Strategi Partai Revolusi Rusia

Diposting pada
Orator dan Ahli Strategi Lenin
Lukisan Orator dan Ahli Strategi Lenin (Royal Academy of Art)

Revolusi Rusia yang terjadi dua kali dalam setahun itu terjadi karena andil dari partai-partai politik yang berisikan kaum-kaum proletar dan petani. Meskipun tidak ditampik bahwa revolusi di rusia saat itu mau tidak mau tetap bakal terjadi, partai-partai politiklah yang mengarahkan pergerakan di rusia saat itu agar dapat terjadinya hal tersebut dengan tidak adanya petinggi-petinggi lama yang tidak mendukung kebutuhan masyarakatnya. Karena sudah sangat timpangnya kondisi masyarakat saat itu dan keterbutuhan mereka yang tidak dijawab oleh pemerintahannya dengan peraturan-peraturan yang mengubah kondisi mereka, pemerintahan yang lama yaitu milik Tsar Nicholas II sudah dirasa perlu di ubah. Sejarah revolusi rusia sudah saya bahas di tulisan saya yang lain, sedang disini saya akan membahas pergerakan dan strategi partai di rusia saat itu, Mensheviks yang menjadi minoritas dan Bolsheviks yang menjadi mayoritas partai.

Seperti yang diketahui lewat ulasan saya di tulisan lain, terdapat dua kali tahap revolusi pada tahun 1917 tersebut, yang pertama yang biasa di sebut Revolusi Februari dan Revolusi Oktober. Karena yang menjadi titik balik adalah dua waktu tersebut, mungkin sebelum-sebelumnya juga termasuk yaitu saat dulu kedua partai tersebut dalam satu wadah dan kemudian pecah menjadi Mensheviks dan Bolsheviks. Kedua partai itu berpandangan berbeda dalam memberikan wadah dan tempat di panggung politik kepada kaum proletar dan petani. Pecahnya kemudian di revolusi februari dan oktober dalam pergerakan dua partai tersebut dapat dimasukkan menjadi tiga kali tahapan bagian :

Tahapan perubahan pergerakan strategi yang pertama

Kali ini adalah ketika Rusia kalah dalam perang Russo-Japanesse yang membuat kacaunya keadaan dalam negeri, naik secara drastisnya populasi dan pembengkakkan biaya untuk apapun setelah perang. Tahap ini dimulai dari kalahnya Rusia sampai dengan Revolusi bulan Februari 1917.

Saat setelah perang seperti yang saya katakan tadi bahwa kedua partai, Bolsheviks dan Mensheviks pernah berada dalam satu wadah yang kemudian pecah, pecahnya tersebut karena berbedaan pandangan antara Martov dan Lenin. Martov kemudian menjadi petinggi partai Mensheviks dan Lenin menjadi petinggi partai Bolsheviks.

Mensheviks dan Bolshevik sama sama menginginkan terjadi revolusi di Rusia hanya cara hantam kedua partai tersebut berbeda. Bolsehviks secara strategi untuk menghantam pemerintahan Tsar Nicholas II lebih memilih gabungan antara kaum proletar dan petani untuk melawan sedangkan kaum borjuis liberal yang ada kalangan tertentu ikut mendukung pelayakan kaum proletar dan petani tidak dianggap atau bisa dikatakan dinetralkan.

Sementara Mensheviks ingin agar strategi hantam lebih dimaksimalkan kepada kaum proletar yang dipimpin oleh para kaum liberal borjuis karena anggapan mereka masih membutuhkan kaum liberal borjuis.

Dua partai itu memiliki strategi yang berbeda, dan Bolsehviks sangat tidak menyukai masih adanya andil dari kaum borjuis dalam strategi Mensheviks karena kaum tersebut tidak ingin terjadi revolusi secara total dan kemenangan telak. Tetapi sampai bulan Februari 1917 strategi dari Bolsehviks lah yang menang dalam hal hasil akhir, karena lewat strategi mereka lah dapat tercapai revolusi bulan Februari tersebut.

Meskipun dalam revolusi tersebut tidak melalui perintah petinggi partai Bolsheviks jadi bisa dikatakan Revolusi tersebut adalah sebuah revolusi spontan tanpa adanya rantai-rantai komando yang mengatur terjadinya revolusi tersebut. Trotsky sebagai sejarahwan menyebut revolusi ini adalah kehendak dari kesadaran massa yang tidak mungkin dapat diatur. Tetapi kemudian untuk menjelaskan peristiwa itu secara sains lewat penekanan sejarah sangat tidak mungkin, jadi dia menyebut bahwa yang menjadi penggerak awal dari revolusi tersebut adalah seseorang yang tidak dikenal. Bisa jadi adalah seorang dari partai Bolsheviks sendiri atau malah dia datang bagai jatuh dari langit. Tetapi revolusi tersebut adalah buah dari strategi Bolsheviks sendiri yang terus memberikan arah kepada massa proletar dan petani untuk menyerang pemerintahan berbasis aristrokat tersebut.

Duma (parlemen) setelah adanya revolusi di bulan Februari tersebut kemudian melakukan pembuatan pemerintahan daerah yang disusul oleh berhentinya Tsar II karena dia sudah tentu tidak memiliki massa sebagai kuasa untuk melawan kehendak rakyat. Pasukannya telah meinggalkannya.

Baca Juga :

Buku-Buku membentuk Dunia
Musuh-Musuh Munir
Sejarah Revolusi Rusia
Gerakan Kejawan Penentang Belanda

Tahap Kedua Perubahan Strategi

Lukisan Ilustrasi Seni setelah Revolusi
Lukisan Ilustrasi Seni setelah Revolusi (Royal Academy of Arts)

Dimulai setelah Revolusi bulan Februari, ketika kaum liberal borjuis yang gagal dalam menangani pemerintahan daerah yang ada, serikat pekerja dan petinggi pasukan yang setelah mendapatkan kekuasaan di tangannya gagal dalam melaksanakan tanggung jawab. Periode yang berisikan kebingungan karena terlalu banyaknya tangan-tangan berkuasa saling tumpang tindih bercampur tangan. Dan kelaparan semakin merajalela. Periode ini sampai dengan bulan Oktober 1917 dan itu adalah Revolusi lagi.

Dua strategi dijalankan oleh dua partai yang juga saling berpengaruh besar tersebut, Mensheviks mempunyai strategi untuk  melakukan sebuah counter revolusi yang berusaha menghilangkan secara perlahan Soviet, karena mereka ingin membuat negara yang demokratis, demokratis yang dijalankan oleh borjuis dan menolak komunisme.

Sementara Bolsheviks berbeda pandangan, mereka seperti slogan mereka sejak dulu “All power to Soviet” mereka ingin memberikan kekuasaan penuh terhadap kaum proletar dan petani. Bukan berarti mereka akan menjadikan mereka menjadi pemimpin maupun petinggi tetapi mereka akan membuat pemerintahan berdasarkan mereka, yaitu melalui produksi dan sumber daya yang semuanya untuk kesamaan kelas. Dan kesadaran kaum tersebut harus berasal dari luar oleh karena itu Lenin memasuki mereka. Menghilangkan semua pemilik tanah dan para kaum kapitalis dan menjadikan Russia negara dengan ekonomi sosialis. Kemunculan Revolusi bulan Oktober adalah hasil dari strategi ini. Strategi partai Bolsheviks.

Tahap Ketiga perubahan Strategi

Ketika itu Rusia telah menjadi Soviet dan pergeraka mereka tidak terjadi secara nasional saja tetapi internasional. Keberadaan partai Bolsheviks semakin menguat. Mensheviks tetap ada dan berencana akan menolak hal itu untuk mengembalikan Rusia ke kapitalis. Dan mereka merencanakannya dengan menarik kekuatan dari para pemilik tanah yang terpinggirkan karena revolusi dan kaum borjuis yang nasionalis. Mereka berniat untuk melakukan pembubaran Soviet lewat pemberontakan maupun intervensi asing.

Bolsheviks menanggapi hal itu dengan menggunakan strategi semakin menguatkan kekuatan kaum proletar dan para petani. Memperkuat kediktatoran mereka dengan semakin meluaskan operasi sampai seluruh dunia. Menghubungkan banyak gerakan-gerakan pekerja buruh di seluruh dunia. Hal ini membuat mereka semakin kuat dan mendapatkan dukungan bahkan dari luar negeri. Dan juga mereka mulai menghilangkan seluruh musuh dalam negeri mereka satu persatu dengan jalan bahkan kekerasan. Sehingga musuh mereka semakin mengurang dan kediktatoran mereka menjadi absolut.

Mensheviks lama kelamaan semakin menghilang dan tanpa bekas. Strategi dari partai Bolsheviks ini dalam akhir memang berhasil tetapi menyimpang dari apa yang ditujukan oleh Marx. Untuk apakah itu saya belum melaksanakan riset terlebih berlanjut. Tetapi Soviet telah menjadi pusat gerakan untuk kaum proletar dan para petani saat itu. Meskipun dengan tangan besi. Dan tangan besi mereka entah berhasilkan membuat persamaan kelas bagi masyarakat… walaupun negara adalah petingginya dan negara dijalankan oleh hanya beberapa orang.

Referensi :

https://www.marxists.org/reference/archive/stalin/works/1923/03/14.htm

https://libcom.org/library/snb-role-bolshevik-party

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *