Sejarah No Bra Day

Diposting pada

Sejarah No Bra Day

Dalam satu tahun setidaknya ratusan ribu wanita di Amerika Serikat menderita kanker payudara, dan itu baru di Amerika Serikat saja. Ratusan ribu dan saat-saat dulu orang-orang belum bergeming dan menyadari dari bahayanya. Seorang penderita kanker payudara biasanya tahap akhir dari penanganan mengharusknnya untuk meemotong payudara itu sendiri sehingga mengaibatkan korban memiliki payudara yang datar dan tidak diperkenankan untuk memakai bra, sang korban biasanya bakalan berkurang rasa percaya dirinya sehingga dia bakal jarang keluar rumah atau kata lainnya dia mulai menarik diri dari masyarakat.

Di tahun 2011, Dr Mitchell Brown seorang dokter bedah yang buka praktek endiri, mengajak masyarakat untuk berkesadaran mengenai bahaya kanker payudara dan mengajak membuat hari tanpa bra pada setiap tanggal 13 Oktober. 2014 telah lebih dari 30 negara yang mencanangkan hri tersebut. Dengan membuat hari tersebut, para penderita diharapkan mempunyai kepercayaan diri seperti orang lain karena semu orang sama-sama tidak memakai branya hari itu. Dan juga agar mengurangi tambahnya korban dengan cara seperti itu. No Bra Day juga diharapkan dapat membuat orang ikut mendonasikan sebagian uangnya dengan tujuan kemanusiaan untuk membantu pendanaan tambahan penelitian mengenai kanker payudara ini.

Simbol No Bra Day, memperlihatkan perjalanan rekontruksi payudara. Tali itu mempunyai makna ganda, simpul yang berada di dalam berarti sebuah simbol tidak terbatas atau infinty, yang bermaksud dengan keterbukaan pikiran dan tenggang rasa mengenai rekontruksi pasien kanker payudara. Tali yang berwarna pink dan tersimpul dapat diartikan sebagai peran penting dari rekontruksi payudara pada para penderita. Rekontruksi membantu para korban untuk mengembangkn kehidupan merekamenuju masa depan yang telah melewati kanker tersebut. Sebuah usaha simpati dan empati agar kita tidak meninggalkan sesama kita di bumi ini, agar para korban masih merasa memiliki kehidupan di masa depannya. Dan supaya kita sebagai orang awam sadar akan bahaya kanker payudara ini, dengan hastag-hastag yang dituliskan orang—orang yang telah menyadari bahayanya, media sosial menjalankan tugasnya sebagai kendaraan pemercepat informasi—informasi positif seperti ini, sehingga gerakan no bra day dapat diketahui diseluruh pelosok. Dan dengan mulai tumbuhnya kesadaran akan adanya penyakit seperti itu orang-orang kemudian akan mulai mencari tahu pencegahan-pencegahan yang ada untuk menangkal kanker tersebut. Seperti tulisan ini, dan mungkin para pembaca yang berkesadaran lebih lagi ingin mendonasikan sebagian hartanya untuk mendanai penelitian dan riset-riset untuk mengobati kanker ini.

Sebenarnya untuk memeriahkan atau memperingati No Bra Day ini tidak melulu dengan jalan tidak menggunakan bra sehari tetapi dengan pergi ke tempat doktor ahli untuk melakukan check up sehingga gejala-gejala awal dapat diketahui dan dicari pencegahannya. Bagi yang ingin mendonasikan atau bersedekah demi kemajuan riset penyakit ini bisa memberi hastag #nobraday, atau bisa langsung mentransfer uang ke sini their website here. Dan untuk pemeriksaan dini terhadap diri yang bisa dilakukan sendiri dapat dicari dari sini. https://www.breastcancercare.org.uk/information-support/have-i-got-breast-cancer/signs-symptoms-breast-cancer/checking-your-breasts.

Jadi tidak melulu dengan jalan tidak menggunakan bra tetapi masih terdapat banyak jalan lain yang sekiranya lebh bermanfaat demi sesama manusia yang merasa memiliki satu sama lain.

Sekelumit Pandang Pemikiran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *