Sosialisme dan Sejarahnya

Diposting pada

sosialisme

Pendahuluan

Sosialisme adalah sistem sosial-ekonomi dimana kepemilikan dan distribusi barang/kekayaan adalah subyek yang dikontrol oleh para pekerja, atau secara tidak langsung dilakukan oleh orang-orang di pemerintahan, dan juga Egalitarianisme atau persamaan adalah sebuah tujuan paling penting.  Jadi, dibawah sosialisme, barang-barang produksi dimiliki oleh Negara, komunitas atau para pekerja (sebagai lawan dari kepemilikan pribadi dibawah pemikiran kapitalisme).

Menurut Frederick Engels (1820-1895), pada tahun 1847, istilah sosialisme (biasanya merujuk ke filosofi utopis Robert Owen dan Charles Fourier (1772-1837), dianggap terhormat di Eropa, sementara “komunisme” sebaliknya.

Sejarah Sosialisme

Beberapa unsur pemikiran sosialis ada sebelum awal abad ke 19. Sebagai contoh, Republiknya Plato dan Utopianya Sir Thomas More, yang bertahun 1516, telah memunculkan gagasan mengenai Sosialis dan Komunis.

Sosialisme modern muncul pada awal abad ke 19 di Inggris dan Prancis, dari bebagai doktrin dan eksperimen sosial, kebanyakan sebagai reaksi ataupun protes melawan kapitalisme yag telah keterlaluan pada abad ke 18 dan 19. Pada awal abad ke 19, pemikiran sosialis adalah gagasan utopis, yang kemudian diikuti dengan pemikiran yang lebih pragmatis dan sosialis revolusioner dan gerakan komunis di abad 19 kemudian hari.

Kritik sosial pada akhir abad ke 18 dan 19 seperti yang dibuat oleh Robert Owen (1771-1858), Charles Fourier (1772-1837), Pierre-Joseph Proudhon (1809-1865), Lous Blanc (1811-1882) dan Henri de Saint-Simon (1760-1825) mengkritisi kelebihan kekayaan dan ketidakadilan hasil dari Revolusi Industri, dan memberikan saran untuk mereformasi dengan distribusi persamaan dari kekayaan dan mentranformasikan masyarakat menjadi komunitas kecil utopis yang mana kepemilikan pribadi dihilangkan.

Adalah Karl Marx, yang pertama kali membuat analisis sistematis (beberapa mengatakan sebagai “sosialisme saintis) sebuah usaha ambisius untuk mengekspos kontradiksi kapitalisme dan mekanisme spesifiknya dengan eksploitasi dan pengalienasinya. Karya ambisiusnya “Das Kapital”, volume pertama yang dipublikasikan pada tahun 1867 dengan dua lebih yang di edit dan dipublikasikan setelah kematiannya oleh Friedrich Engels (1820-1895), dimodel sama seperti bukunya Adam Smith “Wealth of Nations”, salah satu dasar teori kapitalis. Didalam sana, dia mengubah  teori nilai buruh Smith menjadi karakteristiknya “law of value (hukum nilai)” (bahwa pertukaran sebuah nilai dari komoditas sebenarnya tergantung oleh kerja yang dibutuhkan untuk menghargai gunanya), dan memperlihatkan fetisme (pemujaan) terhadap barang mengaburkan kenyataan dari sistem kapitalis.

Pada tahun 1864, International Workingmen’s Association (IWA) atau First International, didirikan di London, dan menjadi forum besar pertama internasional untuk penyebaran gagasan sosialis, dibawah kepemimpinan Marx dan Johann Georg Eccarius. Anarkis, seperti seorang warga Rusia Mikhail Bakunin (1814-1876), dan pendukung dari visi alternatif sosialisme yang menekankan potensi dari komunitas berskala kecil dan agrarianisme, berdampingan dengan arus yang lebih berpengaruh seperti Marxisme dan demokrasi sosial. Banyak perkembangan sosialisme tidak dapat dibedakan dengan perkembangan komunisme, yang menjadi jenis ekstrim dari sosialisme.

Marx dan Engels, secara bersama mendirikan Social Democratic Workers’s Party di Jerman pada tahun 1869, juga bertanggung jawab sebagai pemrakarsa the Second International (atau Socialist International) pada tahun 1889, karena gagasan sosialisme mendapatkan pengikut baru, khususnya daerah Eropa Tengah, dan sebelum kematiannya pada tahun 1895, Engels membanggakan “satu pasukan besar dari sosialis”.

Ketika Perang Dunia Pertama muncul pada tahun 1914, partai sosialis sosial demokrat di Inggris, Prancis, Belgia dan Jerman mendukung usaha perang pemerintah masing-masing, meninggalkan komitmen mereka untuk internationalism dan solidaritas, dan kemudian Second International menghilang selama perang.

Di Rusia, Vladimir Ilyich Lenin (1870-1924) mengumumkan bahwa perang adalah konflik para imperialis, dan mendorong para pekerja di seluruh dunia untuk menggunakannya sebagai pemicu revolusi proletar. Pada bulan Februari 1971, revolusi muncul di Rusia dan para pekerja, tentara, dan petani membentuk dewan (atau soviet dalam bahasa Rusia). Partai Bolsheviks memenangkan mayoritas di Soviet pada bulan Oktober 1917, dan pada waktu yang sama, Revolusi bulan Oktober yang dipimpin oleh Lenin dan Leon Trotsky (1879-1940). Pemerintah baru Soviet secara cepat menasionalisasikan bank dan industry-industri besar, menghilangkan utang-utang Negara dari  rezim Romanov, mengejar kedamaian dan menarik diri dari Perang Dunia Pertama, dan membuat sistem pemerintahan lewat pemilihan dewan pekerja atau soviet. Third International (yang juga disebut Communist International atau Comintern) adalah sebuah organisasi internasional Komunis yang didirikan di Moskow pada tahun 1919 untuk menggantikan Second International yang ditinggalkan.

Setelah kematian Lenin pada tahun 1924, Partai Komunis dari Soviet Union, dibawah kepemimpinan Josef Stalin mendeklarasikan kebijakan “sosialisme di satu Negara”, mengambil jalan mengisolasi. Hal ini menuju ke pertentangan dari Sosialisme Negara Soviet itu dan dalam kata lain, penyangkalan terhadap semua yang dibela dari sosialisme.

Bagaimanapun, tidak semua orang melihat Sosialisme berkebutuhan untuk melakukan revolusi, dan  non-revolusionaris seperti ekonom John Maynard Keynes (1883-1946) dan John Kenneth Galbraith (1908-2006), mengambil inspirasi dari karya John Stuart Mill yang seperti Marx, dan menyediakan justifikasi teoris untuk campur tangan Negara di ekonomi pasar. Jenis sosial-demokrasi ini (dan juga sayap kiri sosialisme demokrat) dapat dianggap sebagai bentuk lunak dari sosialisme (meskipun banyak sosialis yang tidak), dan bertujuan untuk mereformasi kapitalisme secara demokrasi dengan mengubah peraturan Negara dan membentuk Negara yang membuat program atau organisasi untuk menghilangkan ketidak adilan yang ada pada sistem pasar kapitalis.

Terjemahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *