Simbol Feminisme Purba, Venus

Diposting pada

Gambar di atas merupakan gambar dari figur sesosok dewa kepercayaan masyarakat purba di Eropa. Figur tersebut terbuat dari pahatan kayu, pahatan gading mamoth/gajah, cetakan tanah liat. Dari penanggalan karbon yang paling terbaru menunjukkan pembuatan figur tersebut sekitar 35,000 tahun yang lalu. Figur ini dianggap sebagai perlambang dari feminisme, kosmik dan siklus kehidupan, karena setiap manusia berasal dari rahim seorang wanita.

Figur seperti ini berkembang diperkirakan pertama kali di saat masa kebudayaan Aurignacian di saat zaman Palaeolotik  lanjut. Kebudayaan Aurignacian muncul di Eropa antara perkirakan dari 28,500- 22,000. Tetapi kemungkinan figur ini muncul lebih awal lagi jika menilik dari paragraf diatas yang menyebutkan hasil dari penanggalan carbon, memang untuk penangggalan suatu artefak sulit menentukan saat-saat pasti terakhir kali artefak itu digunakan. Tetapi yang paling nyata adalah bahwa figur dewi ini tidak di gunakan sebagai kepercayaan satu kelompok saja, karena terdapat penemuan-penamuan artefak tersebut di beberap daerah lain yang dari penanggalan karbon menunjukkan bahwa benda tersebut di buat ketika memasuki jaman Neolotik atau bahkan di jaman perunggu. Sehingga figur ini di turunkan turun menurun dan menyebar luas.

Persebaran Figur venus

Berikut diatas merupakan distibusi geografi dari figur tersebut yang saya ambil dari jurnal ilmiah. Bisa dilihat cakupan penemuan figur tersebut tidak hanya dalam lingkup kecil saja. “Tetapi mungkin saja kan figur tersebut dibawa oleh kelompok yang bertipe bergerak secara terus menerus dan selalu memproduksi figur tersebut di setiap tempat untuk menghormati tempat tersebut?”. Ya, itu mungkin saja tetapi penemuan figur tersebut dibarengi juga dengan penemuan-penemuan di tempat lain yang menunjukkan perbedaan kebudayaan yang pembuatnya, bisa dimungkinkan bahwa antar kelompok saling menyerap kebudayaan satu sama lain. Berati kemungkinan besar antar kelompok ini terdapat hubungan satu sama lain dan figur ini menjadi kepercayaan bersama mereka.

Figur dewi ini tidak saja berhenti di saat manusia-manusia telah berkembang kebudayaannya lebih kompleks, karena terdapat opini dari jurnal ilmiah yang saya baca bahwa figur ini terdapat kesamaan dengan Aphrodite, Hera dan Venus. Ketiga-tiganya merupakan sosok dewi yang melambangkan feminisme, kesuburan dan siklus-siklus dalam kehidupan.Dalam mitologi Yunani, Aphrodite muncul dari laut dengan keadaan tanpa baju sama sekali seperti figur Venus tersebut. Berati kan terdapat pengembangan dari dewi tersebut jika dihubung-hubungkan satu sama lain.

Baca Juga :
 
 
 

Dari anggapan-anggapan dan interpretasi-interpretasi yang ada diatas figur ini membuktikan juga bahwa terdapat sebuah sistem komunikasi karena dari pembuatan sebuah simbol dapat terbukti sebuah komunikasi yang lebih kompleks, inilah yang membedakan antara hewan dan manusia, manusia merupakan makhluk bersimbol. Jika menggunakan ranah pengetahuan di mana supranatural dan metafisik tidak dihitung, simbol Venus ini hanya usaha manusia untuk menjelaskan situasi di sekitar mereka sama seperti simbol-simbol matematika, fisika yang menjelaskan dunia dan seisinya dengan caranya sendiri. Simbol figur ini mencoba mengatakan bahwa sesosok wanita merupakan mahkluk sakral karena dari rahimnya manusia-manusia lain lahir dan simbol ini dianggap benar oleh kelompok lain lalu menjadikannya juga sebagai kepercayaan.

 

Dari jurnal ilmiah yang saya baca, ada juga yang menyebutkan begini. Bisa jadi sosok figur ini adalah cara seseorang atau sekolompok untuk mempertahankan hubungan antar kelompok melalui identifikasi visual yang di bagikan ke kelompok lain. Dan penjelasan ini juga bisa masuk di akal atau masuk dalam penjelasan alasan dari pembuatan figur tersebut pertama kali. Mungkin juga sosok ini adalah alat kepentingan politik sekelompok ataupun individu yang ingin memperkukuh kekuasaanya. Karena seperti yang bisa dilihat, cara tersebut berhasil apabila dilihat dari banyaknya kelompok-kelompok yang membawanya, tetapi untuk tujuan apa?, itu yang menjadi pertanyaan.

Tetapi dengan alasan paragraf diatas berarti keberadaan supranatural di kesampingkan padahal apakah mereka benar-benar ada?. Saya juga terdapat pikiran mengambang atau khayalan seperti ini. Menilik dari tempat dan turunan dari dewi tersebut ke Yunani dan Minoan yang berkepercayaan bawha pemimpin mereka adalah dewa Zeus. Kan sebelum terdapat dewa Zeus terdapat para Titan dan yang melahirkan Titan ini adalah sesosok figur Ibu/ Wanita yang biasa di sebut sebagai Gaea/ Ibu Bumi. Itu jika saya hubungkan dengan mitologi Yunani. Memang jika di hubung-hubungkan bakalan seperti cocok semua heheh. Tetapi saya akan tetap mencari tahu, karena kunci menemukan ini semua sebenarnya tidak berada di bangku kuliah ataupun meja-meja institusi tetapi rasa ingin tahu yang tidak pernah terpuaskan hehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *