Sosialisme Menurut Marx

Diposting pada

Nama sebuah tatanan masyarakat sosialisme sudah muncul jauh sebelum Marx melambung. Mulai dari pernyataan Plato tentang para filsuf pemimpin yang tidak memiliki hak milik, kemudian juga tentang zaman emas kaum Stoa dsb. Tetapi yang membedakan Sosialisme Marx dengan yang lain adalah keberadaan sokongan dari bukti-bukti empiris ilmiah yang ia kemukakan. Jika sosialisme yang ia kemukakan adalah hal yang harus dimunculkan di kenyataan karena tuntutan dari hukum objektif determinis sejarah. Jika sebelumnya ada sosialisme yang bersifat normatif tanpa mengindahkan kenyataan seharusnya seperti apa. Seperti seharusnya kepemilikan itu tidak ada karena kepemilikan menyebabkan manusia satu dapat berkuasa atas manusia lainnya. Maka Marx menelurkan bahwa sosialismenya bukti kebutuhan sejarah dimasa depan.

Setelah mendalami berbagai bidang keilmuan. Berikut budaya masyarakat yang berkembang. Filsafat analitis kritis terhadap sejarahnya menunjukkan apabila dalam sejarah terdapat pertentangan antar kelas atas dan bawah. Antara yang menguasai dan yang dikuasai. Pertentangan ini ia rumuskan sebelumnya terpengaruh oleh dialektika Hegel. Dimana Hegel lebih menekankan ke idealisme sementara Marx materialisme. Materialismenya ini dilihat berdasarkan struktur kekuasaan alat produksi.

Alat-alat produksi itu adalah yang mengeluarkan barang-barang kebutuhan. Dan perkembangan suatu masyarakat dapat dilihat dari sananya. Alat produksi menggunakan tangan dan masih secara berlebih memerlukan sumbangan otot manusia membutuhkan kelas pengatur secara individual. Dan ini terjadi ketika purba. Ketika masih dibutuhkannya peran sosok individu pengatur. Tetapi sejalan dengan kemudian berkembang menjadi sistem feodalisme. Perkembangan alat produksi tidaklah berhenti disana.

Perkembangan itu berlanjut hingga membuat alat produksi baru dimana meski kinerja manusia secara tidak langsung terbantukan oleh mesin-mesin. Kebutuhan keberadaan manusia diantara mesin itu tetap harus ada. Maka sebuah pergolakan terjadi dimana kepemilikan atas alat produksi bernama mesin ini membludak dan ketika itu terjadi yang memiliki kekuasaan berlebih terhadap alat-alat itu adalah kaum borjuis. Maka kekuasaan yang terdapat di atas borjuis akan dilengserkan. Karena keberadaannya malah akan menahan laju perkembangan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan.

Landasan pokok kaum borjuis itu adalah untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Karena itu mereka terus menerus melahap dan melahap segala yang ada. Dan keberadaan kelas atas mereka itu harus disingkirkan karena kegunaan keberadaannya tidaklah diperlukan. Salah satu kasus jatuhnya rezim feodal atas kuasa borjuis adalah Revolusi Perancis. Meskipun alasannya tidak hanya keberadaan kekuasaan kaum borjuis yang terus merambah. Tetapi memang ketegangan ekonomi yang terjadi benar-benar membantu terjadinya revolusi tersebut.

Dari pertentangan-pertentangan yang terlihat di dalam sejarah itu. Marx merumuskan analisa spekulatif. Seperti Hegel dimana masyarakat yang dituju adalah masyarakat absolut. Maka menurut Marx masyarakat yang dituju adalah masyarakat sosialisme. Dimana hak kepemilikan dihilangkan sama seperti sosialisme jaman purba atau jaman emasnya kaum Stoa.

Dan keberadaan kelas proletar saat itu sebagai kaum yang berada di kelas bawah dan juga bentuk lawan yang secara objektif muncul karena kebutuhan sejarah. Oleh karena itu perubahan untuk menuju ke sosialisme yang ditujukan harus berasal dari kesadaran dan revolusi yang dilakukan oleh kaum proletar. Sebagai lawan dari kaum borjuis atau kapitalis sebagai pemilik alat-alat produksi. Perebutan alat produksi dari pemilik sebelumnya dan memindahkannya ketangan kaum yang sebelumnya dibawah akan membentuk masyarakat sosialis. Dimana semua orang bekerja demi komunitas. Dan komunitas dikelola bersama tanpa hirarki.

Sosialisme yang sebelumnya dianggap adalah sebuah pandangan masyarakat yang seharusnya dan tanpa sokongan sesuatu yang abash secara ilmiah. Sulit untuk dilakukan maupun dibayangkan. Tetapi keberadaan Marx dan sumbangsihnya mengeluarkan sebuah hukum objektif sejarah yang dianlisis secara mendalam dalam perkembangan masyarakat memang bakal terjadi pertentangan secara terus menerus hingga mencapai bentuk baru sebelum akhirnya timbul lagi pertentangan menghadapi bentuk yang baru itu.

Keberadaan sistem kapitalis yang menginginkan keuntungan dan hak kepemilikan yang selebih-lebihnya ditandingi oleh Marx dengan sosialisme ilmiahnya yang bertujuan mengubah sejarah masyarakat menjadi tatanan yang menyelaraskan kebersamaan. Kapitalis yang muncul atas kesadaran adanya modal yang dapat dilebih besarkan lagi kemudian dilawan oleh proletar sebagai kelas bawah demi berjuang untuk sesamanya.

Marx menggaris bawahi jika kekayaan dan keuntungan bukanlah tujuan kaum proletar melawan kaum kapitalis. Tetapi perebutan alat produksi demi menjamin terjadinya suatu sistem dimana merekalah yang memiliki alat-alat produksi itu secara bersama-sama dan kelas yang berada diatas tidak ada lagi juga tidak adanya kelas yang berada dibawah.

Semuanya sama rata. Dengan kemenangan kepemilkan alat produksi ditangan kaum yang sebelumnya tidak memiliki apa-apa. Tidak adanya alat kepemilikan maka alat produksi dimiliki secara bersama dan hasil produksi digunakan bersama. Semua memiliki yang dibutuhkan. Semua orang bekerja untuk sesama.

Sumber Referensi :

Suseno, Franz Magnis, 2001, Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis Ke Perselisihan Revisionisme, Jakarta: Gramedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *