Penjelasan Alienasi Karl Marx

Diposting pada
uicsocialtheory.weebly.com/

Alienasi atau keterasingan adalah hal yang menyebabkan Marx menjalani panjangnya perjalanan untuk mencari alasan dan cara untuk menghilangkan keterasingan manusia dari sesamanya. Bagaimana keinginanannya untuk mengembalikan manusia kepada manusia lainnya. Dengan kebersamaannya dan dengan rasa persatuannya.

Salah satu anggapan Marx mengenai manusia sebagai manusia ialah dilihat dari pekerjaannya. Dengan melihat apa yang ia hasilkan dari tangannya sendiri tersebut. Dan dari pekerjaannya ia manusia itu akan mendapatkan sebuah penghargaan karena telah menelurkan sesuatu dari dirinya. Dengan mengusahakan sebuah usaha terhadap suatu objek.

Tetapi kenyataannya pekerjaan manusia di jaman Marx sendiri membuat manusia terasing satu sama lain. Mereka terpaku terhadap sebuah pekerjaan demi menyelamatkan hidupnya. Buruh-buruh saat itu tidak memiliki apapun selain tenaga, sehingga diharuskan memberikan tenaganya terhadap pemilik pabrik untuk dieksploitasi. Sebuah penyiksaan karena membuat batas antara manusia satu dengan yang lainnya. Waktu yang seharusnya mereka habiskan bersama manusia lainnya malah ia habiskan didepan sebuah objek benda yang kemudian dijualkan untuk nilai gunanya tanpa mengetahui manusia pembuat benda tersebut.

Baca Juga :

Teori Kelas Karl Marx

Ajaran Materialisme Sejarah Karl Marx

Penghargaan atas usaha membuat benda tersebut tidak dianggap karena sang pemilik pabrik dan pabrik itu sendirilah yang mendapatkan keuntungan. Karena mereka sebagai pemilik alat-alat produksi, sementara buruh hanyalah yang memberikan tenaga tanpa nama. Dan upah yang benar-benar tidak selayaknya.

Perjalanan Marx dalam memahami prinsip-prinsip sosialisme telah menghantarkannya ke pemikiran-pemikiran sosialisme sebelumnya sampai ke sosialisme purba. Dan mendapatkan sebuah jawaban dari sumber keterasingan semua manusia. Yaitu hak kepemilikan.

Dengan dasar itu, dengan sosialisme dimana semua orang setara dimana setiap orang dihargai atas usahanya masing-masing. Marx kemudian mencari cara untuk membentuk sosialisme tersebut lewat jalan ilmiah.

Sebelumnya di masa purba pernah ada masa dimana manusia tidak menyadari sebuah konsep hak kepemilikan. Dimana struktur masyarakat dan kekuasaannya tidak memisahkan satu sama lainnya. Tetapi semua itu berubah seketika ditemukan konsep hak kepemilikan. Tetapi  tahap kepemilikan itu adalah yang harus dilewati sejarah manusia. Dari paham ajaran materialis sejarah Marx.

Dan melihat segala pertentangan-pertentangan sampai saat Marx, dua kelas yang telah bertentang di masyarakat yang matang untuk revolusi diperlukan sebagai jalan untuk menuju masyarakat sosialisme. Masyarakat tanpa hak kepemilikan, dan usaha daya guna setiap manusia dihargai bukan karena uang. Karena uang sendiri menunjukkan sebuah hak kepemilikan.

Dan selama masih ada hak milik tersebut, pengasingan dan keterasingan tetap akan ada, karena kepemilikan adalah sumber pemisahan antar kekuasaan. Dan yang menjadikan antar satu kelas dengan yang lainnya berbeda, antara menguasai atau dikuasai. Dan di masyarakat yang telah matang untuk direvolusi, dua kelas yang bertentangan adalah kelas proletar dan kelas kapitalis.

Baca Juga :

Revolusi Perancis

Revolusi Rusia

Pengaruh Marxisme dan Darwinisme

Pertentangan kedual kelas tersebut akan membuka jalan ke sosialisme, dengan kaum proletar sebagai pemenangnya. Atas dasar perjalanan sejarah umat manusia yang terbentuk perkembangannya karena pertentangan antar kelas seperti yang sebelumnya ialah antara borjuis sebagai pemegang kekuatan ekonomi lebih besar dan feodal yang memilki konsep kekuasaan ada sedari purba dan dari Tuhan.

Pertentangan dua kelas atas alat produksi sudah ada sedari dulu, dan kepemilikan alat produksi adalah penyebabnya, penyebab dari purba, yang kemudian membentuk masyarakat lebih kompleks yaitu feodal dan kemudian feodal kalah oleh kaum borjuis yang setelah perkembangan panjang alat-alat produksi membuat mereka memiliki kekuatan lebih.

Dan oleh karena itu, sosialisme setelah proletar mengalahkan borjuis adalah keniscayaan yang harus dimunculkan di masyarakat. Karena sesuai hukum-hukum objektif sejarah panjang manusia. Dari paham materialis sejarah Marx, makanya dengan berani ia menyimpulkan jika sosialismenya ialah sosialisme ilmiah. Dan itu adalah masa depan dimana kemajuan tidak terbendung. Atas dasar penghilangan hak kepemilikan penindasan dan penghisapan antar manusia tidak lagi ada. Dunia yang saling mengemansipasi satu sama lainnya.

Adalah sebuah usaha panjang yang dilakukan oleh Marx tersebut. Untuk menemukan cara menghilangkan sumber keterasingan manusia yang Marx anggap adalah hak kepemilikan.  Dan kemudian lewat ajaran materialis sejarahnya dia menemukan cara untuk menghilangkan hal tersebut demi terciptanya dunia baru. Sosialisme yang secara ilmiah adalah niscaya.

Tetapi menilik berabad lamanya dan sosialisme yang dirindukan itu tidak kunjung datang juga, harus melihat lagi jika kesalahan terdapat dalam analasis Marx. Karena apakah sebenarnya pekerjaan yang menyebabkan keterasingan tersebut, maksudnya hanya pekerjaan saja, pekerjaan yang ditentukan atas hak kepemilkan. Begitulah yang dipertanyakan oleh Magniz. Tetapi atas jasa Marx, masayarakat mendapatkan dampak kekuatan luar biasa dari kaum yang sebelumnya paling bawah dalam kasta yaitu buruh.

Sumber Referensi :

Suseno, Franz Magnis, 2001, Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis Ke Perselisihan Revisionisme, Jakarta: Gramedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *