Salah satu usaha antropologi adalah memahami manusia dan masyarakatnya. Dan Marx dengan materialisnya mencoba untuk memahami gerak-gerak yang mendasari adanya masyarakat itu sendiri. Materialis adalah pandangan filsafat bahwa hakikat terdasar adalah materi. Tetapi urusan yang dibahas Marx bukanlah realitas ini dari materi atau roh, tetapi lebih pada hakikat terdasar dari realitas yang oleh para antropolog disebut dengan “masyarakat manusia”(PPTTAM, 32). Oleh karena itu penjabaran usaha Marx untuk memahami manusia adalah melalui materialisme antropologis. Premis Pertama Untuk dapat memahami ini, terdapat premis pertama yang terlebih dahulu dimasukkan yaitu “semua sejarah manusia ialah keberadaan individu-individu yang hidup”. Serta untuk hidup atau bisa […]

“Sejarah semua masyarakat yang ada hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas”  (CM, Marx and Engels, 1, 59). Sebuah kata fenomenal dari sebuah buku yang mahsyur di waktu lalu. Pedoman pergerakan kaum proletar saat abad ke-20an. Ketika industri sedang digalakkan dimana-mana. Kaum yang hanya hidup bermodalkan tenaga ragawi untuk menyambung ke hari esok. Terhisap dan tereksploitasi raganya demi sesuap nasi. Dan Marx, disini memberikan kaum itu sebuah kekuatan. Yang dia katakan akan membawa perubahan kesemua sisi bentuk masyarakat yang ada. Berdasarkan paham materialis sejarah yang dikembangkan Marx, perkembangan sejarah umat manusia tidak dapat dihindarkan dari pertentangan dua kelas yang memiliki […]

Alienasi atau keterasingan adalah hal yang menyebabkan Marx menjalani panjangnya perjalanan untuk mencari alasan dan cara untuk menghilangkan keterasingan manusia dari sesamanya. Bagaimana keinginanannya untuk mengembalikan manusia kepada manusia lainnya. Dengan kebersamaannya dan dengan rasa persatuannya. Salah satu anggapan Marx mengenai manusia sebagai manusia ialah dilihat dari pekerjaannya. Dengan melihat apa yang ia hasilkan dari tangannya sendiri tersebut. Dan dari pekerjaannya ia manusia itu akan mendapatkan sebuah penghargaan karena telah menelurkan sesuatu dari dirinya. Dengan mengusahakan sebuah usaha terhadap suatu objek. Tetapi kenyataannya pekerjaan manusia di jaman Marx sendiri membuat manusia terasing satu sama lain. Mereka terpaku terhadap sebuah pekerjaan […]