perubahan secara sosial.

Marx melihat apabila penguasaan alat produksi adalah hal yang menjadikan pihak berkuasa dan tidak berkuasa. Dan seperti yang diketahui pihak yang berkuasa dapat menjalankan kekuasaannya dan menjadikannya sebuah perubahan, Sehingga kemudian ia menelurkan sebuah teori. Mungkin disini akan dapat juga dijadikan sebuah pijakan pemahaman.

Karena apa yang dapat berguna dari teori akan sebuah perubahan. Teori dalam hal ini teori materialis-dialektis Marx akan gerak sejarah. Memberikan sebuah kesadaran terhadap kelas buruh apabila mereka dapat bisa menjadi pihak yang membentuk perubahan dikenyataan. Kekuatan mereka bukanlah timbul dari penguasaan capital yang menjalankan roda ekonomi seperti disaat sebelum tesis-tesis Marx muncul. Tetapi terhadap para buruh itu sendiri yang memungkinkan munculnya nilai lebih.

Sehingga kekuatan mereka untuk melawan adalah solidaritas massa buruh untuk mengambil alih alat-alat produksi. Untuk kemudian menciptakan sebuah sistem sosial masyarakat baru yaitu komunisme. Tetapi Marx mengatakan apabila sebuah teori tidaklah mungkin dapat menjelaskan segalah hal. Tetapi lewat korsepondensinya dengan kenyataan dan analisis gerak dalam sejarah. Sebuah tujuan untuk para buruh itu dimungkinkan.

Dalam kegiatan menganalisis dan meniupkannya ke masyarakat tersebut adalah salah satu cara untuk memberikan sebuah kesadaran akan sebenarnya apa yang bisa terjadi, apa yang bisa dilakukan dan lain sebagainya. Tetapi dalam memahami alur perubahan serta masyarakatnya harus dapat dianalisis secara mendalam. Agar dapat terkorespondensi dengan kenyataan yang ada. Sehingga dari sana perubahan apa yang bisa dilakukan dapat diperjuangkan.

Kemudian tentang kekuatan yang mengubah ini, atau bisa disama katakan dengan kekuasaan. Foucoult menjelaskan tentang kebenaran serta kejahatan dan hukuman untuk ditimpakan. Karena dalam sebuah sistem sosial hal tersebut senantiasa ada. Dan sebuah sistem sosial selalu memliki kebenarannmya sendiri. Sebuah kebenaran yang melandasi kekuasaan yang tersebar. Kekuasaan yang tersebar inilah juga yang menjadikan terbentuknya sistem sosial seusai relasi-relasi yang berada dalam kekuasaan tersebut.

Pertempuran yang sesungguhnya ialah bukan untuk membedah apa yang sebenar-benarnya menjadi kebenaran tetapi pertempuran mengenai peraturan yang menjadikan kebenaran itu bisa dikategorikan benar atau salah. Pertempuran mengenai status kebenaran serta status politik dan dinamika ekonomi yang dapat status kebenaran itu mainkan ( Foucault, in Rainbow 1991). Karena dari kekuasaan itu juga timbul kenyamanan dan kedisiplinan yang dapat dirasa oleh masyarakat.

Penjabaran bentuk-bentuk cara pendekatan untuk memahami sebuah perubahan sosial diatas menurut cara masing-masing. Adalah juga sebuah pandangan yang turut serta membangun sistem sosial di dunia modern sekarang ini. Lalu apakah teknologi juga tidak turut serta membangun sistem sosial. Memang benar adanya teknologi inovasi terbaru turut serta membangun tetapi kemudian penggunaan dari teknologi itu kembali ke dalam relasi-relasi sosial sebagaimana dapat digunakannya teknologi baru tersebut. Sehingga untuk melihat sebuah perubahan sosial pendekatan yang lebih bisa untuk dianalisis adalah dengan beragam cara diatas.

READ  Legenda Simpul Gordian

Dapat dilihat setiap dari hal tersebut yang mencoba melakukan pendekatan selalu terdapat unsur waktu yang telah lalu. Karena setiap hal yang terjalani saat ini baik disadari maupun tidak disadari, baik terindra maupun tidak terindra, relasi-relasi yang terlihat maupun tidak terlihat adalah hasil bentukan pengaruh dari yang kemarin-kemarin.

Maka dari itu salah satu lahan untuk meniupkan kesadaran terhadap masyarakat saat ini adalah melihat ke masa lalu. Akan mengapa dan kenapa sebuah sistem sosial yang sekarang ini dapat terbentuk. Mengenai kekuasan, ekonomi, norma, kesadaran kolektif, kejahatan dan hukuman dan lain sebagainya. Sehingga pengubahannya untuk sesuai apa yang dikehendaki sulit untuk tidak mengindahkan hal-hal tersebut.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial

Kemudian berujung pada hal ini. Ketika membahas perubahan dan lain sebagainya. Timbulah tanya lagi, sebenarnya mengapa ada sebuah perubahan. Mengapa dari waktu ke waktu selalu senantiasa berubah sebagai menurut saya sendiri untuk hal yang menambah pemahaman mungkin dilanjut kata.

Karena pembahasan kita adalah sebuah perubahan sosial bukan biologis. Tetapi tidak memungkiri apabila secara bertahap ada perbedaan di dalam tubuh kita, meski kecil untuk dilihat seperti pembentukan imun-imun baru, percampuran antar ras dan lain sebagainya. Tetapi saya rasa juga kurang untuk mencukupi sebuah pandangan akan sosial. Sehingga focus berikutnya akan membahas sesuai pijakan-pijakan yang telah diberikan pemikiri-pemikir diatas.

Untuk merunut sampai ke penyebab. Maka memang harus dilihat gerak yang membentuk umat manusia ini . Jika Marx mengatakan perkembangan alat produksi serta relasi-relasi pemakaian alat-alat produksi tersebut dan juga ketegangan antar kelas pemilikan alat produksi. Sedangkan Durkheim mengatakan adanya anomaly fungsionalitas yang membuat sistem sosial tidaklah harmonis.

Lalu Foucoult mengatakan kekuasaan yang tidak merata. Karena kekuasaan yang benar-benar terpusat akan menimbulkan penolakan lebih besar lagi. Dan sungguh bisa dilihat apabila setiap penjabaran hal tersebut ada sesuatu yang tidak seimbang sehingga menimbulkan pergolakan yang membawa ke arah baru.

Lalu bisa juga teknologi baru yang kemudian membuat relasi-relasi produksi baru masuk dan pengkelasan baru masuk sehingga ada pergolakan baru timbul. Berarti mau tidak mau akan selalu timbul perubahan. Dan juga tidak boleh diindahkanapabila darisegala sesuatu yang ebrgolak itu ada sesuatu yang dicita-citakan. Karena sebuah keinginan untuk menuju kearah yang lebih baik.

Dimana relasi-relasi yang ada dimasyarakat yang dicita-citakan tersebut tidak akan menimbulkan pertentangan-pertentangan lagi. Pembuatan hal-hal baru pun juga termasuk demi merealisasikan sebuah cita-citanya. Untuk menuju ke tanah yang dijanjikan jika mengutip perkataan-perkataan lama. Sebelum sampai ke tanah itu harus ada sebuah usaha bentuk-bentuk yang menggubah apa yang perlu dan memang harus dirubah.

Dengan begitu penyimpulan faktor penyebab gerak perubahan sosial bisa dikatakan adalah manusia itu sendiri. Karena kenyataan yang ada tidaklah apa adanya itu berasal dari pergulatan semenjak dahulu. Hasil berbanyak kali pertempuran maupun keringat usaha dari yang lalu-lalu. Untuk itu perubahan dalam bentuk lain adalah jika perubahan yang ada dirasa dipaksakan sehingga merusak keharmonisan maka perubahan itu dirasa juga perlu dirubah.

http://www.powercube.net/other-forms-of-power/foucault-power-is-everywhere/

https://www.ukessays.com/essays/sociology/social-change-of-karl-marx-and-emile-durkheim-sociology-essay.php

https://rdln.wordpress.com/2014/12/02/the-marxist-theory-of-social-change/

SOCIAL CONFLICT AND THE THEORY OF SOCIAL CHANGE Lewis A. Coser

Social Change: Meaning, Factors of Social Change

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *