Revolusi Kaum Proletar di Rusia

Diposting pada
lenin orasi
Lenin berorasi di depan massa

Revolusi Rusia 1917 adalah sebuah peristiwa jatuhnya pemerintahan birokrat Tsar II dan munculnya sosialisme Marx yang dipimpin oleh Lenin dan partai Bolsheviknya (partai yang berisi kaum-kaum kelas minoritas petani, buruh dll). Revolusi Rusia adalah salah satu peristiwa terbesar di awal abad ke 20 yang mengubah bentuk dunia sampai sekarang.

Latar Belakang Sejarah Revolusi Rusia

Sebelum Revolusi Rusia tahun 1917 terjadi, Rusia telah mengalami berkali-kali babak-babak perang yang menghancurkan setiap sendi-sendi kehidupanya, perang Krimea (1854-1856), perang Rusia Turki (1877-1878), perang Rusia Jepang (1904-1905), perang Dunia I (1914-1918). Di semua perang tersebut Rusia selalu berada di dalam posisi kekalahan kecuali satu perang saat melawan Turki. Tetapi yang pasti kesemua perang tersebut telah membantu memperpuruk kondisi Rusia saat itu baik secara ekonomi maupun politik di dalamnya.

Revolusi Rusia mempunyai andil tiga kelas masyarakat di dalamnya. Yang pertama adalah para kaum petani yang kehidupan mereka terus berputar di dalam bertani dan bertani saja. Naiknya populasi penduduk yang secara singkat dan cepat tersebut semakin memperpuruk keadaan mereka, pemerintah mencoba membantu tetapi perang membuat kondisi mereka tidak di dahulukan terlebih dahulu. Yang kedua adalah para kaum buruh di pabrik dari tempat-tempat industri. Mereka mengalami kemiskinan yang memprihatinkan dan kondisi perumahan yang mereka tempati tidak layak disebut tempat tinggal, kehidupan mereka yang seperti itu dicoba dibantu oleh pemerintah dengan membuat peraturan mengenenai pengurangan jam kerja agar dapat menyenangkan mereka tetapi hasil dari peraturan tersebut hanya berdampak kecil di kenyataan yang memang sudah memprihatinkan. Akhirnya sering kali terjadi baku hantam antara para serikat buruh dengan aparat keamanan. Kemudian yang memperburuk keadaan adalah sikap dari kaum birokrat yang dipimpin oleh Tsar Nicholas II. Tsar Nicholas lebih mementingkan kepentingan dirinya dan keluarga birokratnya daripada kepentingan pemerintahan untuk banyak orang. Karena mungkin merasa bahwa dirinyalah pilihan Tuhan sebagai pemimpin Rusia yang berasal dari kepercayaan arsitrokat sejak dulu dan ketidak pedulian atau malah ketidak tahuan akan munculnya kekuatan dari kaum-kaum minoritas yang berlandaskan atas penderitaan mereka dan rasa nasionalisme mereka. Tanpa sepengetahuannya bahwa masyarakat sudah siap melakukan revolusi hanya mereka membutuhkan pengorganisasian dan pemimpin yang kuat.

Kronologi Revolusi Rusia

Perang Dunia I meskipun adalah salah satu penyebab terbesar dari Revolusi tersebut tetapi sikap dari pemerintahlah dan naiknya tekanan dari masyarakat adalah sebab yang tidah berasal dari perang dunia, tetapi ke para birokrat yang acuh itu sendiri tadi.

Peristiwa Revolusi ini telah menjadi pembentuk Rusia menjadi bentuk negara yang berbeda. Revolusi ini sebenarnya terdiri dari dua kali tahap atau bisa dibilang dua kali revolusi yang terjadi dalam setahun. Revolusi Februari dan Revolusi Oktober. Berikut nanti akan saya babarkan revolusi tersebut.

Perang Dunia I di jawab Rusia dengan penuh semangat membara menuju medan pertempuran. Meskipun semangat mereka itu tidak membuat mereka berhasil menang karena kurangnya pengorganisasian dan mobilisasi dan membuat mereka menderita banyak sekali korban jiwa tentara yang ada, dan itu karena terutama mereka kekurangan pemimpin yang baik untuk memimpin mereka. Tsar Nicholas II mempunyai kuasa besar atas tentaranya dan dia menolak membagikan tentaranya untuk kepentingan rakyatnya terlebih dahulu dan ini membuat masyarakat mempertanyakan keputusannya. Duma (parlemen) pada tahun 1914 mengatakan agar dibentuk pemerintahan yang berlandaskan demokrasi yang akan memenuhi kebutuhan rakyat. Tetapi di tahun selanjutnya itu Nicholas membubarkan Duma dan tetap mengurusi perangnya.

Pemerintahan diambil alih oleh Tsarina Alexandra dan kembarannya yang unik dan terkenal yaitu Rasputin (dalam bahasa Siberia berarti seorang yang turun derajatnya). Alexandra adalah seorang yang berkemauan keras dan ambisius dan berpedoman pada ke absolutan serta membenci parlemen. Dia menguasai pemerintahan di saat ketidak hadiran suaminya dan mulai memilih para petinggi sesuka hati. Rasputin juga ia tunjuk sebagai seorang petinggi. Dikatakan oleh banyak orang bahwa Rasputin ini mengikuti sebuah sekte yang berpedoman kepada seks serta dikata dia memiliki kekuatan kesembuhan yang luar biasa. Akhirnya Rasputin di bunuh pada bulan Desember 1916 oleh tiga orang kalangan aristrokat yang tidak menyukainya. Di perkotaan kekacauan dan kerusuhan mulai meraja lela. Kekacauan besar muncul pada tanggal 24 Februari 1917 yang dimulai oleh para wanita yang meminta pembagian roti, dan kerusuhan itu menyebar ke daerah-daerah industri diikuti para buruh dan petani yang kebanyakan orang menjadi bagian kalangan itu. Bahkan para tentara di front depan ikut andil dalam kerusuhan tersebut mungkin karena mereka merasa muak atas apa yang sedang terjadi dan ikut terjun. Kemudian Duma turun tangan dan membentuk pemerintahan daerah/provinsional(yang membagi kekuasaan antara pemerintahan federal dengan pemerintahan daerah tersebut), beberapa hari kemudian Tsar Nicholas II turun tahta.

Pemerintahan yang baru tersebut membentuk sistem demokrasi yang berasas keliberalan mengenai kebebasan asasi manusia. Termasuk kebebasan berbicara, agama dan berkumpul, persamaan derajat di depan hukum dan hak serikat untuk berorganisasi. Para pemimpin dari bentuk pemerintahan yang baru ini termasuk Alexander Kerensky yang tetap menolak revolusi secara sosialisme dan menganggap bahwa perang adalah sebagai bentuk kewajiban nasional. Pemerintahan milik Kerensky ini harus bersaing dengan serikat pekerja Petrogad dan para petinggi tentara.  Kelompok ini membuat peraturan sendiri termasuk membuat perubahan pangkat para petinggi di tentara. Hal ini membuat ketidak aturan di dalam pasukan dan para prajurit mulai kembali ke rumah mereka masing-masing dengan  mengambil tanah-tanah milik para petani atas alasan untuk keluarga mereka. Hal ini memicu kekacauan berlebih lagi, dan juga masalah suplai makanan yang tidak kunjung selesai sejak dari dulu menambah masalah. Kerusuhan yang dimulai para petani mulai marak, atas nama kebebasan anarki merajalela, dan situasi seperti itu adalah saat yang tepat bagi Vladimir Ilych Lenin mengambil alih.

Lenin (1870-1924) adalah pendukung berat ke sosialisme Marx. Dia percaya bahwa kapitalisme akan menghilang setelah terjadinya revolusi dan sangat mungkin terjadi di dalam kondisi tertentu. Partai sosialisme terbagi menjadi dua yaitu milik Lenin ,partai Bolsheviks yang menjadi mayoritas dan milik Mensheviks atau yang menjadi minoritas. Oleh Lenin ia bentuk semua menjadi terorganisir dan bertujuan ke revolusi. Bolsheviks mencoba menguasai pemerintahan pada bulan Juli tetapi gagal dan Lenin dari Petrogad bersembunyi ke Finlandia. Tetapi setelah itu nama partai tersebut menjadi semakin terkenal.

Pada musim gugur 1917, masalah mengenai ekonomi dan sosial yang menjadi sebab revolusi bulan februari masih juga belum terselesaikan. Dan terjadi debat antara Bolsheviks dengan partai minoritas lainnya seperti Mensheviks yang kemudian memutuskan bahwa Bolsheviks akan menjadi partai mayoritas dengan pemimpinnya adalah Trotsky. Trotsky adalah seorang Marxis radikal yang menjadi suporter terbesar Lenin, seorang orator handal dan ahli strategi. Diluar Petrogad, kebanyakan orang terpengaruh oleh hal yang dikatakan Bolsheviks. Dan mereka sangat ingin mengakhiri pemerintahan Kerensky, akhir dari perang dan distribusi tanah yang adil. Trotsky dan Lenin melihat jawaban dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat Bolsheviks menguasai kekuasaan pemerintah.

Dari Finlandia, Lenin langsung menuju ke Petrogad dimana secara dengan tegas dia mengatakan bahwa langsung harus dilaksanakan revolusi, banyak yang merasa itu sangat gegabah dan terlalu cepat, tetapi setelah selama sepuluh jam berdebat akhirnya mayoritas Bolsheviks setuju untuk melaksanakannya. Trotsky mengeksekusi rencananya secara hati-hati. Dia membentuk komite revolusi militer untuk memimpin massa rakyat dan buruh di Petrogad yang dipersenjatai. Dan melaksanakan pertemuan-pertemuan malam di pabrik-pabrik untuk membakar semangat. Akhirnya di malam tanggal 26 Oktober, gabungan pasukan antara pekerja dan tentara berhasil mengepung bangunan pemerintah. Lalu menguasai suara di kongres dan mendeklarasikan bahwa Lenin pemimpin baru mereka.

Setelah itu Lenin memberhentikan pertempuran dan membuat peraturan baru. Dia menasionalisasikan semua aset dan tanah. Tetapi Lenin dan partai Bolsheviks belum mampu menyelesaikan masalah kelaparan yang melanda dan setelah beberapa waktu mereka mendapati naiknya jumlah musuh mereka. Dan diikuti dengan campur tangan keluarga Tsar Nicholas II di basis Ipatiev yang menjadi salah satu basis dari Bolsheviks di daerah Yekaterinbug. Di bulan Juli 1918, seluruh keluarga kerajaan dibunuh karena dianggap sebagai ancaman terhadap gerakan kemajuan Bolsheviks. Di akhir tahun 1920 mulai terjadi kestabilan di Rusia, dan kemudian setelah itu Rusia muncul menjadi negara yang begitu berbeda.

Perubahan Sejarah Karena Revolusi

Keberhasilan Revolusi Rusia yang membuat terbentuknya Uni Soviet telah menghasilkan pengaruh besar ke dunia. Dan membentuk pemikiran baru mengenai ekonomi, politik, sosial dan pemerintahan. Tujuan Bolsheviks adalah membuat perubahan terhadap ketidak adilan mengenai perbedaan kelas-kelas sosial. Dan dalam beberapa hal mereka berhasil salah satunya adalah mengakhiri kelangsungan dinasti yang telah berlangsung sejak 300 tahun yang lalu dan revolusi itu dilaksanakan dengan kelompok revolusioner kecil. Gerakan komunis mulai memasuki daerah belahan dunia lain dan menakuti para penguasa dari kapitalisme. Meskipun kekuatan Komunis tidak berlangsung lama tetapi kejadian Revolusi Rusia tersebut mencanangkan pembentukan negara Komunis pertama kali dan juga menjadi salah satu peristiwa terbesar abad 20.

 

Referensi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *