Teori Kelas Karl Marx

Diposting pada
andrewself.wordpress.com

“Sejarah semua masyarakat yang ada hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas”  (CM, Marx and Engels, 1, 59). Sebuah kata fenomenal dari sebuah buku yang mahsyur di waktu lalu. Pedoman pergerakan kaum proletar saat abad ke-20an. Ketika industri sedang digalakkan dimana-mana. Kaum yang hanya hidup bermodalkan tenaga ragawi untuk menyambung ke hari esok. Terhisap dan tereksploitasi raganya demi sesuap nasi. Dan Marx, disini memberikan kaum itu sebuah kekuatan. Yang dia katakan akan membawa perubahan kesemua sisi bentuk masyarakat yang ada.

Berdasarkan paham materialis sejarah yang dikembangkan Marx, perkembangan sejarah umat manusia tidak dapat dihindarkan dari pertentangan dua kelas yang memiliki kepentingan obyektif berbeda satu sama lain. Keberadaan kelas yang ada dan lawan obyektifnya adalah hal mutlak ada dalam kenyataan. Dan keberadaan kelas sosial tersebut menentukan takdir umat manusia diwaktu selanjutnya. Tentang apa yang mendasari Marx membuat pengkelasan sosial dan dampaknya berikut landasan ilmiah yang membuat Marx dengan berani mengatakan jika sosialisme adalah mutlak tujuan dari perkembangan manusia akan dijabarkan dari pandangan Magniz.

Baca Juga :

Keterasingan Karl Marx

Materialisme Sejarah Karl Marx

Kelas Sosial

Marx sering kali kurang mendefinisikan apa maksud dari kelas itu sendiri. Seakan-akan keberadaan arti itu sudah jelas dengan sendirinya. Sudah tentu kelas adalah sebuah golongan dalam masyarakat akan tetapi berdasarkan kriteria bagaimana sehingga sebuah kelas itu dapat dimasukkan ke dalam kelas sosial dan menjadi unsur pengubah sejarah.

Lenin sebagai salah satu pengikut Marx termahsyur membuat sebuah definisi “kelas sosial” dianggap sebagai golongan sosial dalam sebuah tatanan masyarakat yang ditentukan oleh posisi tertentu dalam proses produksi.

Materialisme sejarah Marx menekankan perubahan dalam struktur masyarakat sepanjang sejarah terlihat dari hasil-hasil produksi kebudayaan yang bersangkutan. Maka perkembangan ekonomi perlu ditilik untuk melakukan analisis lewat materialisme sejarah.

Dan kemudian juga muncul peran dialektika Hegel. Dimana setiap ada sebuah pernyataan (tesis) akan terdapat negasinya (anti tesis). Hingga muncul sintesisnya untuk kemudian menjadi sebuah tesis baru lagi. Yang akan berulang dimana tesis itu akan muncul kembali negasi. Dan hal itulah yang kemudian dimasukkan oleh Marx kedalam materialisme sejarahnya. Jika umat manusia adalah sebuah bentuk perubahan terus menerus dan sosialisme adalah sebuah tujuan di kemudian.

Dan pertentangan kedua hal tadilah yang kemudian membentuk kebudayaan baru. Pertentangan kedua kelas dalam situasi ketegangan ekonomis membentuk sebuah kasta penguasa baru. Seperti kaum borjuis yang berhasil menenggelamkan kaum feodal.

Untuk mengetahui apakah kelas itu masuk sebagai kelas dalam arti sebenarnya sesuai yang dianggap Marx. Golongan sosial tersebut bukanlah hanya secara obyektif memiliki kepentingan berbeda dari pihak lawannya juga secara subyektif menyadari dirinya sebagai bagian dari golongan tersebut. Kesadaran kolektif jika mereka bersama satu nasib dan tujuan objektif adalah yang menentukan kelas mereka tersebut.

Kelas Atas dan Kelas Bawah

Untuk melihat suatu masyarakat dan perkembangannya. Yang seharusnya dilihat ialah struktur-struktur kekuasaannya atas alat-alat produksi. Antar kelas penguasa dan kelas yang dikuasai. Atau kelas atas kelas bawah,

Dan kelas penguasa yang dibahas Marx adalah kelas kapitalis yang memiliki sarana-sarana, alat-alat yang diperlukan untuk melakukan sebuah produksi. Sedangkan kelas bawah adalah kaum buruh yang hanya memiliki tenaga yang kemudian ia berikan kepada pemilik pabrik demi menyambung hidupnya. Dalam sistem produksi tersebut, kedua kelas saling membutuhkan. Tetapi kesetimpangan terjadi karena buruh hanya bisa menggantungkan diri terhadap pemilik pabrik. Sehingga bisa dikatakan bahwa pemilik pabrik lebih kuat dari buruh.

Antara yang berkuasa dan dikuasai  Hubungan antara kedua kelas ini adalah berupa hubungan penghisapan dan eksploitasi. Kekuasaan itu berdasarkan kemampuan pemilik pabrik yang bisa meniadakan kesempatan buruh untuk bekerja dan memperolah nafkah.

Individu, Kepentingan Kelas dan Revolusi

Bukan karena iri atau karena para majikan egois yang menjadikan dua kelas tersebut bertentangan. Bukan mengenai moral siapa yang benar atau siapa yang salah. Tetapi sesuai dengan penjelasan analisis ilmiah Marx dari materialisme sejarah bahwa itulah hakikat yang harus dilakukan oleh proletar. Karena tujuan aksinya telah digariskan oleh sejarah. (HF, MEW 2, 37).

Hubungan kerja dalam sistem produksi kapitalis nampaknya stabil. Itu karena ada yang menguasai yang dikuasai. Pertentangan kedua kelas tersebut secara objektif adalah hal yang pasti karena kepentingan objektif kedua kelas ialah berbeda. Dimana kapitalis sebagai penguasa bersikap konservatif terhadap kekuasaannya sedangkan kaum proletar bersifat progresif dengan tujuan pembebasan kelasnya dari ketertindasan penguasaan atas dirinya.

Dan perjuangan dengan melakukan kompromi dan pembicaraan musyawarah demi kepentingan bersama tak akan berhasil. Karena selam sistem ekonomi berdasarkan monopoli hak kekuasaan kelas pemilik atas proses produksi, pertentangan kedua kelas tetap ada, Bukan perubahan sikap yang menakhiri konflik tersebut. Tetapi perubahan strruktur kekuasaan ekonomi.(PKM, FM, 118)

Negara Kelas

Menurut Marx Negara secara hakiki adalah Negara kelas. Artinya Negara dikuasai secara langsung atau tidak langsung oleh kelas-kelas yang menguasai bidang ekonomi. Karena itu Negara merupakan tangan panjang dari kaum kapitalis sebagai kelas penguasa alat-alat produksi. Kebijakan-kebijakan yang dihasilkan kebanyakan berdasarkan kepentingan-kepentingan kelas atas .

Karena Negara dianggap selalu merupakan Negara kelas yang mendukung kepentingan kelas-kelas penindas, Negara dalam perspektif Marx termasuk lawan, bukan kawan orang kecil. Orang kecil hendaknya tidak mengharapkan keadilan atau bantuan yang sungguh-sunguh dari Negara, karena justru Negara adalah wakil-wakil kelas yang menghisap ternaga kerja orang kecil. Negara memungkinkan kelas atas untuk memperjuangkan kepentingan khusus mereka “sebagai kepentingan umum” (bdk. GI MEW 3,34)

Ideologi

Kritik ideology adalah salah satu sumbangan besar Marx mengenai struktur kekuasaan masyarakat. Seperti penciptaan ideology yang kemudian menjadi pembenaran kaum kapitalis mengenai setiap orang diberikan hak sama untuk berusaha dan kebebasan bagi siapapun yang berusaha. Padahal kenyataannya anggota masyarakat tidak sama kekuatannya, Yang kuat mendahului yang lemah. Dalam hal ini adalah keberadaan kaum kapitalis yang kuat ekonominya.

Berikut pandangan moral, filsafat seni dll adalah penunjangan kepentingan kelas-kelas atas. Karena kelas-kelas ataslah yang mampu meresmikan dan menyebarkan pikiran-pikiran mereka.

Kelas dalam Sejarah

Menurut Marx keberadaan dua kelas kapitalis dan proletar terdapat dikebudayaan yang telah dianggap matang perjalanan perkembangan ekonomisnya. Sebelumnya Marx memberikan terjemahan apriori terhadap keberadaan kelas tersebut. Tetapi kemudian disajikan dukungan-dukungan bukti-bukti empiris dari masyarakat yang bersangkutan.

Seperti dua kelas pertentangan di saat revolusi Perancis. Antara kaum feodal dan borjuis. Dimana kaum borjuis telah mendapatkan peluang besar karena ekonomi telah dikuasai oleh mereka kebanyakan. Sedang  penguasa dari kaum feodal malah bersifat membendung pengaruh ekonomis mereka Sehingga revolusi tersebut tidak terelakkan lagi.  Sesuai teori perkembangan sejarah materialisme dialektis Marx.

Kritik Atas Marx oleh Magniz

Seperti mkengenai peran individu yang berpengaruh besar dalam sejarah, contohnya Napoleon Bonaparte. Apakah keberadaan orang itu dikesampingkan atau buah dari salah satu kelas.Serta mengenai fakta kebudayaan modern sekarang ini bahwa emansipasi dapat dimunculkan tanpa perlu revolusi sebagai pemicunya. Bahwa perbaikan sosial sesuai dengan waktu modern sekarang ini tidak harus melulu dengan revolusi.

Apakah hanya pertentangan hasil dari kinerja ketegangan ekonomislah yang menyebabkan pertentangan kedua kelas tersebut. Apakah hal lain tidak dimasukkan seperti mengenai ideology maupun peran Negara juga yang tidak hanya menjadi objek tetapi subjek karena memainkan peran juga. Serta komunikasi. Apakah komunikasi bebas tidak dimasukkan ke dalam teori perkembangan sejarah manusia ini.

Sumber Referensi :

Suseno, Franz Magnis, 2001, Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis Ke Perselisihan Revisionisme, Jakarta: Gramedia

 

 

2 thoughts on “Teori Kelas Karl Marx

  1. Saya sangat menghargai usaha Anda untuk menulis tentang Marxisme. Tetapi masih perlu lebih banyak referensi sebelum memutuskan untuk menuliskannya.

    Tulisan tersebut terlihat hanya berdasarkan satu referensi tunggal, yakni dari Franz Magnis Suseno. Sementara Magnis telah lama diketahui sering melakukan reduksi atau penyempitan ide-ide Marx. Saya tidak heran, karena memang banyak penentang Marxisme. Tetapi bentuk penentangannya selalu bersifat reduksi, revisi, vulgarisasi, mengurangi kalimat-kalimat penting, dsb. Belum pernah ada penentang Marx yang murni karena ketepatan perspektifnya ketimbang merusak teks asli Marx.

    Benarkah apa yang disampaikan Magnis tentang Marx? Sebaiknya kita membaca sendiri teks-teks asli dari Marx-Engels sendiri, beserta para pengikutnya seperti Lenin, Trotsky, Ernest Mandel, Rossa Luxemburg, Doug Lorimer, dsb.

    1. Ya gan, sedang diusahakan untuk mendalami lebih lagi pemikiran Marx tersebut. Terimakasih sarannya.
      KAlau menurut mas Miswanto sendiri, apakah ajaran Marx dapat menjadi grand theory yang menjelaskan segala dinamika?
      Atau mas sendiri ada kritik sendiri terhadap mdh Marx. Seperti kalau saya kutip dari Magniz ialah mengenai imperialisme yang mengkoloni daerah lainnya sehingga dalam analisis Marx hal itu belum dimasukkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *