Teori Asal-Usul Manusia

Diposting pada
Perdebatan asal-usul manusia modern pertama kali muncul selalu menjadi tujuan utama para ahi-ahli terkait dan semua manusia dengan penjelasan lewat teori-teori yang selalu berkembang dan berubah. Setelah kemunculan penghitungan mutasi molekul terhadap mTDNA yang juga telah saya tulis di artikel lain (bisa dibaca jejak hawa di dalam dna). Di dalam paper yang membahas cara kerja Mtdna tersebut dikatakan sebuah hipotesis dimana manusia modern pertama muncul pertama kali di Afrika di sekitar 200,000 tahun yang lalu. Berdasarkan perhitungan paruh waktu mutasi terhadap sampel mitokondrial para responden di bermacam-macam bangsa. Pengukuran tersebut mengukur dengan menggunakan mitokondrial yang berada di dalam sel, dimana mitokondrial diturunkan dari seorang ibu jadi jejaknya dapat dilacak kebelakang dengan mengunnakan pengukuran rasio permutasiaanya. Dan merujuk kepada bahwa manusia modern yang ada sekarang ini kesemuanya berasal dari sekelompok manusia yang berada di Afrika dan yang mewariskan mitokondrialnya yang kita miliki sekarang ini berasal dari seorang wanita. Oleh karena itu disebut juga sebagai mitokondrial Eve(Hawa).

Untuk sebuah pembukaan mungkin paragraf diatas dirasa cukup, selanjutnya menelisik kembali ke awal mula yang membuat pondasi ilmiah asal usul manusia. Dimana Charles Darwin dalam bukunya The Decent of Man mengemukakan bahwa manusia pertama kemungkinan berasal dari Afrika, Kenapa para ahli dapat berkata seperti itu?, dan selanjutnya akan dibahas juga mengenai teori out of africa dan juga teori multi regional.

Baca Juga : Pengaruh Darwinisme dan Marxisme

Teori Multiregional

Kemunculan manusia modern dalam teori ini, dikatakan berevolusi secara terpisah di setiap daerah setelah menyebarnya homo erectus ke seluruh dunia, homo erectus ini kemudian berevolusi menjadi homo tipe archaic dan kemudian menjadi homo sapien. Tetapi tetap saja meskipun berevolusi secara terpisah, fossil homo sapien tertua berada di Afrika.

Setelah masuknya ranah biologi molekular dalam ranah pencarian asal usul manusia melalu penghitungan rasio mutasi atau perubahan di dalam sebuah sel, dan dengan analisis dna dan gen. Telah didapati sebuah permasalahan dengan teori multiregional yang ada dan telah didapati kejanggalan dimana sebelum-sebelumnya telah di anggap banyak khalayak jika kemunculan manusia modern atau homo sapien muncul di banyak tempat di seluruh dunia, homo erectus yang telah menyebar ke seluruh pojokan dunia kemudian berevolusi. Dari penelitian gen sampel manusia berbagai ras ditemui bahwa meskipun secara anatomis kita terlihat sangat berbeda satu sama lain tetapi di dalam dna kita sangat mirip atau bisa dikatakan sangat berhubungan. Jika terjadi evolusi secara terpisah dari homo erectus seperti yang tadi dikatakan maka seharusnya terjadi keberagaman yang amat antar manusia berbeda bangsa ini tetapi yang terjadi seperti yang dikatakan malah sangat mirip satu sama lain.

Teori Out of Afrika

Di teori ini dimunculkan pernyataan jika manusia muncul pertama kali di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh benua menggantikan seluruh spesies manusia purba yang telah lebih dulu ada. Oleh karena itu keberagaman dna sangat minim karena manusia modern sekarang muncul dari kelompok itu.

Kenapa Afrika dianggap sebagai tempat mula muncul manusia?

Dari beragam sumber yang dibaca dapat dikatakan.
1. Afrika memiliki bukti fossil homo sapien tertua dengan perkiraan tanggalan 200,000 tahun yang lalu.

2. Keberagaman gen karena mutasi terjadi lebih banyak di Afrika daripada di daerah manapun.

3. Fossil yang mnunjukkan transisi ke homo sapien berada hanya di Afrika.

Permasalahan di setiap teori

Di teori multiregional sendiri permasalahan yang disebabkan oleh mithocondrial eve dna ini mengungkapkan masalah, yaitu mengapa manusia yang ada sekarang ini tidak terlalu memiliki banyak sekali keberagaman yang seharusnya muncul lebih banyak apabila kita berevolusi secara terpisah. Dalam teori multiregional dan sesuai data yang ada bahwa fossil manusia berasal dari afrika dan terjadi evolusi secara terpisah maka, seharusnya mithocondrial dna yang berada di dalam tubuh kita ini tidak mengerucut ke satu orang wanita saja tetapi banyak sekali wanita, lewat penghitungan molecular clock. Jadi karena keberadaan penghitungan mutasi molekul inilah yang membuat tentangan terhadap teori multiregional.

Di teori out of afrika, terdapat kejanggalan juga, seperti ini salah satunya, apabila terjadi penggantian dominasi atau pendudukan apakah tidak terjadi sebuah pertentangan antar dua kelompok tersebut?. Dalam hal migrasi hewan, tidak ditemui terjadi penggantian pendudukan sebuah daerah dalam waktu cepat, ingat bahwa penggantian populasi di seluruh dunia digantikan oleh homo sapien dalam kurun waktu 200,000 tahun dan itu dalam skala luas maka dari itu tergolong sangat cepat. Dalam arkeologi kurang banyak bukti mumpuni dalam memperlihatkan perpindahan kependudukan ini di banyak tempat.

Jadi antara satu teori dengan teori lainnya tetap terdapat sebuah kelemahan dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab teori satu malah terjawab teori lainnya, seperti bagaimana bisa terjadi perpindahan antara homo erectus atau homo archaic menjadi sapien bisa terjadi begitu cepat yaitu dengan menggunakan teori multiregional, kemudian mengenai masalah varietas gen yang bisa dijawab dengan teori out of afrika.

Bahkan masalah penghitungan paruh waktu mutasi molekul ini, juka di dapati terdapat perdebatan dari berbagai pihak. Tetapi mungkin dengan makin canggihnya teknologi kita mengenai gen dan dna lebih intensif dapat ditemukan jalan lebih cerah, dan tidak dilupak gabungan banyak ahli dan banyak data yang ada. Artikel ini untuk pengenalan dan pembuka pemikiran sekaligus diskusi artikel lebih lanjut lagi.

Sumber Referensi:
The Multiregional Evolution of Humans BY ALAN G. THORNE AND MILFORD H. WOLPOFF.
Rethinking Modern Human Origins:Getting out of Out of Africa by JAMES KENDRICK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *