Kapitalisme dan Sejarahnya

Diposting pada

kapitalisme

Pendahuluan

Kapitalisme adalah sistem ekonomi dan sosial (dan juga cara berproduksi) yang mana berarti produksi secara dominan kebanyakan dimiliki oleh pribadi dan digerakkan untuk tujuan keuntungan, dan distribusi serta pertukarannya berada pada sektor pasar ekonomi. Sering kali dianggap mengikutkan hak individu dan korporasi untuk berdagang (menggunakan uang) di barang, jasa, buruh, dan lahan.

Beberapa bentuk dari kapitalisme telah ada dan dominan di dunia Barat sejak berakhirnya feudalism di abad pertengahan, dan telah secara tidak langsung mempersiapkan dan mengawali industralisasi diseluruh dunia. Kemunculannya dari mercantilisme pada abad ke 16 dan 18, dan kemudian diikuti munculnya Ekonomi Liberalis di masyarakat barat. Cara produksi kapitalis, bagaimanapun juga, bisa ada ketika sistem masyarakatnya memiliki perbedaan kedudukan (seperti demokrasi liberal, fasisme) dan struktur sosial yang berbeda juga.

Di dalam istilah Marxis, pemilik dari capital (modal) adalah kelas yang mendominasi (atau borjuis), dan kelas pekerja (atau proletar) yang tidak memiliki modal harus mau hidup dengan menjual kekuatan otot mereka dengan ganti upah. Jadi menurut Karl Marx, kapitalisme mendasarkan pada eksploitasi para pekerja yang dilakukan oleh pemilik modal, dan dengan teorinya mengenai materialism historis, memperlihatkan bahwa sebagai salah satu tahap dari evolusi sistem masyarakat adalah dengan menjatuhkan kelas pemilik modal dengan cara para kelas pekerja itu memiliki kesadaran kelas mereka dan kemudian mengambil alih Negara.

Sejarah Kapitalisme

Meskipun beberapa struktur kapitalis telah ada sejak jaman kuno (seperti di awal masa kekaisaran Roma, perkalifahan di abad pertengahan di Timur Tengah), praktek ekonomi Kapitalis menjadi terinstitusikan semenjak di Ingris antara abad ke 16 dan 19, lalu menyebar ke seluruh Eropa dan menjalar ke beberbagai kalangan politisi dan batas-batas budaya.

Dengan munculnya bentuk Negara modern pada abad ke 16 sampai dengan 18, mercantilisme (teori ekonomi mengenai kemakmuran sebuah negara bergantung kepada kepemilikan modalnya, asset ekonomi yang direpresentasikan dengan emas dan perak, dan bahwa volume ekonomi dunia dan perdagangan internasionalnya tidak berubah, hal tersebut membuat peran pemerintah untuk melindunginya) menjadi dominan di Eropa. Tradisi klasik pemikiran ekonomi kapitalis muncul di Inggris pada akhir abad ke 18, dengan penggagasnya adalah Adam Smith, David Ricardo dan Johnm Stuart Mill, juga Jean-Baptise Say di Prancis. Kontributor penting ke teori kepemilikan ditemukan di karya awal John Locke, yang berpendapat bahwa hak kepemilikan pribadi adalah hak alamiah.

Kritik Adam Smith terhadap sistem mercantilisme di dalam bukunya “The Wealth of Nations” pada tahun 1776 seringkali dianggap sebagai awal mula politik ekonomi klasik. Smith menciptakan beberapa set konsep yang secara kuat tetap mengikat kapitalisme hari ini, khususnya teorinya mengenai “invisible hand” (tangan tidak terlihat) pasar, dengan bahasannya dimana pengejaran keuntungan pribadi individu secara kebetulan dapat membawa kebaikan bersama untuk masyarakat. Dia mengkritisi monopoli, tarif, cukai dan kewajiban yang memaksa di waktunya, dan dia percaya bahwa pasar adalah hal paling adil dan dapat menjadi arbitrator yang efisien dari sumberdaya yang ada.

David Ricardo, salah satu ekonom modern paling berpengaruh, mengembangkan hukum keuntungan komparatif ( yang menjelaskan bagaimana perdagangan dapat menguntungkan sebuah pihak yang mengikuti selama mereka memproduksi barang dengan harga yang relative berbeda) pada bukunya “The Principles of Political Economy Tasxation” di tahun 1817, yang mendukung tumbuhnya fase ekonomi yaitu perdagangan bebas, menjadi sebuah dasar dari pemikiran kapitalis. Dia juga berpendapat bahwa inflasi dekat hubungannya dengan jumlah kuantitas dari uang dan utang, meluas lagi di Hukumnya Say mengenai pekerjaan di ekonomi yang kompetitif, dan mendeskripsikan hukum mengenai menyusutnya pendapatan ( yang berkata bahwa setiap unit tambahan dari input yang ada membuahkan kurang dari kurangnya output tambahan), semua sangat penting untuk membangun bata-bata bangunan teori kapitalisme.

Bangunnya industrialisasi, penghentian dari hukum yang membatasi, dan pengajaran ajaran Smith dan Ricardo, kapitalisme mendapatkan tempat diatas mercantilisme di Inggris pada pertengahan abad ke 19, dan memunculkan Liberalisme, kompetisi dan perkembangan dari ekonomi pasar, dari situ kemudian meluas secara cepat ke seluruh dunia barat.

Pada akhir abad ke 19, kontrol dan pengaturan daerah industri yang luas menjadi kuasa dari finansial, dan proses dari produksi menjadi anak buah dari akumulasi keuntungan uang di sistem finansial (yang kemudian dikenal sebagai “kapitalisme finansial). Diakhir abad ke 19 dan di awal abad ke 20 kapitalisme telah ditandai dengan adanya konsentrasi modal ke monopilstis atau oligopolistic raksasa yang dipegang oleh bank dan pemilik finansial, dan juga korporasi raksasa yang terus tumbuh.

Selama akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, kapitalisme telah menempatkan diri sebagai oposisi dari naikknya gelombang pemikiran sosialis, marxis, dan komunis, dan juga ke seluruh konsep pemikiran mengenai ekonomi yang terpusat dan terencana. Tetapi pada akhir abad ke 19, depresi ekonomi dan bisnis yang lesu telah menjadi masalah yang berulang. Terkhusunya, pada dpresi panjang dari 1870 sampai 1880 dan Great Depression pada tahun 1930an mempengaruhi hampir seluruh dunia kapitalis.

Sebagai respon, negara mulai bermain peran juga di sistem kapitalis diseluruh dunia, dengan dibuatnya “The New Deal” oleh Presiden Amerika Franklin D. Roosevelt (1882-1945). Ekonomi campuran (berisi kedua bentuk perusahaan kepemilikan pribadi dan yang dimiliki oleh Negara, dan dengan campuran dari ekonomi pasar dan rencana karakter eknomi) dan campur tangan ekonomi Keyensia dari ekonom Inggris John Maynard Keynes (1883-1946) yang menjadi norma.

Setelah perang yang tertunda, selama naiknya pemikiran Keynesian “state capitalism”, sebuah tekanan baru ke kapitalisme dan liberalism klasik dipimpin oleh ekonom seperti Friedrich Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006), dan dimenangkan oleh pemimpin konservatif seperti Ronald Reagan (1911-2004) dan Margaret Thatcher (1925-2013) di tahun 1970an.

Terjemahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *